Back to Kompasiana
Artikel

Film

Free Idea

Suka membaca dan lalu menulis. Berpikiran terbuka, tanpa sekat. Bebas berpikir, tetapi tidak menjadi liar selengkapnya

Film Jokowi : Harap-harap Cemas ?

OPINI | 21 May 2013 | 01:04 Dibaca: 523   Komentar: 2   0

Jokowi difilmkan, langsung menarik minat untuk menontonnya. Namun begitu tahu produsernya adalah KK Dheeraj langsung berubah pesimis soal bagaimana kualitasnya. Bagaimana tidak KK Dheeraj yang terkenal dengan rumah produksinya K2K Production, seringkali menghasilkan film-film bertajuk komedi seks atau horror seks. Parahnya lagi, KK Dheeraj sering menggunakan artis porno dari luar negeri dalam film-filmnya. Pada tahun 2012, KK Dheeraj sempat dianggap melakukan kebohongan publik berkaitan dengan film “Mr. Bean kesurupan Depe”. Ini dikarenakan pemeran Mr. Bean bukanlah Rowan Atkinson seperti yang sebelumnya diinformasikan.

Berdasarkan berita di media massa, KK Dheeraj rupanya sudah sadar dan tidak mau lagi membuat film horror “kacangan”. Titik balik KK Dheeraj dimulai dengan film “Jokowi”. Film ini akan mengangkat masa kecil hingga dewasa Jokowi dan tidak mengangkat hal yang berbau politik. Jadi tidak akan ada masa ketika Jokowi berjuang menjadi Gubernur DKI dalam film ini. Alasan produser adalah karena masa kecil Jokowi tidak banyak orang yang tahu. Apalagi, menurut pengakuan KK Dheeraj, Jokowi sendiri berpesan agar film tersebut jangan menyinggung politik sedikit pun.

Film “Jokowi” menghabiskan dana Rp. 15 milyar. Syutingnya berlangsung selama sebulan di Kota Solo. Disutradarai oleh Ashar Kinoi Lubis. Film ini dibintangi oleh Teuku Rifnu Wikana (Jokowi), Prisia Nasution (Iriana kekasih Jokowi, yang kini jadi istrinya), Ayu Diah Pasha (Ibu Jokowi), Susilo Badar (Bapak Jokowi), Landung Simatupang (kakek Jokowiy, dan Ratna Riantiarno (Bu Tarti, saksi hidup dari masa kecil Jokowi).

Jika penasaran hendak menonton film “Jokowi” harus bersabar. Film ini rencananya baru diputar tanggal 20 Juni 2013. Satu hari sebelum ulang tahun Jokowi dan dua hari menjelang  ulang tahun DKI Jakarta. Jadi harap-harap cemas nih bagaimana kualitas film “Jokowi”.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Sedekah Berita ala Jurnalis Warga …

Siwi Sang | | 24 October 2014 | 15:34

Bagi Cerita dan Foto Perjalanan Indahnya …

Kompasiana | | 22 October 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 6 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 7 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 9 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 9 jam lalu

Jokowi Tunda Tentukan Kabinet: Pamer …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Batuk Efektif …

Kaminah Minah | 8 jam lalu

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 8 jam lalu

Komunitas, Wiramuda dan Pemuda Muhammadiyah …

Kang Nanang | 8 jam lalu

Tanya Jawab ala Toni Blank …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

Kesan dan Pesan Selama Belajar Sosiologi …

Yolanda 16 | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: