
Dibaca:
759
Komentar: 0
Nihil
Saat jalan-jalan ke mall yang niatannya mau nyari buku ke gramedia, eh mata ini lihat pamflet film baru cinta tapi beda. Karena penasaran akhirnya aku nonton juga secara film ini yang diributin FPI yang katanya pembela Islam.
Filem yang berdurasi 1,5jam ini terasa lama banget karena jalan cerita dan teknik pengambilan gambar yang membuat mata ini capek.Aku jadi heran film karya Sineas Hanung koq seperti ini eh setelah lihat screnshoot ternyata sutradaranya Hestu saputra asistennya Hanung.
Kesan menonton film ini mirip menonton film ftv di sctv cuma bedanya minus iklan. Jalan ceritanya monoton kurang dramatis konflik-konfliknya juga kurang menggigit.yang paling parah adalah gambarnya gerak-gerak mirip kalau kita mengambil gambar lewat handycam dijamin mata pegal menontonnya apalagi kalau kita duduk di kursi terdepan. kalau disuruh menilai film ini mendapat nilai 50.gak heran film ini sepi penonton meski malam itu adalah malam minggu. Disaat yang sama diputar karya hanung yang lainnya yaitu film Habibi dan Ainun yang tiketnya soldout hingga midnightnya.saya saja sampai sudah dua kali menontonnya..
Saya harap Sineas sekelas hanung tidak ikutan latah seperti sineas impor dari india, yang hanya mementingkan kuantitas.Banyak film-film hanung yang berkualitas, mungkin film “cinta tapi beda” hanya sekedar menjadi latihan asistennyaa hanung hestu saputra.
-