Back to Kompasiana
Artikel

Film

Yustinus Sapto Hardjanto

Pekerja akar rumput, gemar menulis dan mendokumentasikan berbagai peristiwa dengan kamera video. Pembelajar di Universitas selengkapnya

Film Horror dan Hot dari Suzzana Hingga Dewi Persik

OPINI | 01 May 2013 | 00:19 Dibaca: 2611   Komentar: 0   0

Petualangan Sherina dan Ada Apa Dengan Cinta kerap disebut sebagai film yang kembali menandai fase kembangkitan kembali dunia film di Indonesia. Sebelumnya antara tahun 90-an hingga awal 2000-an, film Indonesia mati suri, setelah dalam kurun tertentu hanya lahir film-film murahan yang memamerkan ‘sekwil-pa-da’ sekitar wilayah paha dan dada serta horor yang tak mengerikan melainkan menjijikkan.

Pada periode itu Suzanna Martha Frederika van Osch atau populer dikenal sebagai Suzanna menjadi penanda penting dari tonggak film bernada H2, Horor dan Hot. Popularitas Suzanna diraih melalui film-film mistik dan panas, seperti Bernafas Dalam Lumpur, Bumi Makin Panas, Ratu Ilmu Hitam dan lain sebagainya. Suzanna mundur dari dunia film di awal tahun 90-an. Namun sekitar tahun 2003, Suzanna kembali muncul di layar televisi lewat sinetron Selma dan Ular Siluman yang ditayangkan oleh salah satu TV Swasta.

Meski kerap tampil seksi namun Suzanna lebih mencitrakan diri sebagai sosok mistis, bukan hanya di film melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari. Suzanna konon gemar memakan bunga mawar. Sosok yang digambarkan sebagai bom seks adalah Dorris Callebout yang dikenal lekat dengan sebutan Inem Pelayan Seksi dan kemudian Eva Arnaz. Eva Arnaz adalah Juara 2 None Jakarta tahun 1976. Eva mendapat julukan sebagai bintang bom seks karena keberaniannya tampil bertelanjang dada dalam film Intan Perawan Kubu. Setelah itu Eva Arnaz banyak menghiasi film-film yang penuh dengan adegan seks dan kekerasan (laga). Eva Arnaz sebenarnya pernah membintangi film Sakura Dalam Pelukan dan Lembah Duka, film yang mendapat cukup banyak pujian, namun namanya terlanjur lekat dengan film-film yang berani mempertontonkan tubuh dan aksi seksi.

Selain Eva Arnaz pada masa itu dikenal pula nama Enny Beatrice, Lina Budiarti, Rani Soraya, Angel Debby Memah, Wieke Widyowati, Yenny Farida, Anna Tairas dan lain sebagainya. Karena pada masa itu film-film yang dihasilkan lebih banyak yang memamerkan tubuh pemain perempuannya yang seksi, maka gunting badan sensor film banyak kali tumpul. Beberapa adegan yang menampakkan tubuh wanita secara polos bisa disaksikan dalam beberapa judul film.

Era Eva Arnaz dan kawan-kawannya dilanjutkan oleh kemunculan Merriam Belinna, Sally Marcellina, Gitty Sriniti, Febby Lawrence, Taffana Dewi, Kiky Fatmala dan Inneke Koesherawati. Mereka banyak bermain dalam film-film panas berlatar drama romantis maupun kehidupan percintaan anak-anak perkotaan. Meriam Bellina meski dikenal kerap bermain dalam film panas, namun dikenal mempunyai kemampuan akting yang baik. Meriam Bellina mengundang perhatian dari publik film sejak pertama kali kemunculan pada film Surga Dunia di Pintu Neraka (Tandes) yang mengisahkan siswi SMP terperosok dalam jurang pelacuran. Meriam Bellina kemudian menunjukkan sensualitasnya kembali dalam film Roro Mendut. Adegan lidahnya mengulum lintingan rokok sebelum dijual kepada khalayak ramai sungguh membuat jantung penontonnya berdebar. Tercatat juga kemunculan artis yang kerap berpose seksi yaitu Ayu Azhari.

Era film panas sebelum kemudian tersungkur ditutup oleh bintang-bintang berani di tahun 90-an seperti Malfin Shayna, Diaz Astiza dan Liza Chaniago serta Lyra Virna. Konon mereka melakukan adegan-adegan panas tanpa trik kamera.

Kini setelah era reformasi dan ditandai oleh kemunculan kembali film-film yang menarik perhatian masyarakat, karya-karya kreatif dari generasi sineas-sineas muda dengan tema yang beragam tak bisa dipungkiri muncul kembali arus film-film yang cenderung memperlihatkan adegan panas dari pemainnya.

Produser film kembali terus menerus memproduksi film dengan genre mistik, horor dan bercampur dengan adegan-adegan hot. Banyak film kemudian sukses karena keberanian pemain wanitanya dalam melakukan adegan panas. Generasi penerus Suzzana, Dorris Callebout, Eva Arnaz dan seterusnya telah muncul kembali. Sebut saja nama Andi Soraya yang pertama muncul dalam film layar lebar Reinkarnasi. Setelah itu Andi Soraya terus memerankan sosok seksi dalam film Pengakuan Seorang Pelacur, Dendam Pocong Mupeng dan Arisan Brondong.

