Back to Kompasiana
Artikel

Film

Clc Purbalingga

Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga adalah komunitas para pecinta film di wilayah Kabupaten Purbalingga, Jawa selengkapnya

Festival Film Purbalingga Merangkai Festival Jajan Pasar

REP | 13 May 2013 | 03:45 Dibaca: 303   Komentar: 1   0

13683914641848739813

Suasana penonton.

Layar Tanjleb FFP 2013 Desa Sumampir, Rembang, Purbalingga

Cenil, klepon, awig-awig, lapis, gethuk lindri, utri, congkog dan belasan nama makanan kecil khas Banyumasan menghiasi Festival Jajan Pasar Desa Sumampir. Makanan yang dibuat dari bahan dasar ketela pohon dan beras ketan itu dijajar di deretan meja dan dijual untuk masyarakat.

Festival makanan rakyat yang digagas Pos Pembedayaan Keluarga (Posdaya) Sumampir Sejahtera Desa Sumampir yang digelar sejak siang hari dirangkai dengan program Layar Tanjleb Festival Film Purbalingga (FFP) 2013 di sepanjang jalan di pertigaan Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, Purbalingga pada Minggu, 12 Mei 2013.

Ketua Posdaya Sumampir Sejahtera Budi Nedyo mengatakan Festival Jajan Pasar ini baru pertama kali digelar dari dan untuk warga tanpa bantuan Pemerintah. “Antusias warga sangat luar biasa, baik pembuat atau penjual makanan maupun pembelinya. Terlebih, pada malam hari kami rangkai dengan Festival Film Purbalingga,” tuturnya.

13683915051782085124

Suasana Festival Jajan Pasar.

Pada kesempatan itu, diputar delapan film, yaitu “Secarik Kisah Panyatan” dan “Meniti Hutan Panyatan” dari SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga, “Lawuh Boled” dari SMK Negeri 1 Rembang Purbalingga, “Penghulu” dari F2PB Bandung, “Palak” dari Sinematografi Unair Surabaya, dua film dokumenter lokal Desa Sumampir, serta film klasik Indonesia “Lewat Djam Malam” karya Usmar Ismail.

Ya seneng. Bakul-bakul pada payu, wargane dihibur film. Dadi kelalen sedela maring utang. (Ya senang. Para pedagang pada laku, warga dihibur film. Jadi lupa untuk sementara pada hutang),” ujar Rasmini (52), salah satu penonton.

Sementara Direktur FFP Bowo Leksono menjelaskan salah satu fungsi Festival Film Purbalingga itu memantik pemuda atau elemen masyarakat agar mampu bergerak membuat kegiatan. “FFP itu bukan hanya milik pelaku film, tapi milik masyarakat. Saat festival film, semua masyarakat ikut berpesta, ikut senang,” ungkapnya.

Layar Tanjleb FFP 2013 di Desa Sumampir merupakan putaran keduabelas dari 18 titik pemutaran. Festival Film Purbalingga yang memasuki tahun ketujuh ini digelar dari 27 April-25 Mei 2013. Pemutaran Layar Tanjleb ketigabelas akan digelar Senin, 13 Mei 2013 di Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Purbalingga.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 28 July 2014 23:45

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 28 July 2014 22:40

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 28 July 2014 21:13

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: