Back to Kompasiana
Artikel

Film

Niken Satyawati

Ibu 4 anak, tinggal di Solo. Memimpikan SEMUA anak Indonesia mendapat pendidikan layak: bisa sekolah selengkapnya

Shawshank Redemption: Film Paling Berkesan Bagi Saya

REP | 31 March 2011 | 14:43 Dibaca: 1055   Komentar: 62   5

13015393391828130221

Andy Dufresne & Red. (Courtesy of movies.zap2it.com)

Banyak. Banyak sekali film yang berkesan bagi saya. Biasanya film yang berkesan bagi saya adalah film yang sarat makna akan pentingnya kasih sayang, menghargai perbedaan, dan satu lagi yang sangat penting: MEMOTIVASI. Indikator bahwa saya sangat berkesan adalah saya membeli DVD originalnya, jadi sewaktu-waktu butuh tontonan berkualitas, refreshing dan motivasi, saya bisa memutarnya.

Dari sekian DVD film yang saya koleksi, ada satu film yang memiliki pesan, agar orang selalu bersikap positif dalam segala kondisi. Film itu adalah  Shawshank Redemption. Disutradarai oleh Frank Darabont, film yang dibuat tahun 1994 ini dibintangi Tim Robbins yang memerankan tokoh utamanya, Andy Dufresne, dan Morgan Freeman sebagaisahabat Andy bernama Red.

Film ini diadaptasi dari sebuah cerita pendek karya Stephen King. Kisahnya ber-setting pada tahun 1947 di Maine, Amerika Serikat. Adegan dimulai ketika seorang bankir muda nan ganteng yang kariernya sedang bersinar, Andy Dufresne dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Dia didakwa pembunuh istrinya dan juga pria selingkuhan istrinya itu, padahal sebenarnya bukan dia pelakunya. Andy kemudian dikirim ke sebuah penjara bernama Shawshank Prison, dipimpin Sipir Samuel Norton yang jahat.

Di tempat yang tak pernah terbayangkan ini, Andy mulanya kesepian. Namun ia lalu menyadari bahwa harapan selalu ada. Bersahabat dengan Red, narapidana seumur hidup lain, harapan itu menjadi berkembang. Red menjadi teman Andy dalam suka dan duka. Belasan waktu sempat dilalui Andy dan Red.Andy yang selalu berpikir positif tak membuang waktu sia-sia. Dia menawarkan diri mengelola perpustakaan penjara secara suka rela.

Titik terang datang. Kemampuan mengatur finansial yang dimiliki membuat Andy mendapatkan teman dari kalangan penjaga penjara, Hadley (Clancy Brown) lantaran membantu Hadley meminimalisasi pembayaran pajak secara legal. Akhirnya semua pegawai bahkan pimpinan penjara Shawshank meminta bantuan Andy untuk kasus yang sama. Bahkan Andy dipercaya Tidak lama kemudian penjaga penjara lain baik dari ShawshankPrison maupun beberapa penjara terdekat meminta advis keuangan dari Andy. Sehingga Andy diberi ruang tersendiri untuk mengerjakan berkas keuangan para penjaga, di balik kedok mengelola sebuah perpustakaan.

Sipir Norton yang sadar akan potensi Andy lalu memintanya melakukan pencucian uang untuk memperkaya diri. Tetapi Andy tetap punya impian sendiri yang dirahasiakan dari siapapun, kecuali Red. Kisah yang penuh adegan tak terduga ini berakhir dengan happy ending berkat kesabaran, ketelatenan dan sikap positif Andy.

Apa yang bisa kita pelajari dari film Shawshank Redemption?

1. SIKAP PANTANG MENYERAH

Dalam kondisi sangat terjepit, dipenjara seumur hidup, permohonan ampunan selalu ditolak, Andy dan Red tak pernah menyerah. Dia terus memupuk harapan. Harapan itu akhirnya menjadi kenyataan. “Hope is a dangerous thing. Hope can drive a man insane,” kata Red. Orang yang memiliki harapan itu berbahaya, karena mendorong seseorang untuk memiliki bertindak gila demi mewujudkannya. :)

2. TAK MEMBUANG WAKTU PERCUMA

Dipenjara dalam waktu yang sangat lama, namun Andy  selalu bisa memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang berguna. Membaca, mengelola perpustakaan, membantu kawan menyelesaikan persoalannya dll.

3. KESABARAN

Penonton akan menyaksikan bahwa kesabaran akan membuat hal yang tak mungkin menjadi mungkin. Bagaimana Andy akhirnya keluar dari penjara karena dia begitu sabar. Namun maaf secara teknis tak akan saya gambarkan adegan bagaimana dia keluar dari penjara, agar yang belum menonton mengalami kejutannya.

4. KEINDAHAN DALAM PERBEDAAN

Persahabatan antara Andy yang kulit putih dari kalangan “atas” dengan Red yang kulit hitam dari kalangan “bawah” adalah pesan nyata dalam film ini, bahwa perbedaan bukan alasan bagi orang untuk tak mau bergaul dan bersahabat. Mari jadikan hidup kita indah dengan bergaul dengan siapa saja.

Kapan ya Indonesia punya film sekualitas ini?

Anyhow: Selamat HARI FILM (NASIONAL)!

Salam hangat.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 3 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 4 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 4 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 8 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Tips COD (Cash on Delivery) an untuk Penjual …

Zanno | 9 jam lalu

DICKY, Si Chef Keren dan Belagu IV: Kenapa …

Daniel Hok Lay | 9 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 10 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: