Back to Kompasiana
Artikel

Film

Septian Dhaniar Rahman

Seorang karyawan biasa sekaligus pengarang novel satire spionase TUAN BONG Bisa juga ditemui di http://novelismelankolis.blogspot.com selengkapnya

Kriteria Film Bagus

OPINI | 09 February 2011 | 11:48 Dibaca: 1060   Komentar: 3   1

Sebagai pecinta film, tentu setiap orang termasuk saya mempunyai kriteria mengenai definisi sebuah film bagus yang berarti bermutu dan berkualitas. Susahnya, tak semua orang berpendapat sama karena selera menjadi masalah bagi setiap pribadi masing-masing. Karena merupakan opini pribadi, maka sangat sah jika saya menentukan kriteria film bagus seperti yang akan saya beberkan berikut ini.

Satu hal awal yang ada pada sebuah film bagus tentulah cerita yang bagus pula. Di dalam cerita yang bagus kita bisa menemukan sebuah karakter atau tokoh film yang menjadi protagonis utama. Kita mengikuti jalan cerita film melalui karakter atau protagonis utama ini. Dalam cerita yang bagus tentu juga ada plot cerita yang menggerakkan tokoh utama cerita terutama mengenai motivasinya. Kalau sudah ada karakter utama lalu apa yang dia ingin capai dan rintangan apa yang harus dia lalui untuk mencapai tujuan utamanya tersebut. Film bagus biasanya berakhir dengan keberhasilan sang tokoh utama mengatasi berbagai masalah, hambatan dan rintangan yang menimpanya entah itu terjadi dalam suasana bahagia maupun susah.

Bila cerita sudah mengalir lancar dan bisa membawa emosi para penonton, begitu pula dengan para aktor dan aktris berhasil memainkan perannya dengan baik, dengan sendirinya film itu akan mendapat penilaian bagus dari penonton maupun kritikus film. Dalam artian kompletlah cerita dalam film tersebut. Durasi atau lama waktu putar juga bisa menentukan bagus tidaknya film karena kalau sebuah film bagus dengan durasi terlalu lama tentunya membuat film jadi membosankan.

Ada berbagai genre dasar dalam film seperti drama, komedi, aksi, juga horror dan fantasi. Masing-masing genre tersebut memiliki kriteria tersendiri. Kalau untuk genre drama tentunya harus mengetengahkan drama dengan baik, lengkap dengan berbagai perwatakan tiap tokoh, serta alur cerita yang tepat sasaran, dan satu hal, drama harus bisa menguras emosi penonton, membangkitkan rasa romansa di hati penonton jika drama tersebut merupakan drama percintaan. Untuk genre komedi, tentunya mirip dengan drama, hanya saja harus ada unsur-unsur komedi yang menghidupkan cerita, minimal harus lucu yang lepas, lucu yang benar-benar segar. Sementara untuk genre aksi, paling tidak ada cerita drama yang menjadi latar belakang dan sumber motivasi atau konflik yang nantinya sinergis dengan berbagai adegan aksi yang tentunya mendominasi cerita. Horor? Nah ini dia. Cerita yang bagus lalu adakan bumbu adegan menakutkan, pokoknya yang membikin ketakutan luar biasa bagi penonton yang sebaiknya logis. Sedangkan untuk genre fantasi, tentunya imajinasi tanpa batas adalah jualan utamanya. Wujudkan berbagai khayalan yang sangat tak masuk akal, ataupun yang mendekati nalar dan padukan dengan cerita yang baik.

Demikianlah pendapat saya mengenai kriteria film bagus. Kalau anda bertanya pada saya contoh film bagus seperti apa yang mewakili lima genre utama film tersebut di atas, berikut saya sertakan contohnya.

Drama:

Lawrence of Arabia (1962), The Sound of Music (1965), The Godfather (1972), Chinatown (1974), All The President’s Men (1976), Rocky (1976), Ordinary People (1980), Gandhi (1982), Out of Africa (1985), Platoon (1986), Rain Man (1988), Driving Miss Daisy (1989), Dances With Wolves (1990), Forrest Gump (1994), Pulp Fiction (1994), The Shawshank Redemption (1994), The English Patient (1996), A Beautiful Mind (2001), Chicago (2002), The Aviator (2004), Up in the Air (2009), The Social Network (2010).

Komedi:

MASH (1970), Blazzing Saddles (1974), Smokey and the Bandit (1977), 9 to 5 (1980), Animal House (1978), Airplane! (1980), Police Academy (1984), The Naked Gun! (1988), Hot Shots! (1991), Breakfast at Tiffany’s (1961), When Harry Met Sally (1989), Home Alone (1990), The Sting (1973), Ace Ventura (1994), Dumb and Dumber (1994), Scary Movie (2000).

Aksi:

Bullitt (1968), The French Connection (1971), The Towering Inferno (1974), The Poseidon Adventure (1972), Apocalypse Now (1979), Raiders of the Lost Ark (1981), Romancing the Stone (1984), Top Gun (1986), Die Hard (1988), Lethal Weapon (1987), The Untouchables (1987), Beverly Hills Cop (1984), Unforgiven (1992), The Fugitive (1993), Speed (1994), Se7en (1995), Mission:Impossible (1996), The Rock (1996), Gladiator (2000).

Horor:

Psycho (1960), Rosemary’s Baby (1968), The Exorcist (1973), Halloween (1978), The Shining (1980), Poltergeist (1982), Ghostbusters (1984), Gremlins (1984), Beetlejuice (1988), Bram Stoker’s Dracula (1992), The Mummy (1999), Sleepy Hollow (1999), The Sixth Sense (1999), Sweeney Todd (2007), District 9 (2009).

Fantasi:

Avatar (2010), Planet of the Apes (1968), Star Wars (1977), Alien (1979), ET:The Extra Terrestrial (1982), Blade Runner (1982), Back to the Future (1985), Brazil (1985), Independence Day (1996), RoboCop (1987), Who Framed Roger Rabbit? (1988), Total Recall (1990), The Mask (1994), Men in Black (1997), The Matrix (1999), The Lord of the Rings (2001), Minority Report (2002), Inception (2010), The Dark Knight (2008), Superman (1978), Batman (1989), Spider-Man (2002), Harry Potter and the Sorcerer’s Stone (2001), The Incredibles (2004), Toy Story (1995), Beauty and the Beast (1991), Wall-E (2008), Up (2009), Aladdin (1992), War of the Worlds (2005), Charlie and the Chocolate Factory (2005), Alice in Wonderland (2010), The Curious Case of Benjamin Button (2008), Transformers (2007).

Sekali lagi ini hanyalah opini pribadi saya lho.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perpu Pilkada Adalah Langkah Keliru, Ini …

Rolas Jakson | | 01 October 2014 | 10:25

3 Kesamaan Demonstrasi Hongkong dan UU …

Hanny Setiawan | | 30 September 2014 | 23:56

Punya Ulasan Seputar Kependudukan? Ikuti …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:29

Kompasiana “Mengeroyok” Band Geisha …

Syaiful W. Harahap | | 01 October 2014 | 11:04

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 8 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 10 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 10 jam lalu

Beraninya Kader PAN Usul Pilpres oleh MPR, …

Sahroha Lumbanraja | 11 jam lalu

Guru Pukul Siswa, Gejala Bunglonisasi …

Erwin Alwazir | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

[DAFTAR ONLINE] Kompasiana Nangkring Bareng …

Kompasiana | 7 jam lalu

Menjadikan Negeri Sejuta Penulis Tewat Tagar …

Benny Rhamdani | 7 jam lalu

Perkenalkan, Namaku Angin… …

Ani Istiqlalia | 7 jam lalu

Berkurban Itu untuk Siapa …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Surat Pembaca: Over Charge Speedy Telkom di …

Ayu Septyani | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: