Back to Kompasiana
Artikel

Film

Free Idea

Suka membaca dan lalu menulis. Berpikiran terbuka, tanpa sekat. Bebas berpikir, tetapi tidak menjadi liar selengkapnya

Film Jokowi : Harap-harap Cemas ?

OPINI | 21 May 2013 | 01:04 Dibaca: 524   Komentar: 2   0

Jokowi difilmkan, langsung menarik minat untuk menontonnya. Namun begitu tahu produsernya adalah KK Dheeraj langsung berubah pesimis soal bagaimana kualitasnya. Bagaimana tidak KK Dheeraj yang terkenal dengan rumah produksinya K2K Production, seringkali menghasilkan film-film bertajuk komedi seks atau horror seks. Parahnya lagi, KK Dheeraj sering menggunakan artis porno dari luar negeri dalam film-filmnya. Pada tahun 2012, KK Dheeraj sempat dianggap melakukan kebohongan publik berkaitan dengan film “Mr. Bean kesurupan Depe”. Ini dikarenakan pemeran Mr. Bean bukanlah Rowan Atkinson seperti yang sebelumnya diinformasikan.

Berdasarkan berita di media massa, KK Dheeraj rupanya sudah sadar dan tidak mau lagi membuat film horror “kacangan”. Titik balik KK Dheeraj dimulai dengan film “Jokowi”. Film ini akan mengangkat masa kecil hingga dewasa Jokowi dan tidak mengangkat hal yang berbau politik. Jadi tidak akan ada masa ketika Jokowi berjuang menjadi Gubernur DKI dalam film ini. Alasan produser adalah karena masa kecil Jokowi tidak banyak orang yang tahu. Apalagi, menurut pengakuan KK Dheeraj, Jokowi sendiri berpesan agar film tersebut jangan menyinggung politik sedikit pun.

Film “Jokowi” menghabiskan dana Rp. 15 milyar. Syutingnya berlangsung selama sebulan di Kota Solo. Disutradarai oleh Ashar Kinoi Lubis. Film ini dibintangi oleh Teuku Rifnu Wikana (Jokowi), Prisia Nasution (Iriana kekasih Jokowi, yang kini jadi istrinya), Ayu Diah Pasha (Ibu Jokowi), Susilo Badar (Bapak Jokowi), Landung Simatupang (kakek Jokowiy, dan Ratna Riantiarno (Bu Tarti, saksi hidup dari masa kecil Jokowi).

Jika penasaran hendak menonton film “Jokowi” harus bersabar. Film ini rencananya baru diputar tanggal 20 Juni 2013. Satu hari sebelum ulang tahun Jokowi dan dua hari menjelang  ulang tahun DKI Jakarta. Jadi harap-harap cemas nih bagaimana kualitas film “Jokowi”.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kiprah Ibu-ibu Masyarakat Biasa di Tangerang …

Ngesti Setyo Moerni | | 27 November 2014 | 07:38

Jakarta Street Food Festival: Ketika Kuliner …

Sutiono | | 27 November 2014 | 11:06

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Petisi Pembubaran DPR Ditandatangani 6646 …

Daniel Ferdinand | 6 jam lalu

Senyum dan Air Mata Airin Wajah Masa Depan …

Sang Pujangga | 7 jam lalu

Timnas Lagi-lagi Terkapar, Siapa yang Jadi …

Adjat R. Sudradjat | 8 jam lalu

Presiden Kita Bonek dan Backpacker …

Alan Budiman | 8 jam lalu

Prabowo Seharusnya Menegur Kader Gerindra …

Palti Hutabarat | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Lawan Laos: Antara Kebanggaan dan Harga …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

[Cerbung] Green Corvus #11 …

Dyah Rina | 8 jam lalu

Menghadiri Japan Halal Expo 2014 di Makuhari …

Weedy Koshino | 8 jam lalu

Pengabaian Arbitrase di Kasus TPI dan …

Dewi Mayaratih | 8 jam lalu

Bu Susi, Bagaimana dengan Kualitas Ikan di …

Ilyani Sudardjat | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: