Artikel

Film

Eko Sutrisno Hp

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Blogger Jogja, Cikarang Bekasi, owner Mie Sehati (http://miesehati.com).|. Anggota komunitas TDA, Blogger Cikarang-Bekasi, Kompasiana dan Komunitas CiMart.|. Blog pribadi http://ekoshp.com berbagi ilmu, gadget, antivirus dll.|. http://eshape.wordpress.com/ | eko.eshape@gmail.com

“Don’t be Afraid of the Dark” (Resensi Film)


OPINI | 18 January 2012 | 21:55 Dibaca: 152   Komentar: 3   Nihil

Ini adalah sebuah film yang tanpa sengaja aku tonton. Sebuah film horor yang bernuansa ngepop. Keinginanku untuk menonton film dan keterbatsan waktu yang kupunyai membuat aku memutuskan untuk nonton film yang paling cepat mainnya agar cepat pulangnya juga.

Alhamdulillah, ternyata pilihanku cukup tepat. Ini adalah sebuah film horor yang ngepop, tidak terlalu horor tapi cukup menegangkan. Maklum, aku termasuk orang yang tidak suka film horor. Gimana mau suka, sudah nonton pakai membayar, eh di sepanjang film malah ditakut-takutin.

dont be afraid of the dark 1

Kisah dimulai pada beberapa puluh atau ratus tahun yang lalu dan kemudian dipadukan dengan kejadian saat ini. Ini kisah seorang pelukis natural yang di akhir hayatnya berubah menjadi penulis dengan aliran yang sangat berbeda.

Rumah pelukis itu akhirnya jatuh ke tangan seorang arsitek yang sudah menanamkan semua uangnya ke rumah itu. Saat keinginan untuk menjual rumah harus segera tuntas, saat itulah teror makin memuncak terhadap anak sang arsitek.

Rumah berhantu itu memang tidak layak huni, sayangnya hanya satu orang gadis kecil yang tahu bahwa ada makhluk seram di rumah itu. Seekor makhluk kecil seram, jahat dan kejam. Makhluk dari neraka yang kejam itu memang mempunyai kelemahan yaitu takut sinar, tapi siapa yang tahu? Hanya si gadis kecil yang tahu dan semua orang tidak ada yang mempercayai apa kata si gadis kecil.

Kerinduan akan ibu di rumah, kecanduan obat dan segala macam hal buruk lainnya membuat si gadis kecil jadi tidak dipercayai telah bicara dengan benar. Celakanya, si gadis kecil ini terlalui berani, sehngga dia ingin mengungkap rahasia makhluk kecil itu sendirian. Celakanya lagi, si makhluk kecil semakin pandai menghindari cahaya.

Ini memang sebuah film yang patut diduga endingnya, tapi sang sutradara mengemasnya cukup rapi, sehingga kita dibuat penasaran oleh kekeras kepalaan sang Ayah yang tidak mau mendengar apa kata anak gadisnya. Ketika semakin banyak yang percaya, maka kondisi sudah begitu runyamnya.

Sang penjaga rumah yang tadinya berniat tidak mau menceritakan keangkeran rumah itu, aklhirnya membuka mulutnya. Meskipun yang diberikan bukan kisah tentang rumah itu tetapi sebuah teka teki di musium, namun apa yang diucapkan cukup membantu menelusuri keberadaan makhluk kecil dan jahat itu.

dont be afraid of the dark 2

Kisah menjadi semakin seru ketika kondisi di rumah sudah makin tidak terkontrol sementara itu sang Ayah akhirnya juga harus percaya pada keberadaan makhluk itu. Sayangnya semua sudah terlambat. Lalu bagaimana kisah si gadis kecil yang sendirian menghadapi rombongan makhluk kejam itu?

Tidak seru kalau dijawab disini. Silahkan tonton sendiri film horor yang ngepop ini. Ada memang beberapa adegan yang sadis, tetapi adegan itu tidak mewarnai seluruh film. Jadi cukup aman ditonton oleh para pemula di bidang film horor.

Selamat menonton.

+++

Sumber gambar : FB Don’t be afraid of the dark

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: