Back to Kompasiana
Artikel

Film

Dadan Miharja

Suami&Ayah, Karyawan&Entrepeneur, pejalan kaki&angkutan umum menuju tempat kerja

Film Sang Kiai

OPINI | 10 May 2013 | 21:11 Dibaca: 618   Komentar: 0   0

Film Sang Kiai, film yang penuh pesan moral,keagamaan,kebangsaan yang dibumbui kisah cinta

Film Sang Kiai, film yang penuh pesan moral,keagamaan,kebangsaan yang dibumbui kisah cinta

Sang Kiai, sebuah film kolosal dari RAPI Film dan disutradarai Rako Prijanto, bercerita mengenai seorang Kyai, KH Hasyim Asy’Ari, yang lahir di pesantren dan menjadi salah satu batu loncatan sejarah perjuangan bangsa. Film yang di dukung oleh 200 crew dan lebih dari 5000 pemain ini berlangsung di 5 kota di Jawa, yaitu Kediri, Klaten, Semarang, Ambarawa, dan Solo. Film Sang Kiai merupakan sebuah film yang menaungi 3 tema besar yaitu: Religius, Perjuangan Bangsa, serta Kisah Cinta. Dengan target lebih dari 2,5 juta penonton di seluruh Indonesia, Film ini akan diluncurkan pada tanggal 20Mei 2013 dan mulai diputar di seluruh bioskop Indonesia mulai 30 Mei 2013.

Sinopsis Kyai Haji Hasyim Asy’ari (Ikranagara), seorang ulama Islam paling terkemuka merupakan tokoh sentral dan penggerak para santri dalam melawan penjajahan sesuai syariat agama serta penggagas resolusi jihad demi membawa bangsa Indonesia mendapatkan kemerdekaannya secara De Jure. Penangkapan KH Hasyim Asy’ari pada suatu sore di pesantren Tebu Ireng membuat para santrinya begitu geram, mereka merasa alasan untuk menangkap sang Kyai terlalu dibuat-buat. Wahid Hasyim (Agus Kuncoro) dan Harun (Adipati Dolken) memilliki perbedaan pendapat mengenai cara terbaik membebaskan KH Hasyim Asy’ari. Berbagai cara untuk membebaskan sang Kyai terus dilakukan, hingga akhirnya terenggut sebuah nyawa membuat santri-santri dari Tebu Ireng terbelah menjadi dua kubu yang saling berbeda pendapat. Bukan hanya para santri, Nyai Kapu (Christine Hakim) istri sang Kyai pun merasa memiliki peranan penting untuk terus mendukung visi dan misi suaminya walau dalam keadaan apa pun. Perasaan serupa juga dirasakan oleh Sari (Meriza Febriani), kekasih hati Harun, ia merasa memiliki kewajiban untuk turut mendoakan perjuangan bangsa Indonesia walaupun harus merelakan hal terpenting di dalam hidupnya. Perjuangan bangsa Indonesia tidak selesai hanya sampai merdekanya negara Indonesia, perjuangan terus berlangsung demi mempertahankan negara dari sekutu yang mencoba menjajah kembali negara Indonesia.

Sudah tahu siapa yang band mana yang pengisi Original Sountrack Sang Kiai?…. Ya benar, yang Ungu dengan lagu Bila Tiba. Lagunya benar-benar mengingatkan kita terhadap perjuangan di dunia untuk persiapan kehidupan yang kekal di akhirat.


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Lagi Fenomena Jokowi di Bentara …

Hendra Wardhana | | 25 October 2014 | 05:13

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Mejikuhibiniu: Perlukah Menghapal Itu? …

Ken Terate | | 25 October 2014 | 06:48

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 7 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 8 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 12 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Sejarah Munculnya Lagu Bunuh Diri Dari …

Raditya Rizky | 8 jam lalu

Membuat Bunga Cantik dari Kantong Plastik …

Asyik Belajar Di Ru... | 9 jam lalu

Benalu di Taman Kantor Walikota …

Hendi Setiawan | 9 jam lalu

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Bosan Dengan Kegiatan Pramuka di Sekolah? …

Ahmad Imam Satriya | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: