Back to Kompasiana
Artikel

Film

Wire Pramarte

Wandering a world n love

Sang Penghayal

OPINI | 14 October 2010 | 15:19 Dibaca: 3252   Komentar: 12   0

Masih teringat saya, jaman SD dulu seneng banget nonton film yang ada jagoan-jagoan robot terutama buatan jepang. Sekitar tahun 90an banyak beredar jagoan-jagoan di TV lokal, mari saya sebut satu per satu: Gaban, Sharivan, Shaider, Google V, Megaloman, Ultra Seven, Kamen Rider mulai dari Black, RX, Bio, Robo, Power Ranger dan masih banyak jagoan yang bertebaran di TV asal jepang. Kalo kamu lupa, ini saya tampilkan beberapa foto-fotonya yang saya ambil dari Google.

Ini sang legenda, Sarivan - Shaider - Gaban

Ini juga gak kalah melegenda, Google V. Kayaknya Larry Page dan Sergery Brin pernah ketemu dengan jagoan ini sebelum bikin mesin web pencari he he

Ini jagoan yang aslinya doyan musik Hair Metal macem Poison, Motley Crew, Guns n Roses he he he…Tapi hebat bener, dengan rambut bisa mengeluarkan jurus api untuk menegakkan kebenaran dan para politikus korup hhe he

Ini seperti setipe dengan Megaloman, tapi rambutnya sudah dicukur rapi, jadi agak mohawk sekelas helm kekaisaran romawi.. Ultra seven ini favorit tontonan saya dulu karena seneng banget ngelihat musuh-musuhnya yang bandel gak mati-mati eh malah jadi raksasa ditebas dengan helm besi mohawknya…wuusss besss …matilah si musuh.

Ini dia nih, sang legenda..Kamen Rider Black atau EYDnya Satria Baja Hitam, dengan turunannya, ada RX, RX Bio, RX RObo. Masih inget saya kalo RX marah dia akan jadi RX Bio, tapi kalo sedihnya gak ketulungan bisa jadi RX Robo. Bukan cuma kostumnya yang menarik tapi kendaraannya juga asik punya buat nongkrong di mall, Belalang Tempur.

Dan yang paling abadi adalah theme songnya, gakada matinya. Mulai dari opening dan endingnya enak didenger sampai kapan pun. Masih ingat kan dengan lirik ini : “Long Long Ago Twentyth Century…” Ga ada hubungannya dengan kasus bank century.

Kalo dipikir-pikir seniman yang buat karakter-karakter tadi sangat perfeksionis..detailnya sempurna. Saya dulu waktu kecil hanya siap menikmati kehebatan jagoan yang sudah seperti beneran adanya, bukan bohongan. Tapi setelah berumur sekarang ini jadi mikir lebih dalam kok bisa ya daya hayalnya sampai segitunya. Mungkin ini contoh tipikal orang jepang yang super kreatif dan imajinatif dalam berkarya. Negaranya ga seluas Indonesia, sering kena gempa pula, sumber daya alamnya pun pasti ga sebanyak Indonesia. Kalo boleh membandingkan sih.

Tapi ya bisa saja justru karena keterbatasan dan suasana cuaca negara yang sejuk menjadikan mereka nyaman berkreativitas. Saya yakin di sana banyak Sang Penghayal tingkat tinggi. Bukan hanya di bidang film tapi juga musik. Bagaimana dengan kita? saya yakin pasti lebih banyak Sang Penghayalnya, tapi karena cuacanya ga tentu, kadang panas terik kadang banjir, jadinya Sang Penghayal lebih banyak memikirkan gimana bisa tidur nyenyak besok.

Yah, semoga Indonesia bisa buat film-film jagoan nan heroik buat pendidikan anak-anak, supaya ga kemakan film-film beraroma kekerasan, seks, horor, sinetron curiga mencuriga, selingkuhan, dan sejenisnya. Anak-anak Indonesia perlu diberi nilai-nilai mulia sejak kecil, karena akan terus dibawa sampai mereka besar.

Ah…jadi kangen pengen nonton Gaban ..

Salam Jagoan

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perjalanan Malam Hari di Jalur Pantura …

Topik Irawan | | 24 July 2014 | 15:41

Berlibur Sejenak di Malaka …

G T | | 24 July 2014 | 15:51

Indonesia Bikin Kagum Negara Tetangga …

Apriliana Limbong | | 24 July 2014 | 20:51

Taman Bunga Padang Pasir …

Ferdinandus Giovann... | | 24 July 2014 | 19:07

Permohonan Maaf kepada Ahmad Dhani …

Kompasiana | | 24 July 2014 | 20:27


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: