Back to Kompasiana
Artikel

Film

Puri Areta

I remember when you say beautiful words for me that our love is the only selengkapnya

Nonton Film Perahu Kertas 2, Banjir Air Mata

REP | 12 October 2012 | 09:55 Dibaca: 3747   Komentar: 13   6

Nonton film Perahu Kertas 2 seperti melihat film dongeng rasanya. Semuanya menemukan cintanya masing-masing dan berakhir bahagia. Bagi orang yang terbiasa menonton film yang penuh dengan intrik tokoh si jahat versus tokoh si baik, maka pasti merasakan film Perahu Kertas 1dan 2 alur ceritanya datar-datar saja.

Memang begitulah kenyataannya, baik dalam versi buku novelnya maupun versi layar lebarnya, Perahu Kertas 1 dan 2 jauh dari adegan intrik, licik, dan kekerasan. Ya, ini bisa terjadi karena dalam Perahu Kertas tidak ada tokoh si jahat alias antagonis. Semua tokoh menjadi manusia apa adanya yang memiliki rasa cinta, cemburu, sedih, dan bahagia.

Tak heran, sebab Dewi Dee Lestari, sang penulis novel memang pada dasarnya adalah tipe penulis yang nyaris mengakhiri semua tulisannya dengan happy ending. Kekuatan alur cerita memang tetap penting bagi seorang penulis besar sekelas Dee, namun lebih dari semua itu yang terpenting bagi Dee adalah pesan dari cerita  tersebut.

Walaupun tidak ada satu pun tokoh antagonis yang muncul dalam film ini, bagi yang hendak menonton film Perahu Kertas 2 sangat dianjurkan untuk menbawa tissue atau sapu tangan karena akan banjir air mata lantaran menangis terharu.

Dee yang menulis langsung naskah film ini piawai memainkan emosi penonton. Jikalau penonton dibuatnya menangis, bukan menangis karena sedih, tapi tangis bahagia.

Film Perahu Kertas 1 dan 2 ini memang Dee banget. Dee pada dasarnya sejak kecil hingga remaja (dan berlanjut hingga sekarang) adalah penggemar film-film yang berakhir happy ending.

Kalaulah ada yang kurang dari film ini hanyalah tidak ada adegan perpisahan yang mengharukan antara Keenan dengan Oma-nya yang asli Belanda. Mungkin pertimbangannya biaya produksi yang membengkak jika harus syuting di Belanda. Dalam Perahu Kertas versi novel dikisahkan si Oma adalah warga negara Belanda dan menetap di Belanda.

***

Untuk menyambung ingatan penonton pada film Perahu Kertas 1 sebelumnya, maka film Perahu Kertas 2 diawali dengan adegan Kugy kecil yang perankan oleh Afikah yang sedang melarung perahu kertas bertuliskan surat yang ditujukan untuk Neputus di lautan.

Ada potongan adegan bertemunya kembali Kugy (Maudy Ayunda) dan Keenan (Adipati Dolken) dalam sebuah acara perkawinan sahabat mereka yaitu Noni (Sylvia Fully R) dan Eko (Fauzan Smith). Pertemuan ini adalah untuk yang pertama kalinya sejak Kugy dan Keenan berpisah di Bandung tiga tahun yang lalu.

Kuggy menyelesaikan kuliahya di Bandung sambil memendam cintanya yang bertepuk sebelah tangan terhadap si pelukis, Keenan. Sampai pada vase ini, Keenan dan Kugy belum pacaran, mereka hanya bersahabat.

Keenan akhirnya kembali ke Jakarta setelah belajar melukis di Bali dengan Wayan (Tio Pakusadewo). Keenan memutuskan kembali karena ayahnya, Adri (August Melasz) terkena serangan stoke. Bisnis keluarga harus ia lanjutkan.

Saat berpisah dengan Kugy, selama tiga tahun Keenan menjalin cinta dengan gadis asli Bali yang berwajah eksotik. Gadis itu bernama Luhde (Elyzia Mulachela), keponakan Pak Wayan.

Kugy yang sudah lulus kuliah itu menerima cinta Remy (Reza Rahadian), atasannya di sebuah biro iklan kelas kakap. Namun di hati Kugy yang paling dalam, cintanya tidak bisa diberikan oleh siapa pun. Hanya Keenan pemilik cintanya.

Cinta adalah masalah hati. Cinta tidak bisa dipaksakan. Akhirnya Remi pun tahu bahwa cinta Kugy bukan untuknya. Sebagai lelaki dewasa, Remy rela melepaskan Kugy yang sangat dicintainya itu untuk menjadi kekasih Keenan.

Dan Keenan pun sebetulnya mencintai Kugy sejak awal bertemu. Kugylah yang telah memberi inspirasi bagi kanvas lukisannya. Hanya Kugy satu-satunya perempuan yang membuat hidupnya bertabur kebahagian.

Luhde pun pergi dengan sedih. Namun akhirnya menemukan pria Bali yang sungguh-sungguh mencintainya.

Bagaimana dengan Remy, mantan pacar Kugy? Setelah melalui perang batin yang tidak mudah, akhirnya Remy bangkit dari kesedihannya. Saat hatinya membuka diri, barulah dia tersadar bahwa Siska (diperankan oleh Sharena), teman semasa kecilnya itu adalah wanita yang selalu ada disaat susah maupun senang. Dia belajar mencintai Siska.

Hebohnya, film Perahu Kertas 2 ini sambutannya luar biasa. Penonton yang sudah menonton Perahu Kertas 1 tetap antusias menyaksikan kelanjutan ceritanya dengan mendatangi bioskop untuk Perahu Kertas 2.

Selamat ya Dee untuk suksesnya ini.

Kabarnya, kesusksesan Perahu Kretas 1 dan 2 ini dikemudian hari kemungkinan besar akan dilanjutkan pada film layar lebar: ‘Perahu Kertas 3′ yang bukan versi novel (sebab ceritanya sudah tamat di Perahu Kertas2).

Loh kok ada Perahu Kertas 3? Apa cerita yang mau diangkat? Hm…bocorannya adalah Perahu Kertas 3 versi keluarga Sakinah.

Akankah Perahu Kertas 3 nanti berakhir happy ending seperti yang selama ini menjadi gaya Dee? Yang jelas Dee kini telah menjadi magnet yang punya kekuatan besar serta daya tarik tersendiri dalam gairah  industri penerbitan buku fiksi dan industri  film layar lebar tanah air.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Messenger Apps di Android yang Akan …

Kevin Anandhika Leg... | | 22 August 2014 | 20:10

Serial Animasi Lokal Mulai Muncul di …

Pandu Aji Wirawan | | 22 August 2014 | 18:29

Keputusan MK tentang Noken, Bagaimana …

Evha Uaga | | 22 August 2014 | 12:23

Berlian …

Katedrarajawen | | 22 August 2014 | 20:01

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Pesta Perkawinan Mewah, Apa Ngaruh dalam …

Ifani | 6 jam lalu

SBY ‘Ngrecoki’ Jokowi …

Suko Waspodo | 8 jam lalu

“Ahok” Sumbangan Prabowo Paling …

Pakfigo Saja | 13 jam lalu

Saat Mahkamah Konstitusi Minus Apresiasi …

Zulfikar Akbar | 17 jam lalu

Kuasa Hukum Salah Berlogika, MK Tolak …

Sono Rumekso | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: