Back to Kompasiana
Artikel

Film

Dadan Miharja

Suami&Ayah, Karyawan&Entrepeneur, pejalan kaki&angkutan umum menuju tempat kerja

Film Sang Kiai

OPINI | 10 May 2013 | 21:11 Dibaca: 616   Komentar: 0   0

Film Sang Kiai, film yang penuh pesan moral,keagamaan,kebangsaan yang dibumbui kisah cinta

Film Sang Kiai, film yang penuh pesan moral,keagamaan,kebangsaan yang dibumbui kisah cinta

Sang Kiai, sebuah film kolosal dari RAPI Film dan disutradarai Rako Prijanto, bercerita mengenai seorang Kyai, KH Hasyim Asy’Ari, yang lahir di pesantren dan menjadi salah satu batu loncatan sejarah perjuangan bangsa. Film yang di dukung oleh 200 crew dan lebih dari 5000 pemain ini berlangsung di 5 kota di Jawa, yaitu Kediri, Klaten, Semarang, Ambarawa, dan Solo. Film Sang Kiai merupakan sebuah film yang menaungi 3 tema besar yaitu: Religius, Perjuangan Bangsa, serta Kisah Cinta. Dengan target lebih dari 2,5 juta penonton di seluruh Indonesia, Film ini akan diluncurkan pada tanggal 20Mei 2013 dan mulai diputar di seluruh bioskop Indonesia mulai 30 Mei 2013.

Sinopsis Kyai Haji Hasyim Asy’ari (Ikranagara), seorang ulama Islam paling terkemuka merupakan tokoh sentral dan penggerak para santri dalam melawan penjajahan sesuai syariat agama serta penggagas resolusi jihad demi membawa bangsa Indonesia mendapatkan kemerdekaannya secara De Jure. Penangkapan KH Hasyim Asy’ari pada suatu sore di pesantren Tebu Ireng membuat para santrinya begitu geram, mereka merasa alasan untuk menangkap sang Kyai terlalu dibuat-buat. Wahid Hasyim (Agus Kuncoro) dan Harun (Adipati Dolken) memilliki perbedaan pendapat mengenai cara terbaik membebaskan KH Hasyim Asy’ari. Berbagai cara untuk membebaskan sang Kyai terus dilakukan, hingga akhirnya terenggut sebuah nyawa membuat santri-santri dari Tebu Ireng terbelah menjadi dua kubu yang saling berbeda pendapat. Bukan hanya para santri, Nyai Kapu (Christine Hakim) istri sang Kyai pun merasa memiliki peranan penting untuk terus mendukung visi dan misi suaminya walau dalam keadaan apa pun. Perasaan serupa juga dirasakan oleh Sari (Meriza Febriani), kekasih hati Harun, ia merasa memiliki kewajiban untuk turut mendoakan perjuangan bangsa Indonesia walaupun harus merelakan hal terpenting di dalam hidupnya. Perjuangan bangsa Indonesia tidak selesai hanya sampai merdekanya negara Indonesia, perjuangan terus berlangsung demi mempertahankan negara dari sekutu yang mencoba menjajah kembali negara Indonesia.

Sudah tahu siapa yang band mana yang pengisi Original Sountrack Sang Kiai?…. Ya benar, yang Ungu dengan lagu Bila Tiba. Lagunya benar-benar mengingatkan kita terhadap perjuangan di dunia untuk persiapan kehidupan yang kekal di akhirat.


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Inilah 5 Butir Penting Putusan MK atas …

Rullysyah | | 21 August 2014 | 17:49

MK Nilai Alat Bukti dari Kotak Suara …

Politik14 | | 21 August 2014 | 15:12

Penulis Fiksiana Community Persembahkan …

Benny Rhamdani | | 21 August 2014 | 11:53

Meriahnya Kirab Seni Pembukaan @FKY26 …

Arif L Hakim | | 21 August 2014 | 11:20

Haruskah Semua Pihak Menerima Putusan MK? …

Kompasiana | | 21 August 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Dahlan Iskan, “Minggir Dulu Mas, Ada …

Ina Purmini | 3 jam lalu

Pelajaran dari Sengketa di MK …

Jusman Dalle | 9 jam lalu

WC Umum Tak Kalah Penting dengan Dapur Umum …

Prabu Bolodowo | 10 jam lalu

Hebat, Indonesia Paling Menjanjikan Sedunia! …

Firdaus Hidayat | 11 jam lalu

Jangan Sembarangan Pelihara Ayam di Amerika …

Usi Saba Kota | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: