Back to Kompasiana
Artikel

Film

Agung Pribadi

Orang bodoh yang tak kunjung pintar, bisanya hanya membanggakan nusantara lama.

Tidak Seperti Film “5 cm”

REP | 18 December 2012 | 11:00 Dibaca: 8865   Komentar: 28   6

5 Cm, film yang menghebohkan, sudahkah menonton ? Saya mengetahui film ini  awalnya dari novel, informasinya dari isteri saya ketika menceritakan dan mengajukan pertanyaan tentang seputar jalur pendakian di Gunung Semeru. Dari isi ceritanya novelnya sangat - sangat menarik apalagi Filmnya bahkan lebih menarik lagi. Tapi semoga banyak sobat Penggiat alam yang tidak salah persepsi, karena film tersebut bukan menceritakan tentang kegiatan Kepecinta alaman. Film” 5cm” lebih mengedepankan kisah persahabatan dan cinta. 5 cm adalah film drama Indonesia yang di rilis pada 12 Desember 2012 yang membuat heboh masyarakat indonesia. Film ini disutradarai Rizal Mantovani. Film yang dibintangi oleh Herjunot Ali dan Fedi Nuril si ayat-ayat cinta. Film ini yang diangkat dari novel apik  yang berjudul sama karya Donny Dhirgantoro

Menurut salah satu informasi teman pecinta alam bahwa selama proses syuting kawasan Bromo Tengger Semeru termasuk Ranupane dan sekitarnya benar-benar hancur dan penuh tumpukan sampah.Bagaimanapun juga sebagai kawasan Taman Nasional seharusnya perlu perhatian lebih ketika bersentuhan dengan sebuah “produksi modern”.Bagaimanapun proses perijinannya seharusnya lebih ruwet untuk sebagai jalan menuju kelestarian sebuah taman nasional.Ranu Pane merupakan suatu kampung yang terdapat dua danau sebagai temapt pos pendakian awal ke Puncak Gunung Semeru. Saat itu ada beberapa sobat PA lokal yang melakukan protes terhadap proses syuting tersebut yaitu Forum Hijau Indonesia.

Satu lagi, film ini seharusnya lebih memperhatikan detil untuk kondisi aktual bagaimana proses pendakian sebuah gunung, dengan aman tentunya.Sebuah proses pendakian ada ilmu, ada pelatihan fisik dan tidak ketinggalan pula pelatihan mental. Apalagi gunung ini adalah gunung tertinggi di Jawa. Kami harap sobat PA dan pendaki yang masih taraf belajar atau bahkan sobat Non Pendaki gunung yang ingin mendaki Gunung Semeru, diharapkan tidak mempunyai keinginan sesaat atau korban vandalism sebuah tontonan! Kita semua berharap korban pendaki hilang atau meninggal di gunung tidak bertambah karena kecerobohan manusia, karena memenuhi hasrat yang terlalu tinggi.Bahkan konon Gunung Semeru tidak bersahabat bagi kawan kita yang berada di sebelah barat Jawa Timur.

Mendaki gunung, apalagi sekelas Gunung sSemeru tidak semudah apa yang kalian tonton. Dalam pendakian gunung kita harus memangkul beban yang berat baik itu beban tas carrier, memasak di alam terbuka yang baik, penguasaan jalur bahkan beban bersikap bijak terhadap alam. Mendaki gunung bukan cuma soal naik dan turun, tapi naik gunung adalah soal bagaimana kita bersikap terhadap alam. Bagaimana bersikap terhadap diri sendiri, penduduk sekitar. Mendaki gunung tidak semudah menonton film.Mendaki gunung butuh ketabahan dan kemauan yang keras.Gunung Semeru Adalah Gunung tertinggi di Jawa dan gunung berapi tertinggi ke 3 di dunia. Bahkan pembodohan diperlihatkan film 5cm, bagaimana bisa yang namanya mendaki memakai celana jeans dan eye liner? Selain menyulitkan pergerakan celana jeans sakit ketika bersentuhan dengan kulit.

Jika kalian cuma ingin eksis diakui pernah mendaki gunung, ikut trend atau sekedar coba-coba lebih baik jangan sekali-kali menginjakkan kaki di gunung. Gunung bukan tempatnya sampah dan orang-orang sampah.Gunung bukan sebuah tempat untuk berpesta dan melakukan apapun sebebas mungkin.Gunung adalah sebuah masjid,gereja,pura,wihara dan klenteng bagi semua pemeluk “agama gunung”.Bagi mereka yang terasing akan kehidupan dunia bawah yang penuh dengan kesemrawutan tata nilai dan bagi mereka yang ingin mengetahu arti nilai diri sendiri tanpa embel – embel keglamouran dan keterkenalan.Dan bagi ku gunung adalah ibu.( Inspired by Rendra Si Pemanjat)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Profit Samsung Anjlok 73,9%, Apple Naik …

Didik Djunaedi | | 31 October 2014 | 07:17

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | | 30 October 2014 | 22:57

Juru Masak Rimba Papua Ini Pernah Melayani …

Eko Sulistyanto | | 31 October 2014 | 11:39

Green Bay dan Red Island Beach, Dua Pesona …

Endah Lestariati | | 31 October 2014 | 11:47

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 4 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 4 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 5 jam lalu

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Demokrasi Pasar Loak …

Budhi Wiryawan | 7 jam lalu

Pak Jokowi Tolong Fokus pada Potensi, Sambil …

Thomson Cyrus | 7 jam lalu

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | 7 jam lalu

Transjakarta VS Kopaja AC, Pengguna Jasa …

Firda Puri Agustine | 7 jam lalu

Kasus MA, Pornografi dan Siapa Para …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: