Hiburan
Lihat Profil    Jadikan teman    Kirim Pesan
jujur aja n terus terang sebenarnya aq ini gaptek asli. awalnya ngenal komputer itu sebagai salah satu mainan anak (komidi puter). demikian juga tentang internet, dulunya ngenal itu sebagai makanan (instan mi, telur dan kornet). awal belajar ngenet didaftarin teman jadi anggota jamaah feisbukiyah (belakangan baru tahu kalau istilah yang bener feisbuker). ketika jadi feisbuker tiap buka akun koq ada tulisan apa yang kau pikirkan dan tuliskan sesuatu di dinding. iseng-iseng belajar nulis disitu. nulis lagi di dinding feisbuker artis tentang surat cinta dan puisi cinta. belajar terus baca koran ...
Kisah Kasih Inge Bercinta dengan Jin
Arifin Basyir
|  25 Desember 2009  |  05:22
556
2
1 dari 1 Kompasianer menilai Menghibur.

Masih ingat kisah Inge bercinta dengan jin di negeri ngocoleria kompasiana klik disini ASA. Pasutri muda Inge dan Dwiki (Setiawan ?) diceritakan telah berhasil memperoleh kekayaan luar biasa dari jin kang Firman, ketika tidak sengaja bertemu di rumah mewah seputar lapangan golf. Kendati kekayaan itu diperoleh sambil mengorbankan Inge yang harus mau melayani seharian bercinta dengan om Jin Firman. Apakah sebenarnya Inge rela dikencani om Jin, demi harta yang telah diperoleh dari jin itu ? Ataukah Inge terpaksa mau berkorban demi cintanya pada sang suami yang telah KKN (kolusi, koalisi dan negoisme) dengan om jin yang telah memberi harta ?

Kendatipun pasutri inge+dwiki telah mempunyai kekayaan yang luar biasa dengan cara yang mudah. Namun sebagai manusia tang terlengkapi dengan perangkat lunak dalam otaknya berupa rasa serakah, mereka nampaknya belum puas terhadap apa yang telah diperolehnya itu. Terutama sang suami dwiki, apalagi yang hendak diperoleh sebagai lelaki sejati yang kaya raya, kalau bukan kawin lagi. Apalagi mengingat istrinya si Inge telah dinodai oleh om jin, sebagai kompensasi terhadap perolehan harta beberapa hari yl. Karena itulah dwiki merancang skenario agar dapat bertemu kembali dengan om jin untuk mewujutkan keinginannya itu.

Pada suatu hari ketika inge sedang tidak ada dirumah, karena pergi arisan sekalian pamer mobil mewah yang baru dipeolehnya itu. Diam-diam dwiki pergi sendirian menemui om jin di rumah kaca seputar lapangan golf yang sudah dikenalnya. Kali ini dwiki tidak bermain golf. Tetapi dengan sengaja melempar bola gof ke rumah tempat tinggal om jin itu berada, dengan harapan om jin akan keluar menemuinya. Benar saja serta merta om jin keluar menemui dwiki dan tidak aneh om jin sudah tahu maksud kedatangan dwiki, sahabat barunya itu.

“Baiklah dwiki aku tahu maksud kedatanganmu. Gak usah merajuk panjang lebar, nih kamu saya beri 3 butir batu kerikil. Apa yang kau inginkan sebut saja dan seperti biasa lalu lemparkan kerikil itu kearah mana saja. Maka dengan cara terkesima dan dalam waktu yang tidak terlalu lama, akan terkabullah permintaanmu itu. Sebagai imbalan setelah kamu terkabul permintaanmu, segera saja istrimu si Inge itu bawa kemari untuk aku kencani seharian lagi”, kata om jin dengan sorot mata berbinar-binar.

“Baiklah om jin, aku akan segera pulang dan memenuhi permintaanmu kemudian”, sahut dwiki penuh semangat. Karena dwiki berencana mau kawin lagi maka dalam hati setuju sekali untuk menyerahkan inge kepada om jin. Pucuk dicinta ulam tiba…………., jangankan seharian untuk om jin, tanggung dah….ambil aja sekalian…………., guman hatinya penuh semangat.

Dalam perjalanan pulang dwiki sambil merancang harapannya dengan 3 butir batu kerikilnya itu. Satu butir untuk minta kaya sampai tujuh turunan bersama istri barunya nanti. Satu butir lagi untuk minta kesehatan dan panjang umur, percuma kaya raya kalau sakit-sakitan ‘kali gitu fikirnya. Satu butir yang terakhir adalah untuk mendapatkan istri cantik secantik bidadari atau paling tidak melebihi inge yang akan diberikan pada om jin.

Dengan harap-harap cemas diceritakanlah hasil perolehan batu kerikil dari om jin itu kepada inge, kecuali rencana untuk kawin lagi tentunya harus dirahasiakan dulu……………………………… “Inge, dengan batu ini kita akan tambah kaya sampai tujuh turunan”, kata dwiki meyakinkan.

Rupanya kali ini inge sedang punya pikiran waras dan tahu gelagat suaminya yang kurang waras. Ingat dan dendam peristiwa tempo hari yang harus terpaksa dikencani om jin, setelah mendapat harta karun. Tentu kali ini juga akan seperti itu, begitu terungkap dalam fikirannya. Tidak mau terulang kembali maka inge berang penuh emosi menyambut ucapan dwiki…………. “Apa……batu ini akan menjadikan kaya”, ucapnya sambil merangsek berusaha merebut batu yang dipegang dwiki. “Kaya ………….. kaya apaan, kaya penismu itu”, ucap inge dengan ketus dan kambuh latahnya menyebut alat vital suaminya sembari membuang batu keramat itu.

Astaga naga, sekejap itu pula tumbuh banyak sekali alat vital disekujur tubuh suaminya. Karena memenuhi sarat ketentuan berlaku sesuai dengan prasarat apa yang telah diucapkan dan melempar batu, makan terjadilah kenyataan. Dengan terbengong-bengong inge melihat pemandangan yang mengerikan. Maka tanpa pikir panjang segera direbut dari dwiki yang tak kalang tebengongnya satu butir kerikil lagi dan berucap :”Hilangkan penis-penis ini”, sambil melempar batu ajaib itu.

Astaga naga lagi, sekejab itu pula hilanglah semua penis dan celakanya termasuk penis aslinya. Waduh celaka tigabelas nih, sambil menggerutu dalam hatinya :”Wah…, tinggal satu butir lagi”. Kalau untuk minta kaya, kasihan deh suamiku gak punya penis dan tidak bisa memuaskan aku lagi, begitu gejolak dalam fikirannya. Di lain fihak dwiki yang sedari tadi hanya terbengong-bengong melihat ulah inge, mendadak ingat bahwa tujuan terakhirnya adalah mau kawin lagi. Tetapi apa mau hendak dikata, tinggal satu butir kerikil lagi yang ada. Kalaupun dapat berhasil untuk mendapatkan istri lagi, apalah artinya tidak mungkin bahagia tidak dapat berkelon- kencan ria memuaskan sahwatnya

Apa boleh buat harus diperoleh kata sepakat, satu butir kerikil sakti yang terakhir akhirnya untuk mengembalikan penis asli dwiki. Mau tidak mau harus kompromi lagi kembali pada inge, istri ang selama ini mendampingi dalam suka dan duka. Selain itu dalam hati dwiki berjanji tidak akan bertemu lagi dengan om jin belel sialan itu.


Tags: asa, kisah inge bercinta dengan jin

Sebarkan Tulisan:
Tanggapan Tulisan
25 Desember 2009 14:51
0

hahaha … badan isinya ‘anu’ semua …. hahahaha ….

udah gitu, di kerikil terakhir, pas mau nyebut aji-ajian, eh … batunya jatoh. Spontan Inge latah, “eh batu gue batu gue batu gue,” … Waktu Inge melihat ke belakang, Om Dwiki hilang. Cuma ada batu. …hahahaha …

26 Desember 2009 | 20:51
0

lah iya lah ada sarat ketentuan berlaku. batu jatuh sama dengan dilempar. apa yang terucap terakhir ya itu akan jadi kenyataan. untung inge latahnya nyebut batu, eeehhh batu gue. coba latahnya nyebut ‘anu’ ne dwiki berkali-kali…………………..dwiki kaya lagi anune…….

waduh cilaka pisan om dwiki hilang, mau kkn lagi dgn om jin ‘kali

Tulis Tanggapan Anda
Guest User
Copyright 2008 - 2009