Artis cantik lain yang tak canggung memainkan adegan ranjang dengan lawan mainnya adalah Five V yang berakting dalam film Hantu Binal Jembatan Semanggi. Ada juga Jenny Cortez yang tampil hot dalam film berjudul Paku Kuntilanak, keberanian yang terus membuatnya ditawari bermain dalam film yang mengandalkan kemolekan tubuhnya.

Kartika Putri awalnya dikenal sebagai presenter talkshow Kakek Kakek Narsis juga menerjukan diri di layar lebar, film yang mengharuskannya beradegan hot yaitu Mama Minta Pulsa dan Tali Pocong Perawan. Nama lain yang berani memerankan adegan hot di layar lebar adalah Uli Auliani yang ikut bermain dalam film Setan Budeg, Pengantin Pantai Biru dan Pulau Hantu 2. Kemudian ada Amel Alvi yang meski belum dikenal sebagai bintang utama namun dirinya berani menjual keseksian tubuhnya dalam peran-peran kecil.

Meski tak terlalu banyak membintangi film layar lebar namun Wiwid Gunawan juga tercatat sebagai pioner baru kemunculan bintang-bintang yang mengumbar keseksian di film. Wiwid menangai kemunculan dirinya yang seksi dan aduhai lewat film Kawin Kontrak dan kemudian Tali Pocong Perawan 2 dan Pulau Hantu 2. Lalu Shinta Bachir yang dikabarkan dekat dengan salah satu petinggi Polri, dara cantik ini dikenal setelah muncul dalam film Suster Keramas dan kemudian kembali menonjolkan tubuh seksinya di film Mama Minta Pulsa dan Pulau Hantu 3.

Dewi Persik ternyata tak cuma jago bergoyang di atas panggung melantunkan irama lagu. Dewi dikenal piawai memerankan adegan panas di film layar lebar. Lebih dari 12 film telah dibintanginya. Beberapa diantaranya Dewi Persik beradegan ranjang dengan lawan mainnya. Dewi bermain antara lain di film Setan Budeg, Tiren (Mati Kemarin) dan Tali Pocong Perawan.

Selain Dewi, muncul pula artis cantik dan berani yang sebagian area tubuh pentingnya dihiasi oleh tatto. Nikita Mirzani moncer sebagai bintang baru yang menghentak dunia hiburan. Nikita Mirzani sukses mendudukkan dirinya sebagai salah satu bintang seksi dalam film Nenek Gayung, Mama Minta Pulsa, Pacarku Kuntilanan Kembar dan Tali Pocong Perawan 2.

Dan nama lain yang tak diragukan aura keseksiannya bahkan tatkala tidak sedang berakting sekalipun adalah Julia Perez. Untuk urusan keseksian, Julia Perez tak perlu diragukan lagi. Iklan dan lagu-lagunyapun mengumbar keseksian. Dan Julia Perez ikut berakting secara panas dalam film Arwah Goyang Karawang, Kutukan Arwah Santet dan Rumah Bekas Kuburan.

Apakah kemunculan film-film bergenre Horror dan Hot di saat ini akan kembali menjungkalkan dunia perfilman di Indonesia seperti era akhir tahun 90-an?. Sepertinya tidak, sebab kini memproduksi film tidak sesusah jaman itu. Muncul banyak sutradara, penulis dan produser-produser muda yang memberi harapan akan tumbuh kembangnya film Indonesia yang bermutu di masa depan. Pun demikian dengan para penontonnya, generasi penonton yang kritis, menonton film bukan berdasarkan reklame atau poster yang mengoda juga bermunculan di mana-mana. Banyak kumpulan pecinta film yang aktif melakukan diskusi dan review film sebuah langkah yang pada akhirnya akan membuat masyarakat hanya sudi menonton film-film bermutu, film yang mempunyai pesan yang dalam disertai dengan akting yang memikat dari para pelakonnya. Dan perlahan tapi pasti, film-film yang hanya mengandalkan tubuh seksi pemerannya tanpa cerita yang berarti akan pupus dengan sendirinya dan menyingkir dari layar bioskop.

Pondok Wiraguna, 30 April 2013

@yustinus_esha

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

Sensasi Menyelam di Tulamben, Bali …

Lisdiana Sari | | 21 November 2014 | 18:00

Live Streaming dan Selfie Berhadiah di …

Yayat | | 21 November 2014 | 20:43

Jadi Perempuan (Tak Boleh) Rapuh! …

Gaganawati | | 21 November 2014 | 15:41

Kompasiana Akan Luncurkan “Kompasiana …

Kompasiana | | 20 November 2014 | 16:21


TRENDING ARTICLES

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 10 jam lalu

Rakyat Berkelahi, Presiden Keluar Negeri …

Rizal Amri | 13 jam lalu

Menteri Hati-hati Kalau Bicara …

Ifani | 13 jam lalu

Pernyataan Ibas Menolong Jokowi dari Kecaman …

Daniel Setiawan | 15 jam lalu

Semoga Ini Tidak Pernah Terjadi di …

Jimmy Haryanto | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Review “Supernova: Gelombang” : Kisah …

Irvan Sjafari | 8 jam lalu

Guru Destiani, Menulis dan Menginspirasi …

Adian Saputra | 8 jam lalu

Karya Arek ITATS: Game Tooth Kid “Sang …

Xserver Indonesia | 8 jam lalu

Dua Ribu Rasa …

Rahab Ganendra | 8 jam lalu

Guru Menulis Berdiri, Siswa Menulis Berlari …

Muhammad Irsani | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: