Back to Kompasiana
Artikel

Film

Noor Kholish

Di Setiap Renungan Terdapat Suatu Ide Yang Besar dan Inspirasi Yang Hebat… Pengelana Daerah Penuh Keeksotisan selengkapnya

Kabar Lumpur Lapindo Menghilang, Film “Hantu Lumpur Lapindo” Akan rilis

OPINI | 01 November 2012 | 22:22 Dibaca: 3614   Komentar: 0   2

Lumpur Lapindo (sebutan dari rakyat biasa dan media televisi “Metro Tv” ) atau Lumpur Sidoharjo (khusus sebutan bagi orang-orang atau media televisi “Tv One” dan “Antv”). Kenapa muncul dua sebutan yang berbeda untuk satu peristiwa atau lebih tepatnya bencana yang sampai saat ini masih melanda rakyat di Daerah Porong, Sidoharjo ini? Tak perlu dijabarkan lagi, semua orang hampir sudah tahu fenomena ini terlebih kaum-kaum intelektual, karena penyebab utama munculnya kedua istilah tersebut tak lain dan tak bukan adalah karena menyangkut politik dari kedua pemilik stasiun televisi tersebut, yakni MetroTv milik Surya Paloh dan TvOne dan Antv milik keluarga Bakrie. Karena hal ini termasuk saja dalam masalah Politik Pemberitaan yang menyangkut kedua pemiliknya.

Namun, kita lupakan saja sejenak masalah tersebut diatas, karena mungkin itu sudah menjadi cerita lama. Karena sekarang yang lagi hangat diperbincangkan adalah akan dirilisnya film yang di bintangi Dewi Persik dengan judul “ Hantu Lumpur Lapindo”. Film ini muncul dikala pemberitaan tentang lumpur Lapindo sudah mulai surut dan hampir hilang. Pemberitaan tentang Lumpur lapindo yang sekarang sudah mulai terkikis dan tak pernah diungkit lagi dalam berbagai tasiun televisi, maupun media yang lain, mungkin saja dikarenakan para pemburu berita (media) dan masyarakat yang sudah mulai amnesia atau lupa tentang bencana tersebut karena mereka menganggap berita tersebut itu aneh jika ditayangkan kembali saat-saat ini, ataukah tak termasuk agenda pemberitaan karena dianggap tidak laku jika ditayangkan, ataukah karena sebab yang lain. Padahal jika saja pemberitaan tentang Lumpur Lapindo diangkat kembali ada sisi positifnya juga yakni bisa juga sebagai ajang pengontrol mengenai sampai sejauhmana penanganan bencana tersebut dan bagaiamana dengan biaya gant rugi terhadap para korban.

Terlepas dari masalah pemberitaan lumpur Lapindo yang sudah jarang tayang lagi, Dewi Persik muncul dengan inisiatif membintangi film horror “ Hantu Lumpur Lapindo” yang rencanannya akan mulai ditayangkan awal januari tahun depan dan pengambilan gambarnya dilakukan di 25 titik Lumpur Lapindo. Entah apa yang melatarbelakangi munculnya film tersebut, namun Dewi Persik bintang utama dalam film itu yang asli kelahiran Jawa Timur itu menaruh harapan bahwa dengan munculnya film ini yang syutingnya dilakukan di Sidoarjo dan Bali ini bisa menjadi penyemangat warga yang menjadi korban bencana lumpur Lapindo yang selama ini kelihatannya tak bersemangat dan putus asa dalam menghadapi bencana ini. Selain itu juga diharapkan melalui film ini pemerintah yang selama ini tak bisa membantu menyelesaikan bencana yang sudah bertahun-tahun melanda ini bisa terus memberikan perhatiannya bagi para korban, syukur-syukur bisa segera menyelesaikan masalah ini.

13518061501901900556

salah satu adegan dalam film

Film horror yang di sutradarai Irwan Ibon dan Sri Dharjety, memilih Dewi Persik dan Robby Shin sebagai pemeran utamanya. Dalam film bergenre horror dan merupakan film fiksi tersebut Dewi Persik (DP) berperan sebagai wanita bernama Syakira yang bekerja sebagai penari striptis. Kemudian diperkosa dan dibunuh oleh pacarnya kemudian dibuang ke Lumpur Lapindo. DP pun dengan berani berpakaian seksi seperti film-film sebelumnya yang pernah ia bintangi. Dan lawan mainnya dalam film tersebut adalah Robby Shine yang merupakan mantan juara pertama L-men 2004 berperan sebagai kekasih Syakira yang juga sebagai anggota sindikat penjualan organ dalam manusia yang singkat ceritanya setelah membunuh Syakira kemudian Si Robby mengambil jantung kekasihnya tersebut dan dijual ke seorang wanita, dan akhirnya jasad Syakira yang dibuang ke Lumpur Lapindo tadi bangkit kembali dan menjelma sebagai Hantu Lumpur Lapindo.

Dari Film ini, saya menilai tak menutup kemungkinan akan terjadi kontroversi, baik mengenai masalah isi filmya yang ada adegan telanjang atau seksi yang dilakukan Dewi Persik ataukan mungkin saja dari nama judul filmnya yang konon katanya dalam menggarap dan memberi judul film tersebut tak meminta izin yang bersangkutan terhadap yang menangani Lapindo tersebut.


 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengubah Hujan Batu Menjadi Emas di Negeri …

Sekar Sari Indah Ca... | | 19 December 2014 | 17:02

Haruskah Jokowi Blusukan ke Daerah Konflik …

Evha Uaga | | 19 December 2014 | 12:18

Artis, Bulu yang ‘Terpandang’ di …

Sahroha Lumbanraja | | 19 December 2014 | 16:57

Jalanan Rusak Kabupaten Bogor Bikin …

Opi Novianto | | 19 December 2014 | 14:49

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Singapura Menang Tanpa Perang Melawan …

Mas Wahyu | 3 jam lalu

RUU MD3 & Surat Hamdan Zoelfa …

Cindelaras 29 | 6 jam lalu

Potong Generasi ala Timnas Vietnam Usai …

Achmad Suwefi | 10 jam lalu

Penyebutan “Video Amatir” Adalah …

Arief Firhanusa | 11 jam lalu

Menteri Rini “Sasaran Tembak” …

Gunawan | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: