Artikel

Film

Kania Putri

Jadikan Teman | Kirim Pesan

membuat pencerahan kepada orang banyak....... dan membuat kekaguman pada kolektifitas...... jangan mau dipuji oleh orang yang g tau apa-apa..... tunjukkan siapa anda pada tempat yang tepat... OK

Catatan Film Habibi & Ainun

REP | 23 December 2012 | 18:36 Dibaca: 4373   Komentar: 0   2 inspiratif

Film Ainun dan Habibi memang tidak habis-habisnya mendapatkan pujian dan tak bosan-bosannya buat dibahas. Mulai dari alur cerita yang mengharukan, penuh perjuangan, hingga bumbu-bumbu lelucon para pemerannya. Tapi jujur saya kurang menyukai ending filmnya. Maksudnya bagaimana kalo endingnya diganti: Habibi g jadi kawin ama Ainun, atau bagaimana kalo habibi g jadi bikin pesawat? Tapi g mungkin ya… ini kan film tribute.

Tapi jujur, setelah menonton film ini, ada beberapa adegan yang benar benar berkesan di memori saya. Tentang tingkah lucu Habibi dan kebijaksanaan Ainun. Tapi menurut saya, yang lucu di film ini bukannya Habibi, tapi Ainunnya. G tau ya… ini mungkin resensi saya saja. Adegan ini saya urutkan dari yang paling berkesan sampai yang kurang berkesan.

Adegan pertama yang berkesan adalah ketika Habibi lewat di depan stasiun kereta api pas pulang dari Indonesia. Tiba-tiba pas di jalan ada Ainun lewat dan mereka berpapasan di jalan, ketika itu Habibi pura-pura cuek (jaim dan sok jual mahal), dan Ainun (mungkin karena penasarannya) menoleh dengan ekspresi lebay jungkir balik seolah melihat dinosaurus bangkit dari kuburnya.

Yang kedua adalah, sebelum adegan tadi yakni ketika Ainun baru datang dari Indonesia menemui Habibi. Di situ Ainun mutar-mutar kayak cacing kepanasan di belakang Habibi yang lagi ngantri.

Yang ketiga adalah waktu Ainun dan Habibi sama-sama sekolah SD. Di situ Habibi ketawa terpingkal-pingkal ngeliat Ainun ngantuk ngikutin pelajarannya. Nampak bangat kalo Ainun bagai bocah tanpa dosa yang g bisa akting.

Yang keempat waktu Ainun diaturin temannya buat jadian sama Habibi, dan si Ainun belagak mau muntah buat nunjukin ketidak-sukaannya. Sama sekali g bisa akting.

Yang kelima adalah waktu teman Habibi ngatain kalo Ainun udah mau ditunangin ke orang lain, yang membuat Habibi diam seribu bahasa, g bisa bernapas apalagi ngomong, mungkin lantaran kagetnya.

Yang terakhir adalah pas Habibi belajar bareng sama si Ainun tentang persamaan Laplace, sumpah deh benar-benar Habibi kayak cowok pingitan. Ujung-ujungnya Habibi jadi bingung, si Ainun benar-benar autis atau pura-pura autis?

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Kompasianer (anggota Kompasiana) yang menayangkannya.Kompasiana tidak bertanggung jawab atas validitas dan akurasi informasi yang ditulis masing-masing kompasianer.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


TRENDING ARTICLES

Jokowi Capres, Ruhut Kebakaran Jenggot …

Fajar| 5 jam yang lalu

Kasus AF Tamparan Buat Mahasisiwi Indonesia …

Daniar Murdi| 13 jam yang lalu

Tahapan-tahapan Pernikahan …

Julianto Simanjunta...| 13 jam yang lalu

Si Centil @TrioMacan2000 yang Suka Menohok …

Toto Karyanto| 14 jam yang lalu

Jokowi-Ahok Ibarat Kacang Lupa Kulit? …

Mbah Mupeang| 14 jam yang lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: