Back to Kompasiana
Artikel

Film

Free Idea

Suka membaca dan lalu menulis. Berpikiran terbuka, tanpa sekat. Bebas berpikir, tetapi tidak menjadi liar selengkapnya

Film Jokowi : Harap-harap Cemas ?

OPINI | 21 May 2013 | 01:04 Dibaca: 518   Komentar: 2   0

Jokowi difilmkan, langsung menarik minat untuk menontonnya. Namun begitu tahu produsernya adalah KK Dheeraj langsung berubah pesimis soal bagaimana kualitasnya. Bagaimana tidak KK Dheeraj yang terkenal dengan rumah produksinya K2K Production, seringkali menghasilkan film-film bertajuk komedi seks atau horror seks. Parahnya lagi, KK Dheeraj sering menggunakan artis porno dari luar negeri dalam film-filmnya. Pada tahun 2012, KK Dheeraj sempat dianggap melakukan kebohongan publik berkaitan dengan film “Mr. Bean kesurupan Depe”. Ini dikarenakan pemeran Mr. Bean bukanlah Rowan Atkinson seperti yang sebelumnya diinformasikan.

Berdasarkan berita di media massa, KK Dheeraj rupanya sudah sadar dan tidak mau lagi membuat film horror “kacangan”. Titik balik KK Dheeraj dimulai dengan film “Jokowi”. Film ini akan mengangkat masa kecil hingga dewasa Jokowi dan tidak mengangkat hal yang berbau politik. Jadi tidak akan ada masa ketika Jokowi berjuang menjadi Gubernur DKI dalam film ini. Alasan produser adalah karena masa kecil Jokowi tidak banyak orang yang tahu. Apalagi, menurut pengakuan KK Dheeraj, Jokowi sendiri berpesan agar film tersebut jangan menyinggung politik sedikit pun.

Film “Jokowi” menghabiskan dana Rp. 15 milyar. Syutingnya berlangsung selama sebulan di Kota Solo. Disutradarai oleh Ashar Kinoi Lubis. Film ini dibintangi oleh Teuku Rifnu Wikana (Jokowi), Prisia Nasution (Iriana kekasih Jokowi, yang kini jadi istrinya), Ayu Diah Pasha (Ibu Jokowi), Susilo Badar (Bapak Jokowi), Landung Simatupang (kakek Jokowiy, dan Ratna Riantiarno (Bu Tarti, saksi hidup dari masa kecil Jokowi).

Jika penasaran hendak menonton film “Jokowi” harus bersabar. Film ini rencananya baru diputar tanggal 20 Juni 2013. Satu hari sebelum ulang tahun Jokowi dan dua hari menjelang  ulang tahun DKI Jakarta. Jadi harap-harap cemas nih bagaimana kualitas film “Jokowi”.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Endah Kreco, Kartini dari Keong Sawah …

Junanto Herdiawan | | 21 April 2014 | 07:31

Mempertanyakan Kelayakan Bus Transjakarta …

Frederika Tarigan | | 21 April 2014 | 10:22

Cara Menghadapi Lansia (Jompo) Pemarah …

Mohamad Sholeh | | 21 April 2014 | 00:56

Danau Linow Masih Mempesona …

Tri Lokon | | 21 April 2014 | 07:01

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 2 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 3 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 5 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 6 jam lalu

Pengalaman Bekerja di Luar Negeri …

Moch Soim | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: