Back to Kompasiana
Artikel

Film

Cupi Valhalla

A traveling lover, An environmentalist, and An ordinary person who has many extraordinary passions. Having selengkapnya

Misteri Rumah Tusuk Sate (Skenario Film Layar Lebar)

OPINI | 19 January 2011 | 07:40 Dibaca: 5793   Komentar: 3   0

1295417160803928314

Cover Sampul Skenario (Dok. Pribadi)

Berikut ini adalah contoh naskah Skenario Film Layar Lebar  bergenre Horror yang saya created di pertengahan tahun 2008. Sengaja saya publish di sini, atas rekomendasi dan permintaan teman. Sebenarnya ada 107 scene (adegan) di dalam naskah skenario ini, namun di sini saya hanya menjabarkan bagian akhir (ending) naskah skenarionya (scene 100-107) saja. Semoga naskah yang saya sharing ini bisa berguna dan bermanfaat untuk semuanya, khususnya bagi mereka yang ingin menjadi sineas belantika per-film-an atau yang hendak berkecimpung di dalamnya. Selamat membaca dan menyimak!

——————

1295420891650340313

Deskripsi Kerangka Tokoh dalam Cerita (Dok. Pribadi)


100. INT. RUMAH NENEK AUREL : RUANG TENGAH. MALAM.

AUREL, NEILA, FABIAN, SOSOK MENGERIKAN, ARWAH TUAN HANSEN DAN PUTRANYA.

Aurel, Neila, dan Fabian berlari masuk ke ruang tengah.

Aurel menangis sedih atas apa yang terjadi pada Karen.

Namun dalam kesedihan itu, lagi-lagi mereka harus mengalami kejadian gaib lainnya.

Saat di ruang tengah itu, mereka kembali dikejutkan dengan kejadian ganjil.

Tiba-tiba di ruang tengah seakan terjadi gempa.

Semua benda yang ada di sana berguncang, lampu berkedip-kedip.

Saat semuanya berusaha melarikan diri.

Neila dan Fabian ditarik ke belakang oleh tangan dari sosok yang mengerikan.

Kemudian mereka terlempar keras ke belakang.

Neila membentur meja dan seketika tak sadarkan diri.

Sedangkan Fabian terlempar ke lantai, juga seketika tak sadarkan diri.

Aurel yang melihatnya berteriak histeris melihat kedua adiknya tak sadarkan.

AUREL

Neila…Fabian..tidaaakk..

Aurel menangis disertai perasaan sedih yang mendalam.

Lalu Aurel mendekati tubuh kedua adiknya yang tak sadarkan diri itu.

Aurel memeluk kedua tubuh adiknya dengan perasaan sedih yang luar biasa.

AUREL

Tidak…

Neila..Fabian..Bangun..Sadarlah..

Tuhan….Kenapa semua ini harus terjadi…

Hu…hu…hu…

Aurel menangis sejadi-jadinya, meratapi kedua adiknya yang tak sadarkan diri.

Lalu, tiba-tiba dari kejauhan, Aurel melihat tiga sosok yang muncul.

Sosok itu semakin lama semakin mendekati Aurel.

Aurel menjadi terkejut dan pasrah ketika sosok itu mendekatinya.

Aurel melihat ketiga sosok itu memakai pakaian cina kuno zaman dahulu.

Ternyata ketiga sosok itu adalah kakek buyut Aurel (Tuan Hansen) dan kedua puteranya.

TUAN HANSEN

Tenanglah cucuku..jangan takut..

Aku adalah kakek buyutmu…Ayah dari nenekmu…Elizabeth…

Dan ini adalah kedua puteraku..Kakak dari nenekmu…

Aurel merasa sangat terkejut dengan kedatangan tiga sosok itu.

Apalagi sosok itu mengaku sebagai kakek buyutnya.

Sesaat Aurel merasa tidak percaya.

TUAN HANSEN

Tenanglah cucuku….

Aku datang ke sini..karena mendengar tangisanmu…

Aku akan menyelamatkanmu, dan menebus dosa lamaku di rumah ini..

Aku sangat menyesal atas apa yang sudah kuperbuat di masa lalu..

Dan akhirnya malah menjadi karma yang harus kalian alami..

AUREL

Jadi benar cerita tentang pembangunan rumah ini yang diprotes warga kampung, karena menghalangi jalan menuju tempat terakhir hingga menjadi bencana bagi kampung ini..

TUAN HANSEN

Iya, benar cucuku..

AUREL

(Marah) Tapi mengapa..mengapa kalian lakukan ini…

Dan sekarang lihat..lihat apa yang terjadi..

Semua orang-orang yang tidak ada hubungannya dengan semua itu telah menjadi korban..

Tidak sadarkah kalian..

TUAN HANSEN

Ini semua karena kesombongan dan kesalahan yang telah kulakukan..

Aku tidak percaya dan tidak mau mendengarkan warga pada waktu itu..

Bagiku keinginan dan ambisi adalah yang paling penting..

Aku memandang rendah warga dan menganggap semuanya pasti terkendali..

Namun, hingga akhirnya aku harus menanggung akibat dari semua itu.

Aku, kedua puteraku, dan dua orang pembantuku menjadi korban dari kemarahan para arwah yang terperangkap di rumah ini..

Semua arwah yang seharusnya menuju tempat perhentian terakhir terperangkap di rumah ini.

Aku pun juga tersiksa dan terperangkap di tempat ini..

Karena itu, sekaranglah saatnya aku harus menolongmu yang merupakan keturunan darah dagingku…Dengarkan baik-baik cucuku..

TUAN HANSEN

Pergilah kamu ke halaman belakang rumah ini..

Carilah pohon beringin di sana..

Tepat di bawah pohon itu, gali dan carilah sebuah kotak tua yang dikubur di tanah.

Kamu akan menemukan sebuah kotak yang sudah usang..

Dan di dalamnya ada sebuah cermin tua..

Pegang erat-erat cermin itu, jangan sampai lepas dari genggaman tanganmu..

Cermin itu akan melindungimu dari gangguan para arwah di rumah ini..

Aku sudah berbuat bodoh dengan mengubur cermin itu, harusnya cermin itu kuletakkan di atas pintu utama rumah ini agar rumah ini terlindung dari bahaya..

Namun, karena keserakahanku juga, aku menyembunyikan benda itu, karena takut direbut oleh saudaraku yang juga menginginkan benda itu…

Tiba-tiba sosok tuan Hansen dan kedua puteranya perlahan-lahan mulai menghilang.

TUAN HANSEN

Akhh..waktuku sudah habis..

Cepatlah pergi cucuku..Jangan lupa carilah cermin itu..

Pergilah selamatkan diri dari rumah ini..

Pergilah secepatnya…

Ketiga sosok itu akhirnya menghilang.

Aurel masih terlihat sedih memeluk tubuh kedua adiknya.

CUT TO

101. INT. RUMAH AUREL : KAMAR ADIK AUREL. MALAM.

KEVIN, ANDREAN (JENAZAH)

Subjektif Camera melihat suasana di kamar.

Terlihat jenazah Andrean yang mengenaskan.

Kemudian terlihat juga tubuh Kevin yang tak sadarkan diri.

Lalu, perlahan-lahan kesadaran Kevin mulai bangkit.

Jari-jarinya bergerak, diikuti oleh matanya yang terbuka.

Lalu Kevin mencoba bangkit.

Kevin kemudian berdiri sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.

KEVIN

Aaakh..Aku kenapa..

Apa yang terjadi di sini..

Kevin melihat keadaan kamar itu.

Namun, alangkah terkejutnya kevin ketika melihat jenazah Andrean yang membujur kaku.

Kevin tersentak seketika dan segera ke tempat jenazah Andrean.

Kevin meletakkan kepala Andrean dipangkuannya dan berusaha menyadarkannya.

KEVIN

Dre…bangun..sadarlah..

Dre…Dre..bangun..

(Menangis) Tidak..Dre…sadarlah..

Kevin merasa sangat sedih.

Namun Kevin kemudian tersadar mengenai keadaan Aurel dan lainnya.

KEVIN

Aurel..dimana Aurel..

Dimana yang lainnya juga..

Kenapa ga ada di sini..

Kevin segera melepaskan jenazah Andrean dari pangkuannya.

Lalu move keluar kamar itu.

CUT TO

102. INT. RUMAH NENEK AUREL : RUANG TENGAH. MALAM.

AUREL, NEILA, FABIAN, KEVIN, CATHERINE (JENAZAH)

Kevin muncul di ruang tengah.

Kevin melihat Aurel masih menangis, memeluk kedua tubuh adiknya yang tak sadarkan diri.

Kevin move mendekati Aurel yang terduduk sedih itu.

KEVIN

Aurel..Apa yang terjadi..

Kevin membelai wajah dan rambut Aurel. Aurel yang melihat kedatangan Kevin kemudian memeluk Kevin.

Aurel menangis haru mengetahui Kevin baik-baik saja.

AUREL

Syukurlah kamu ga apa-apa..

Aku takut sekali kamu kenapa-kenapa..

KEVIN

Apa yang terjadi, Rel..

Mana yang lainnya..

Catherine, Shera, Tenten, dan Karen.

Mereka dimana ?

AUREL

(Menangis) Mereka..Mereka semua sudah meninggal..

Aurel menununjuk jenazah Catherine di ruang tengah.

Kevin melihatnya merasa terkejut.

Aurel tampak memeluk Kevin dengan perasaan sedih yang mendalam.

Namun segera Aurel tersadar bahwa mereka harus keluar dari kamar itu.

AUREL

(Panik) Cermin..Cermin tua itu.. Kita harus cari cermin itu, Vin..

KEVIN

(Menenangkan) Aurel..Tenanglah..

Coba ceritakan cermin apa itu..

AUREL

Kita harus mendapatkan cermin itu agar dapat keluar dari rumah ini dengan selamat.

Cermin itu satu-satunya yang dapat melindungi kita dari para arwah di rumah ini.

Cermin itu dikubur di halaman belakang.

Kita harus segera mencarinya, Vin.

KEVIN

Dari mana kamu tau tentang cermin itu.

AUREL

Kakek..Kakek Buyutku yang memberitahukannya..

Tadi arwah Kakek Buyutku datang menemuiku.

Sudah tidak ada waktu lagi.

Kita harus mencarinya sekarang..

Aurel segera bangkit dan berdiri.

Lalu Aurel dengan perasaan berat, meninggalkan kedua adiknya.

Aurel dan Kevin move meninggalkan ruang tengah itu.

CUT TO

103. EXT. RUMAH NENEK AUREL : HALAMAN BELAKANG RUMAH. MALAM.

AUREL, KEVIN, SOSOK MENGERIKAN.

Aurel dan Kevin muncul di bagian belakang rumah.

Hujan masih mengguyur dengan derasnya.

AUREL

Vin, cari pohon beringin..

Kita harus ke pohon itu..

Di bawah pohon itulah cermin itu dikuburkan.

Mereka segera menyusuri tepian kolam renang mencari pohon beringin.

Namun Aurel dan Kevin tiba-tiba dihadang oleh sosok yang mengerikan.

Mereka berdua terkejut dan segera mundur ke belakang dan mencari sisi jalan yang lain.

Mereka terus berlari mencari pohon itu.

Akhirnya mereka berdua menemukan pohon itu juga.

Aurel dan Kevin segera menuju pohon itu.

Namun sayang saat sedang berlari menuju pohon itu, Kevin ditarik oleh sosok mengerikan itu.

Kevin dicekik oleh sosok itu.

Aurel panik dan ketakutan.

AUREL

(Berteriak panik) Keviiiiiinnnn….

Tubuh Kevin terangkat oleh sosok mengerikan itu.

Aurel yang panik dan ketakutan kemudian dengan sigap menggali tanah di bawah pohon itu.

Akhirnya Aurel menemukan sebuah kotak dan segera membukanya.

Di dalam kotak itu, Aurel menemukan cermin itu.

Subjektif camera terhadap cermin.

Secepatnya Aurel mengambil cermin itu dan berlari ke tempat Kevin.

Aurel menunjukkan cermin itu pada sosok mengerikan itu.

Cermin itu tampak bercahaya menyilaukan.

Setelah menunjukkan cermin itu, sosok mengerikan itu lenyap.

Tubuh Kevin yang terangkat kemudian terjatuh.

Aurel segera melihat kondisi Kevin.

Kevin tampak batuk-batuk memegang lehernya dengan kedua tangannya.

Aurel segera memanggul bahu Kevin dan segera bergerak masuk ke dalam rumah.

CUT TO

104. INT. RUMAH NENEK AUREL : RUANG TENGAH. MALAM.

AUREL, KEVIN, NEILA, FABIAN.

Aurel dan Kevin muncul di ruang tengah.

Aurel terus memegang cermin itu dengan sangat erat.

Kemudian Aurel dan Kevin menuju ke tempat kedua adik Aurel yang tak sadarkan diri.

Aurel segera menggendong Fabian keluar dari rumah itu.

Sedangkan Kevin mengangkat tubuh Neila.

Namun, saat Aurel menggendong Fabian..

Aurel meletakkan cermin itu di lantai.

Mereka segera move meninggalkan ruangan itu.

Aurel tidak tersadar kalau cermin itu tidak digenggamnya lagi.

Cermin itu ditinggalkan saja olehnya.

Camera memperlihatkan cermin itu di lantai.

CUT TO

105. EXT. RUMAH NENEK AUREL : HALAMAN DEPAN - JALANAN. MALAM.

AUREL, KEVIN, NEILA, FABIAN, PAK BHATARA, BU CLARA.

Aurel yang menggendong Fabian dan Kevin yang mengangkat tubuh Neila muncul dari pintu depan rumah.

Segera mereka melewati halaman depan rumah menuju pintu pagar rumah itu.

Aurel membuka pintu pagar itu.

Kemudian mereka keluar menuju jalanan.

Di tengah guyuran hujan di tengah malam itu.

Aurel berteriak sekeras-kerasnya meminta pertolongan.

Namun tidak ada orang-orang yang mendengar teriakannya.

AUREL

Tolooooong..Tolong Siapapun yang mendengar..

Kami butuh pertolongan..

Toloooong…Hu..hu..hu..

Aurel menangis dan terduduk lemas di jalanan itu, merasa usahanya sia-sia.

Kevin mendekatinya.

Namun di saat mereka sudah merasa putus asa.

Tiba-tiba terdengar suara mobil menuju ke arah mereka.

Aurel melihat cahaya mobil itu dan segera bangkit menuju mobil.

Mobil pun mendekati mereka.

Mobil berhenti dan keluarlah orang yang berada di dalam mobil itu.

Alangkah terkejutnya Aurel, ternyata kedua orang tuanya yang datang.

Aurel merasa senang dan memeluk mamanya.

AUREL

(Menangis) Mamaaaa..

BU CLARA

Apa yang terjadi di sini..

Ada apa dengan kedua adikmu, Rel..

Apa yang terjadi pada Neila dan Fabian.

AUREL

(Menangis) Neila dan Fabian tak sadarkan diri..

Tapi, teman-teman Aurel, semuanya sudah..sudah mati, Ma..

Hu..Hu..Hu..

Aurel terus memeluk tubuh mamanya.

Pak Bhatara lalu menyuruh semuanya masuk ke dalam mobil.

PAK BHATARA

Ayo masuk ke dalam mobil..

Segera kita tinggalkan tempat ini..

Mereka semua akhirnya masuk ke dalam mobil itu.

Lalu mobil pun move dari tempat itu.

Setelah mobil bergerak, subjektif Camera memperlihatkan rumah itu.

CUT TO

106. EXT/INT. JALANAN : DALAM MOBIL. MALAM.

PAK BHATARA, BU CLARA, AUREL, KEVIN, NEILA, FABIAN.

PARA ARWAH, SOSOK MENGERIKAN MBOK KARSIH DAN JOJO.

Tampak mobil berjalan melintasi jalanan.

Di dalam mobil Aurel masih terlihat sedih atas apa yang telah terjadi di rumah itu.

BU CLARA

Sayang, kamu ga apa-apa ?

PAK BHATARA

Kevin, apa yang sebenarnya terjadi di rumah itu..

Dimana teman-teman kalian yang lain..

KEVIN

Semuanya mati mengenaskan di rumah itu, om..

PAK BHATRA

Apaaaaaaaa (terkejut tidak percaya)…

Pak Bhatara dan Bu Clara yang mendengarnya sangat terkejut.

Tiba-tiba, Neila dan Fabian akhirnya sadarkan diri.

Aurel tampak legah sekali kedua adiknya ternyata tidak apa-apa.

Aurel memeluk Fabian yang telah sadarkan diri.

FABIAN

Kak Aurel, ini dimana ?

Fabian takut sekali..

AUREL

Tenang sayang, kita ada di dalam mobil..

Mama dan Papa juga ada..


Fabian yang belum menyadari keberadaan kedua orang tuanya, akhirnya tersadar dan melihat mereka.

Fabian segera memeluk mamanya.

FABIAN

Mamaaa..

Sementara Neila yang tersadar menangis, lalu memeluk Aurel.

Aurel juga ikut menangis sedih.

Namun, Aurel tiba-tiba tersentak ketika dia melihat kaca spion depan mobil.

Aurel teringat pada cermin pusaka itu.

Lalu Aurel menjadi panik dan segera memeriksa keberadaan cermin itu.

AUREL

Akhh..Cermin..Cermin itu ga ada..

Cermin itu terjatuh..

Semua yang melihat Aurel panik merasa heran.

Kemudian saat Aurel melihat dari sisi jendela mobil, terlihat banyak sosok yang mengerikan.

Tiba-tiba dari depan mobil, mereka dikejutkan dengan kemunculan sosok Mbok Karsih dan Jojo yang tampak mengerikan.

Pak Bhatara kehilangan kendali mengemudikan mobilnya.

Akhirnya mobil pun mengarah ke sisi jalan dan menabrak pohon dengan keras.

FADE OUT

FADE IN

107. EXT. JALANAN. MALAM.

AUREL, KEVIN, NEILA, FABIAN.

ARWAH ANDREAN, CATHERINE, TENTEN, SHERA, KAREN, PARA ARWAH LAIN.

Aurel terlihat terbaring di rerumputan pinggir jalan.

Kemudian Aurel tersadar dan bangkit berdiri.

Kepalanya terluka dan berdarah.

Aurel merasa kesakitan dan mencari yang lainnya.

Aurel melihat mobil itu hancur tertabrak pohon.

Aurel segera mendekati mobil itu.

Namun langkahnya terhenti ketika dari arah belakang, Aurel mendengar ada yang memanggil-manggilnya.

CATHERINE

Aurel..Aurel..

Aurel tersentak mendengar panggilan itu.

Aurel membalikkan badannya dan terkejut.

Ternyata Aurel melihat kembali teman-temannya.

Aurel mendekati mereka.

Tetapi, Aurel merasa aneh dengan keadaan teman-temannya.

Semua teman-temannya memakai seragam putih dan tampak wajah mereka pucat dan sedih.

Aurel juga melihat di belakang mereka ada orang lain yang tidak dikenalnya.

TENTEN

Aurel, mari ikut..

Mari kita ke tempat yang seharusnya kita tuju..

Tempat perhentian terakhir kita..

Aurel mendengarnya sangat terkejut.

Kemudian melangkah mundur ke belakang menjauhi mereka.

Aurel tampak panik dan sedih.

Kemudian Aurel menolehkan pandangannya ke dalam mobil itu.

Alangkah terkejutnya Aurel, ternyata semua yang ada di dalam mobil itu sudah tewas bersimbah darah.

Aurel pun terkejut melihat jasadnya di dalam mobil yang juga bersimbah darah dan mati mengenaskan.

Aurel terduduk lemas, menatap langit, dan berteriak histeris sekencang-kencangnya.

AUREL

Tidaaaaaaaaakkk……..!!!

Guyuran hujan terlihat deras berjatuhan dari langit.

ESTABILISH : HALAMAN DEPAN RUMAH TUSUK SATE.

FREEZE !!!

TAMAT

————————————–

Note :

Skenario di atas adalah salah satu partial (Bagian Akhir : Scene 100-107) Skenario Film Layar Lebar yang saya created di pertengahan tahun 2008. Sempat saya kirim ke beberapa PH (Production House). Ada beberapa PH yang menghubungi saya untuk mem-follow-up naskah saya. Namun, karena ada keperluan yang lebih urgent waktu itu (berkaitan dengan suatu kompetisi Nasional), maka panggilan dari PH tidak saya penuhi. Padahal  saya telah satu bulan menantikannya. Saya pun meminta di lain waktu kepada PH yang menghubungi saya. Namun, sampai sekarang pihak PH belum menghubungi saya kembali.

Sebenarnya, ada kekhawatiran naskah saya ini “dimanfaatkan” oleh pihak PH yang saya kirimkan naskah tersebut. Namun, saya tidak mengetahui pastinya, karena saya tidak mengikuti arus perfilm-an bergenre horor yang rilist setiap bulannya. Akhirnya, saya hanya ber-pasrah diri saja terhadap apa yang terjadi. Namun, salah seorang teman sempat mengabarkan bahwa salah satu film layar lebar genre horror yang rilist tahun 2009 memiliki ide dan alur cerita yang hampir sama persis dengan konsep yang saya paparkan dalam lampiran cerita lain dalam skenario saya ini. Waktu itu, kepada pihak PH, saya tidak hanya mengirimkan naskah skenario ini (Misteri Rumah Tusuk Sate) saja, ada beberapa ide dan konsep cerita film yang saya lampirkan di dalamnya, terkait dengan keinginan saya untuk membuat skenarionya di kemudian hari. Mungkin saja, pihak PH tersebut “terinspirasi” dan “mengadopsi” ide dan konsep cerita saya tersebut. Tetapi, ya sudahlah, apa mau dikata, saya hanya mempasrahkan semuanya kepada DIA yang Maha Menggenggam segala sesuatunya. Biarlah DIA saja yang akan membalas atas apa yang telah terjadi.

Karenanya, berkat kejadian itu, hingga sekarang ini, saya menjadi “trauma” dan “parno” jika mengirimkan naskah saya kembali ke pihak PH, ada perasaan takut dan khawatir naskah saya “diambil” dan “dimanfaatkan” mereka.

Sekarang, atas support teman, naskah ini sedang saya kembangkan untuk dibuat novelnya. Beberapa ide dan konsep cerita lainnya telah saya tuangkan dalam naskah skenario film dan novelnya. Tinggal mengembangkan lebih lanjut dan menyempurnakannya kembali. Jika sudah selesai nanti, saya akan mencoba kembali mencari pihak yang mau menerbitkan dan “menggunakannya”. Tentu saja, kali ini saya harus lebih berhati-hati dan tanggap terhadap segala sesuatunya. Mohon dukungan dan do’anya, ya! Hehe.. LOL..!!!

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat!

Salam Hangat,

cupi.adventurer@gmail.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Main ke Jogja, Mari Mampir ke Youthphoria …

Widioke | | 01 November 2014 | 13:09

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

DIY = Do It Yourself, Cara Membuat Teh …

Gitanyali Ratitia | | 01 November 2014 | 17:24

Inilah 5 Pemenang Voucher Belanja Buku di …

Kompasiana | | 01 November 2014 | 19:54


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 10 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 11 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 12 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Inilah 5 Pemenang Voucher Belanja Buku di …

Kompasiana | 8 jam lalu

I Love My Job and I Love My Small Team …

Adolf Isaac Deda | 9 jam lalu

Pemimpin untuk Kepentingan Bersama dan atau …

Adrian Mamahit | 9 jam lalu

Nangkring “Tokoh Bicara”: Bupati …

Kompasiana | 9 jam lalu

Puisi untuk Pergantianmu …

Salimun Abenanza | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: