Back to Kompasiana
Artikel

Film

Rokhmah Nurhayati Suryaningsih

Seorang ibu rumah tangga yang sedang belajar menulis untuk mengisi waktu luangnya.

Film Habibie & Ainun: Sebuah Kisah Cinta Sejati Presiden Ketiga RI dan Ibu Negara

REP | 12 December 2012 | 10:59 Dibaca: 2935   Komentar: 0   6

135528363510237058

Poster Habibie & Ainun (Doc: wardahbeauty.com)

Suatu kegembiraan tersendiri saya bisa mengikuti acara bagi-bagi bunga pada hari Minggu, tanggal 9 Desember 2012 atas undangan dari Komunitas Blogger Reporter di Bundaran Hotel Indonesia. Pada awalnya memang terjadi kesimpangsiuran informasi, mengenai  jam berapa acara pembagian bunga akan dimulai. Di satu sisi informasi yang saya peroleh dari facebook, pembagian bunga diadakan pada pukul 6:00 - 9:00, dilanjutkan dengan media gathering dan pre launching film Habibie & Ainun di Fx Sudirman, Senayan. Sementara dalam undangan melalui email, acara akan dimulai pukul 9:00 - 12:00 pm.

Hmmm, saya sendiri jadi bingung karena ketidakjelasan acara ini. Akhirnya saya mengambil jalan tengah dengan berangkat tidak terlalu pagi dan tidak juga terlalu siang. Saya sampai di Bundaran HI sekitar pukul 7:30 am. Namun, sayangnya karena tidak ada kejelasan dimana kami harus bertemu, saya harus mencari dimana mereka melakukan kegiatan ini. Saya mencoba mengelililingi Bundaran HI sekali, eh masih belum juga bertemu dengan kawan-kawan yang melakukan pembagian bunga.

Saya cuma mbatin, dimana yaa mereka berkumpulnya?. Saya terus berhenti di depan Hotel Indonesia, sambil mengamati orang-orang yang lalu lalang maupun  yang sedang duduk-duduk. Siapa tahu ada diantara mereka yang membawa bunga. Saya juga mencoba kontak teman untuk mengecek email saya lagi, ah! jangan-jangan saya sendiri yang salah baca atau kelewatan sehingga tidak tahu dimana kami harus bertemu.

Cukup lama juga saya mengamati orang yang lalu lalang untuk tetap bertahan menunggu. Dengan rasa yang hampir putus asa karena ketidakjelasan ini, mata saya langsung terbelalak karena persis di sebelah saya ada seorang ibu duduk bersama anak-anaknya sambil memegang bunga. Terus saya amati lebih dekat lagi ternyata ada tulisan Habibie dan Ainun. Ha!! inikah bunga mawar yang dibagi-bagikan dan saya menjadi bagian dari yang bertugas.  Sontak saya tanya ke ibu itu, darimana dia memperolehnya.

Ibu tadi terus menyarankan saya untuk berjalan menjauh dari Bundaran, kira-kira sebelum sampai Halte Tosari itu mereka berkumpul. Hmmmm, berarti jauh juga khan dari Bundaran HI?, hehheeh.  Mana saya tahu kalau saya harus berjalan sampai sejauh itu. Saya ikutin terus apa yang ibu tadi sarankan, tapi masih juga belum ketemu. Saya bertanya lagi pada seseorang yang sedang berjaga di salah satu booth, dia bilang yaa saya tadi lihat banyak sekumpulan orang-orang dengan memakai kaos berwarna hitam bertuliskan Habibie dan Ainun berdiri di depan sini sambil membawa kamera dan bunga. Mungkin itu dari media atau wartawan. Saya kemudian bilang, iya saya sebenarnya bertugas untuk itu, tapi saya tidak tahu dimana harus berkumpulnya.

Karena belum menemukan rombongan tadi, saya masih terus mencari, akhirnya saya bertemulah dengan rombongan orang yang memakai kaos hitam bertuliskan Habibie & Ainun. Akhirnya saya pun bergabung dengan mereka. Ada beberapa orang  dari media dan juga dari Wardah Kosmetik. Memang mereka sebenarnya sudah berkumpul sejak pukul 6:00 pagi. Cuma mungkin informasinya kurang lengkap dimana kami harus bertemu. Yeah, istilah kerennya sebagai dimana tempat yang mau dipakai sebagai meeting point.

Berbagai Aktivitas di Sekitar Bundaran HI (BHI)

Setelah berkenalan dengan beberapa teman dari media dan Wardah kosmetik sebagai sponsor, saya bertemu juga dengan salah satu panitia, mbak Andin (Andini, maaf kalau salah tulis).  Dia meminta maaf karena kurang jelasnya informasi dan dengan dia akhirnya saya berkomunikasi. Kami kemudian kembali melanjutkan bagi-bagi 1000 bunga yang masih tersisa dengan mengelilingi Bundaran HI kepada siapa saja yang hadir dalam acara car free day.

Beberapa gambar keceriaan disaat kami melakukan pembagian bunga.

13552841341580974071

Numpang Narsis, kami dari Blogger, Media dan Wardah

1355284219192537471

Hmmmm, lagi-lagi kami ingin berfoto bersama

1355284345193898069

Pingin difoto dari belakang

Media Gathering dan Pre Launching Film Habibie & Ainun

Sekitar pukul 11:00 am, acara pembagian bunga selesai. Kemudian kami menuju ke FX Sudirman untuk acara ramah tamah bersama salah satu pemain utama pria, yaitu Reza Rahardian yang berperan sebagai Habibie.

Film ini mengangkat kisah romantisme Habibie dan Ainun, dua insan manusia saat remaja hingga menjadi suami istri yang saling berpegangan tangan menghadapi berbagai rintangan hidup. Ainun merupakan cinta pertama dan terakhir untuk Habibie. Habibie dan Ainun pun memiliki kesetiaan cinta hingga akhirnya maut memisahkan mereka.

Tak hanya Romeo dan Juliet yang memliki kisah cinta sejati nan romantis. Seorang Presiden Indonesia yang ketiga dan ahli pesawat terbang pun mempunyai kisah yang sangat menginspirasi banyak orang. Dia merupakan kawan lama Ainun. Setelah berpisah sekian lama, cinta mempertemukan mereka kembali di Bandung, Jawa Barat. Mereka kemudian menikah dan terbang ke Jerman. Sejak saat itu, Ainun terus mendampingi pujaan hatinya mengabdikan diri untuk Indonesia.

Film yang berdasarkan buku dengan judul yang sama, bercerita tentang kisah cinta sejati BJ Habibie dan Hasri Ainun Habibie akan dilaunching pada tanggal 19 Desember, 2012 dan hari berikutnya kita semua bisa menyaksikan film ini di seluruh  bioskop di Indonesia. Film kehidupan Presiden ke-3 RI itu dibintangi aktor Reza Rahardian yang memerankan Habibie dan Bunga Citra Lestari sebagai almarhumah ibu Ainun. Mereka telah berakting secara maksimal untuk memerankan karakter dua tokoh tersebut.

13552845701848312913

Reza dan Inneke pada saat press conference

Bagi Reza, memerankan sebuah tokoh nyata sekaliber Presiden BJ Habibie merupakan pekerjaan rumah yang berat. Ia sempat dikritik keras oleh sang tokoh nyata gara-gara dinilai tak pas menjiwai sosok presiden ke-3 Republik Indonesia. Hal ini, ia ceritakan kembali pada saat jumpa pers pada tanggal 9 Desember di Jakarta, bahwa adegan pada saat trailer itu merupakan test camera yang pertama. Habibie berkomentar pedas pada saat itu karena mungkin interpretasi dia masih terlalu general.

Namun, bagi Reza kritikan tersebut menjadi cambuk yang keras baginya. Ia kemudian meresponnya dengan lebih mendalami karakter Habibie dengan berdiskusi dan mengamati gerak-gerik mantan Menristek itu secara langsung. Bahkan dia sempat mengobrol panjang lebar selama 6 jam di kediaman beliau demi menyelami karakternya. Suatu keberuntungan lagi karena Habibie sendiri selalu mengawal syuting dengan ikut berada di lokasi, seperti di Jakarta, Yogjakarta dan Jerman. Hanya di Bandung beliau absen. Namun kehadiran beliau dalam lokasi syuting benar-benar membantu menghidupkan karakter Habibie. Dia juga sering memberikan masukan jika yang Reza lakukan tidak sesuai dengan apa yang dialami oleh Habibie dan Ainun.

Reza juga menilai bahwa Habibie adalah seorang yang sangat ekspresif, bukan tipe tokoh yang aristokrat atau pejabat yang juga jaga wibawa. Lebih-lebih sikap beliau yang sangat cinta akan tanah air, sangat diperlihatkan oleh Habibie. Namun sayangnya mereka yang punya semangat memajukan bangsa terkadang tidak diapresiasi oleh bangsanya sendiri, justru malah dihargai di luar negeri. Hal ini memang suatu kenyataan yang kita semua tahu bahwa kita kurang menghargai karya anak bangsa sendiri.

Setelah proses produksi selesai, tibalah waktu bagi Reza memperoleh penilaian akhir dari Habibie. Ia mengungkapkan, jika Habibie menyaksikan preview filmnya pertama kali bersama Hanung Brahmantyo, sang sutradara, dan Manoj Punjabi sebagai produsernya. Ia sendiri bahkan tak diperkenankan untuk menyaksikan sampai mereka selesai. Menurut Reza, ini seperti mahasiswa yang sedang menghadapi ujian atau sidang, dimana Hanung Bramantyo selaku sutradara film beserta Habibie menonton terlebih dahulu untuk menyetujui ada tidaknya kecocokan peran karakter dari para pemain.

Setelah Habibie menonton secara keseluruhan dan memberikan komentar mengenai akting Reza, beliau mengatakan, Summa Cumlaude yang berarti lulus dengan predikat sempurna. Hal ini merupakan  kebanggaan tersendiri bagi Reza. Tidak dinyana jika Habibie akan memberikan penghargaan tinggi bagi aktingnya setelah ia menonton.

Selain Reza, hadir juga artis Inneke Koesherawati, sebagai brand ambassador dari produk kecantikan Wardah, yang mensupport film Habibie & Ainun. Inneke mengatakan, meski dia tidak bermain dalam film ini, ia bangga sebagai brand ambassador dengan keterlibatan Wardah dalam film ini. Karena Wardah tidak hanya mendandani semua pemain film, namun juga turut mendonasikan sejumlah uang untuk Yayasan Ainun Habibie. Mereka mengumpulkan dengan cara mengajak semua yang hadir untuk membuat stempel/cap mawar merah, dengan dihargai Rp 10.000/stempel. Selanjutnya jumlah stempel yang ada akan diakumulasi seluruhnya untuk membantu membiayai pasien gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah.

Akhirnya, kita semua tentu sudah tidak sabar untuk menunggu film ini segera diputar. Semoga film Habibie & Ainun bisa menginspirasi masyarakat Indonesia yang sedang membutuhkan seorang tokoh atau teladan yang  mempunyai kecintaan yang tinggi terhadap bangsanya. Semoga!!!

13552959451458372988

Inneke Koesherawati sebagai Brand Ambassador Wardah Cosmetics

13552899731284358366

Inneke melakukan stempel bunga pada kertas yang disediakan

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tim Indonesia Meraih Emas dalam Taste of …

Ony Jamhari | | 20 September 2014 | 13:35

Pendaftar PNS 1,46 juta, Indonesia Minim …

Muhammad | | 20 September 2014 | 12:59

Dari Melipat Kertas Bekas Bergerilya Berbagi …

Singgih Swasono | | 20 September 2014 | 17:28

Di Pantai Ini Tentara Kubilai Khan Mendarat! …

Mawan Sidarta | | 20 September 2014 | 13:30

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 12 jam lalu

Jokowi Pernah Disumbang Tahir, Kenapa TNI …

Aqila Muhammad | 14 jam lalu

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 16 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Rebranding Sepak Bola di India …

Handy Fernandy | 8 jam lalu

Kesetrum, Antara Reflek dan Tuhan …

Bang Pilot | 9 jam lalu

Judika Bangga Membagikan Budaya di Rising …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

i-Road, “Bajaj” Masa Depan ! …

Angga Saputra | 9 jam lalu

Kompasiana - Yamaha Nangkring Heboh …

Rahmat Hadi | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: