Back to Kompasiana
Artikel

Film

Irvan Sjafari

Saat ini bekerja di sebuah tabloid komunikasi dan pernah bekerja di sejumlah media sejak 1994. selengkapnya

Review Film Tanah Surga.. Katanya: Potret Nasionalisme di Perbatasan

HL | 25 August 2012 | 19:39 Dibaca: 7318   Komentar: 9   3

13458801991769765332

Tanah Surga…Katanya (Kredit Foto www.21cineplex.com)

Judul Film : Tanah Surga Katanya

Sutradara : Herwin Novianto

Bintang : Osa Aji Santoso, Fuad Idris, Ence Bagus, Ringgo Agus Rahman, Astri Nurdin

Rated : **** (Excellent)

Bukan lautan hanya kolam susu katanya/Tapi kata kakekku hanya orang kaya yang minum susu/Tiada badai tiada topan yang kau temui/ kain dan jala cukup menghidupimu/Tapi kata kakekku ikannya diambil negara asing/ ikan dan udang menghampiri dirimu..katanya/Tapi kata kakekku ssh..ada udang di balik batu/Orang bilang tanah kita tanah surga..katanya/Tapi kata dokter Intel yang punya surge hanya pejabat-pejabat…

Puisi yang dibacakan Salman (Osa Aji Santoso) menghentak di tengah seremoni kunjungan para pejabat di sebuah desa terpencil di Kalimantan Barat dekat perbatasan Malaysia. Wajah pejabat (yang diperankan oleh Deddy Mizwar ) begitu gusar namun berupaya menyembunyikan ketersinggungannya. Puisi itu adalah pesan film besutan Herwin Novianto dan diproduseri oleh Deddy Mizwar bersama Gatot Brajamusti.

Intinya negara tidak saja gagal menjamin kebutuhan dasar masyarakat, tapi juga lalai membangun identitas kolektif bernama bangsa di daerah perbatasan. Hidup di perbatasan Indonesia Malaysia membuat persoalan tersendiri, karena masih didominasi oleh keterbelakangan dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Konflik indetitas pun terjadi. Haris (Ence Bagus) duda beranak dua berupaya mengajak kedua anaknya Salman dan Salina (Tissa Biani Azahra) dan ayahnya Hasyim (Fuad Idris) untuk pindah ke Malaysia yang di matanya adalah surga. Di sana dia mengklaim sudah punya kedai bahkan sudah menikahi seorang wanita Malaysia. Namun Hasyim mantan sukarelawan Indonesia yang terlibat dalam konfrontasi Indonesia-Malaysia 1960-an silam menampik mentah-mentah.

Mengapa tidak sekalian kau pindahkan kuburan ibu dan istrimu? Cetus Hasyim dengan berang berang. Bagi dia Indonesia tetap surga sekalipun Haris membantahnya dan bilang surga adalah milik Jakarta. Akhirnya hanya salina yang ikut ayahnya. Salman memilih tinggal bersama kakeknya.

Tokoh lain dalam film ini adalah Astuti (Astri Nurdin) seorang guru yang ditempatkan di desa itu mendapatkan kenyataan sekolah yang tidak layak. Sebuah ruangan dibagi dua dengan sekat menjadi kelas tiga dan kelas empat SD. Yang paling menyedihkan bukan hanya bangunan yang lantai jebol, tetapi sebagain besar anak-anak tidak tahu bendera Merah Putih seperti apa.

Anwar (Ringgo Agus) juga begitu. Dokter yang emngabdi di desa terpencil ini bingung penduduk lebih mengenal ringgit, ketika dia diminta mengajar anak-anak mendapatkan bahwa mereka tidak tahu lagu Indonesia Raya dan lebih kenal Kolam Susu-nya Koes Plus. Ternyata sekolah satu-satunya itu pernah vakum selama setahun. Dokter Anwar juga menyadari untuk ke rumah sakit butuh waktu dan biaya tinggi dengan perahu ketiak ia hendak membawa Hasyim ke rumah sakit.

13458802681024118494

Salah satu adegan Tanah Surga…Katanya (Kredit Foto Database.blogspot)

Tanah Surga…Katanya lebih tepat sebuah film fiksi dengan pendekatan dokumenter. Banyak adegan yang menyentuh bagi mereka yang punya hati untuk bangsa ini. Saya tersentuh ketika Slman berkeras menebus bendera Merah Putih yang dipakai kain pembungkus barang seoarng penduduk pribumi di kawasan Mayasia dengan kain sarung. Bendera itu kemudian di bawahnya sambil berlari ke negerinya diiringi lagu Tanah Air-nya Ibu Sud. Adegan ini mengingatkan saya pada ending film besutan Deddy Mizwar juga Alangkah Lucu-nya Negeri ini yang juga menggunakan lagu ini.

Tanah Surga …Katanya sarat menggambarkan pandangan nasionalisme ala Deddy Mizwar. Adegan ketika Hasyim berdiri tegak ketika bendera Merah Putih dikerek diiringi lagu Indonesia Raya mengingatkan saya pada adegan ketika Naga Bonar tetap tegak meski tubuhnya mau limbung ketika bendera ditegakan dalam film Naga Bonar Jadi 2. Sama-sama menyuarakan kecintaan terhadap bangsa dan negri ini. Herwin mengadopsi adegan itu tampaknya.

Ada bumbu romantis tetapi tidak berlebihan antara Anwar dan Astuti. Cukup lewat pemberian sebotol shampoo dan pujian terhadap rambut Astuti yang panjang oleh dokter itu.

Namun adegan yang paling dahsyat ialah ketika Haris bersorak-sorak bersama ratusan warga Malyasia menyaksikan kesebesalan itu menekuk Squad Garuda, di seberang sana Hasyim menhembuskan nafasnya terakhir dalam perjalanan yang sulit ke rumah sakit dengan perahu di antar Anwar, Salman dan Astuti. Sementara Salina menggambar Haris, dia, Salman dan Kakeknya berdiri tegak dengan bendera Merah Putih di depan sebuah rumah.

Dalam keadaan apa pun jangan kehilangan kecintaan pada negeri ini. Salina tetap mencintai Indonesia.

Tanah Surga…Katanya sebuah film yang bagus. Dari segi acting bagus. Salut untuk peran natural Osa Aji santoso, serta Ence Bagus. Tentunya juga Fuad Idris sebagai Hasyim. Saya film ini kira termasuk salah satu Film Indonesia yang terbaik pada 2012 ini. Sayangnya dari jumlah penonton, dari empat film Indonesia yang disajikan menyambut hari lebaran, film ini tidak terlalu banyak dilirik.

Irvan Sjafari

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 8 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 9 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 10 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Photo-Photo: “Manusia Berebut Makan …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Kisruh di DPR: Jangan Hanya Menyalahkan, …

Kawar Brahmana | 8 jam lalu

Saran Prof Yusril Ihza Mahendra Kepada …

Thamrin Dahlan | 8 jam lalu

Korupsi yang Meracuni Indonesia …

Cynthia Yulistin | 8 jam lalu

MA Pasti Segera Bebas, Karena Kemuliaan …

Imam Kodri | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: