Back to Kompasiana
Artikel

Film

Farid Wadjdi

Lulusan arsitek yang bekerja di perusahaan kontraktor nasional. Mengelola blog "Bedah Rumah" yang membedah segala selengkapnya

Tak Selamanya Bintang Hollywood Itu Liberal

OPINI | 01 July 2012 | 15:31 Dibaca: 905   Komentar: 12   2

Selama ini kita mengenal kehidupan liberal di kalangan selebriti Hollywood, baik dalam gaya hidupnya, maupun dalam pandangan hidupnya. Budaya seks bebas bukan lagi yang tabu di kalangan mereka. Kehidupan hedonis, di mana kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia, juga telah menjadi hal yang biasa bagi mereka. Norma-norma konservatisme bukan lagi hal yang penting bagi mereka. Dan ironisme, kehidupan seperti ini juga tampak pada kalangan selebriti di Indonesia.

Namun baru-baru ini muncul fakta yang mengejutkan. Bahwa sebagian dari bintang-bintang Hollywood ternyata masih memegang norma konservatisme. Setidaknya hal ini terlihat pada kasus perceraian Katie Holmes dan Tom Cruise.

Seperti terlansir Huffington Post, ketaatan Tom Cruise terhadap kepercayaan Saintologi yang semakin melekat membuat Katie Holmes takut putrinya akan dibawa masuk ke dalam kepercayaan itu. Hal tersebut membuatnya mengambil keputusan untuk bercerai demi masa depan putri mereka. Dikabarkan usia puteri mereka Suri (6) cocok untuk mulai dibekali kepercayaan Saintologi itu, sedangkan Katie Holmes tak ingin anaknya dipaksa memeluk satu agama tertentu.

Sebelumnya, Katie Holmes melalui pengacaranya mengatakan perceraian mereka adalah masalah yang sangat pribadi. “Dan bagi Kate yang terpenting hanyalah perkembangan putri semata wayangnya,” kata Jonathan Wolfe. Selain mengajukan cerai, aktris cantik yang terkenal melalui film remaja Dawson Creek ini juga menuntut hak asuh penuh atas anaknya.

Katie Holmes rupanya tidak main-main dengan gugatan cerainya terhadap suaminya, Tom Cruise. Dalam berkas gugatan cerai yang dilayangkan pada Kamis (28/6/2012) lalu di New York, Katie (33) menyebutkan alasan standar “perbedaan yang tak dapat didamaikan” sebagai penyebab perpisahannya dengan Cruise. Lebih dari itu, Katie menuntut hak pengasuhan anak terhadap putri mereka satu-satunya, Suri (6).

Pengacara perceraian, Vikki Ziegler, menganggap keputusan Katie tersebut sangat tidak diduga, tetapi mengirimkan suatu pesan yang sangat spesifik. “Ini langkah yang sangat agresif dari pihak Katie. Standar pengajuan perceraian adalah hak pengasuhan bersama, dengan Katie sebagai orangtua yang tinggal bersama anak,” tutur Ziegler pada majalah Us. “Biasanya hak asuh satu-satunya diminta ketika salah satu orangtua tidak ingin menyakiti orangtua yang lain, atau memiliki bukti bahwa salah satu pihak tidak mampu (mengurus anak).”

Pesan Di Balik Gugatan Cerai Katie Holmes

Katie Holmes sendiri adalah seorang penganut Katolik yang taat, meskipun pernah dilaporkan tertarik dengan agama Scientology yang dianut oleh Cruise. Ketika pada akhirnya Katie memutuskan gugatan cerai (sesuatu yang ditabukan dalam agama Katolik), pasti ada masalah berat bagi Katie untuk meneruskan mahligai rumah tangganya.

Tuntutan hak asuh anak secara penuh oleh Katie juga bukan hal yang biasa dalam hukum perceraian di Amerika. Ini jelas menunjukkan kekhawatiran Katie atas perbedaan keyakinan di antara keduanya.

Seperti disampaikan oleh pengacara perceraian dari pihak Tom Cruise, “Biasanya hak asuh satu-satunya diminta ketika salah satu orangtua tidak ingin menyakiti orang tua yang lain, atau memiliki bukti bahwa salah satu pihak tidak mampu (mengurus anak).”

Sedangkan kita tahu bahwa Tom Cruise bukanlah tipe orang yang tidak mampu mengasuh anak, baik dari segi finasial maupun dalam hal kemampuan mengasuh anak secara psikologis. Tom Cruise juga bukan tipe laki-laki yang tidak bertanggung jawab. Selain itu Cruise juga tidak memiliki perilaku negatif yang akan berdampak negatif bagi perkembangan psikologis anaknya.

Kali ini kita ditunjukkan oleh suatu fakta yang mengejutkan tentang kehidupan kalangan selebriti Hollywood. Bahwa ternyata masih ada bintang Hollywood yang memegang nilai-nilai konservatisme, seperti ditunjukkan oleh Katie Holmes. Katie Holmes tidak seperti bintang lain yang menganggap agama sebagai atribut artifisial, yang memisahkan agama dari kehidupan sosialnya. Katie masih memikirkan pola asuh anaknya dalam hal perkembangan keyakinannya.

Hal ini sangat bertolak belakang dengan Madonna misalnya. Madonna, yang dibesarkan dalam lingkungan Katolik, justru sering menampilkan teatrikal video klipnya yang menyinggung dan cenderung menghina agama Katolik, atas nama kebebasan berekspersi.

Bagi saya, ini menunjukkan fakta yang menggugah sikap saya dalam memegang sebuah prinsip. Dalam beberapa hal tentang pemikiran sosial dan agama, saya cukup terbuka untuk menerima pemikiran yang progresif. Namun dalam hal prinsip keluarga dan norma sosial, saya masih tetap memegang etika konservatisme.

Bagaimana pula tanggapan pembaca atas hal ini ………?

—————————-

Sumber: kompas.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 10 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 11 jam lalu

Anies Baswedan Sangat Pantas Menjadi …

S. Suharto | 12 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: