Back to Kompasiana
Artikel

Film

Muhammad Agung

Silahkan berkomentar, tidak akan saya hapus.

Save KPK, Save PKS -Jangan Dibaca Terlalu Serius-

OPINI | 11 May 2013 | 00:00 Dibaca: 580   Komentar: 1   1

Akhir – akhir ini masyarakat sudah sangat jenuh mendengarkan berita – berita terkait KPK dan PKS. Jika kita perhatikan sejarah memperlihatkan hubungan yang sangat dekat antara kedua badan ini. Kita mengenal bahwa PKS merupakan satu-satunya parpol yang bersih dari korupsi. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya kader PKS yang menjadi terpidana korupsi. Satu—satunya anggota PKS yang pernah menjadi terpidana adalah Misbakhun, namun pada akhirnya Mahkamah Agung menyatakan Beliau bebas.

Sedangkan KPK adalah suatu badan penegak hukum yang bertugas untuk memberantas korupsi di Indonesia. KPK terlahir dari reformasi dimana kita ketahui bahwa PKS merupakan salah satu partai yang sangat mendukung pembentukan KPK. Bahkan PKS menolak tegas usulan peraturan-peraturan yang akan “membonsai” kerja KPK.

Dari kisah di atas dapat diperhatikan bahwa PKS dan KPK merupakan musuh besar bagi para koruptor. Eksistensi kedua lembaga tersebut merupakan ancaman besar bagi para koruptor. Koruptor takut korupsinya diperiksa KPK. Disisi lain koruptor juga takut jika ke depannya masyarakat menjatuhkan pilihannya kepada PKS dan muaranya si koruptor tidak punya kursi sehingga tidak bisa korupsi lagi.

Namun yang namanya koruptor licik akan punya seribu satu cara untuk mengatasi persoalan yang ia hadapi, tentunya dengan cara licik. Caranya adalah :

  1. Si koruptor membebaskan AF dari hukuman 20 tahun penjara di Australia
  2. Si koruptor menugaskan AF untuk dekat dengan PKS
  3. Si koruptor menjebak JB (KPK) di pertemuan Bogor
  4. Si koruptor mengancam JB agar mau memuluskan rencana busuk si koruptor, jika tidak maka keterlibatannya di bogor akan dibongkar
  5. JB dan AF menjalankan perintah koruptor
  6. LHI ditangkap dengan alasan penahanan yang tak kuat.
  7. Seluruh Aset LHI di sita dengan alas an yang tak kuat pula
  8. LHI dituduh pencucian uang, padalah uang suap masih pada fatonah
  9. Wanita simpanan AF diangkat ke public agar untuk menambah efek hancur untuk PKS
  10. AF disimpan, tak boleh bicara, takut keceplosan bicara
  11. AS (KPK) dilarang bicara.
  12. Media yang menjadi kroni dari si koruptor disuruh memberitakan LHI dan AF pagi-siang-sore-malam.

Hasil dari konspirasi busuk ini. Adalah mematikan salah satu dari keduanya. Jika LHI bisa dipersalahkan, maka KPK akan tetap ada. Namun jika LHI tidak terbukti bersalah, maka KPK yang akan bubar. Namun sepertinya Si koruptor akan lebih senang jika PKS yang bubar, sebab PKS sulit untuk dijebak seperti JB.

Hahahaha,,, ini bukan untuk fitnah-memfitnah, ini hanya prasangka, bisa jadi benar terjadi bisa juga tidak, ini hanya lintasan fikiran liar penulis. Entah akan jadi fakta atau bukan :-)

Terimakasih mau membaca :-) .

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 4 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 5 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 7 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 8 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Sayang Dijadikan Sebuah Alasan Untuk …

Fairusyifa Dara | 7 jam lalu

Semarak Pesta Rakyat Situ Bungur (Bingkai …

Agung Han | 8 jam lalu

Kenapa Lebih PD Dengan Bahasa Asing Dari …

Seneng | 8 jam lalu

Car Free Day Bukan Solusi …

Nitami Adistya Putr... | 9 jam lalu

ATM Susu …

Gaganawati | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: