Back to Kompasiana
Artikel

Film

Lidya Prastuti

announcer, enthusiastic students, have big passion in singing and cooking, love writing, and absolutely i'm selengkapnya

Life of Pi, Film yang Menginspirasi

REP | 13 December 2012 | 09:42 Dibaca: 852   Komentar: 0   0

Beberapa hari yang lalu saya punya kesempatan untuk bisa nonton bioskop setelah sekian lama. Sebenarnya banyak film yang layak tonton di tahun 2012 ini, tapi saya banyak melewatkannya, entah karena tidak punya waktu atau tidak ada yang menemani.

Satu film yang saya tunggu-tunggu adalah Life of Pi, yang diangkat dari sebuah novel dengan judul sama yang ditulis oleh Yann Martel dan berhasil memenangkan penghargaan Man Booker Prize tahun 2002. Saya sangat excited ketika tahu buku ini akan diangkat ke layar lebar, karena sudah cukup lama buku ini menjadi penghuni rak buku saya dan buku ini selalu menjadi salah satu buku favorit saya.

Menurut saya film ini adalah film yang sangat menginspirasi, menceritakan bagaimana seorang remaja laki-laki, bernama Pi yang harus bertahan hidup di atas sekoci di tengah laut lepas Samudra Pasifik bersama seekor zebra, seekor hyena, seekor orang utan dan seekor harimau Royal Bengal yang buas, setelah kapal yang ditumpanginya karam dalam perjalanan dari India menuju Kanada.

Buat anda mungkin cerita ini terdengar biasa karena banyak film semacam ini yang menceritakan kehidupan survivor, seperti contohnya film Castaway yang dibintangi oleh Tom Hanks. Namun yang membuat berbeda adalah pesan-pesan yang termuat dalam film ini. Film ini kaya makna dan bagi saya film ini bisa membuat kita terbawa dalam haru.

Selain menceritakan seorang remaja laki-laki asal India harus berpikir dengan segala cara bagaimana bertahan hidup dengan binatang buas di sisinya, film ini juga mengajarkan apa arti bertahan di tengah kehilangan, apa itu persahabatan dan yang menarik film ini juga menyentuh sisi-sisi religius, dimana Pi sebenarnya tengah berada dalam proses mencari Tuhan sesungguhnya.

Banyak hal yang bisa kita renungkan ketika kita menonton film ini, bagi sebagian orang mungkin terlihat tidak mungkin atau hanya khayalan, tetapi jika kita tarik ke dalam kehidupan kita sehari-hari kita akan menemukan seekor harimau yang diceritakan bisa jadi seperti tantangan dalam hidup yang harus kita jadikan sahabat jika ingin bertahan. Atau mungkin kita pernah merasakan kehilangan yang teramat dalam, belajar dari Pi, dia sanggup bertahan dimana bisa saja dia bunuh diri karena kesedihan yang teramat sangat dan kesempatan untuk selamat teramat kecil.

Satu bagian yang paling menarik menurut saya adalah ketika Pi menemukan satu buku panduan di dalam sekocinya tentang bagaimana bertahan di tengah lautan, di dalamnya ada berbagai tips yang bisa dilakukan jika harus bertahan dalam sekoci ketika kapal karam. Ada satu poin atau tips penting yang ditulis disana, yakni (saya mengutip dari buku Life of Pi yang saya punya):

“Jangan sampai patah semangat. Boleh merasa kecil hati, tapi jangan menyerah. Ingat, semangat sangat penting, melebihi lain-lainnya. Kalau Anda punya kemauan untuk hidup, Anda pasti bisa bertahan. Semoga beruntung!”

Bagian inilah yang telah menyemangati Pi bahwa yang paling penting adalah jangan patah semangat. Saya sangat suka bagian ini karena mengajarkan banyak hal, bahwa apapun masalah tetap bertahan dan jangan sampai kita kehilangan semangat.
Bagi saya film ini sangat wajib tonton apalagi ketika Anda bisa menikmatinya dalam format 3D karena di kota tempat tinggal saya belum ada bioskop dengan fasilitas ini. Selamat menonton.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Jangan Kacaukan Indonesiaku! …

Eki P. Sidik | 8 jam lalu

Jersey Baru, Semoga Ada Juga Prestasi Baru …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Perpuskota Jogja Menjadi Wahana Wisata …

Iis Ernawati | 8 jam lalu

Intip SDM Kesehatan era JKN : Antara …

Deasy Febriyanty | 8 jam lalu

Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Saya …

Andri Yunarko | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: