Back to Kompasiana
Artikel

Film

Andhika Heru

Seorang yang sejak kecil bercita-cita menjadi wartawan, dan sering memenangkan penghargaan dalam Lomba serta Festival selengkapnya

Joe Taslim, Die Hard of Fast & Furious 6

REP | 27 May 2013 | 11:10 Dibaca: 2528   Komentar: 0   0

1369627612773735373

Joe Taslim a.k.a Jah in Fast & Furious 6 (www.celebritynews.blogspot.com)

Saya tidak ingin mengulas plot cerita film box office yang sedang heboh saat ini “Fast and Furious 6″, sebuah saga film aksi mobil sport yang sangat mendunia, bahkan dikenal sebagai film yang mempopulerkan penggunaan “NoS” untuk keperluan speed racer.

Yang saya ingin lebih sorot dalam tulisan ini setelah menonton filmnya minggu lalu adalah aksi aktor laga Indonesia Joe Taslim, yang sebelumnya dikenal oleh publik Indonesia dan dunia melalui film box office Hollywood pertama yang made in Indonesia dan dimainkan oleh 100% orang Indonesia. The Raid : Redemption.

Seolah mendapat durian runtuh, dalam promo film The Raid di Sundance Film Festival 2012, sutradara Justin Lin yang memegang franchise film Fast and Furious sejak sekuel keempat……menyaksikan penampilan Joe di film yang membuat heboh para penonton festival tersebut.

Akhirnya Justin menghubungi sutradara The Raid, Gareth Huw Evans, sebagai jalur perantara yang menghubungkan pihaknya dengan Joe Taslim.

Meminta dikirimkan cuplikan fight scene yang dimainkan Joe Taslim, sebagai bahan pertimbangan Justin. Pertimbangan untuk apa?

Untuk mengikutsertakan Joe Taslim memainkan salah satu peran yang akan ditampilkan dalam film FF 6.

Ternyata peran tersebut adalah sebagai “Jah”…tokoh antagonis yang akan menjadi anak buah Owen Shaw yang diperankan Luke Evans, tokoh antagonis utama dalam film tersebut.

Jadi tukang pukul doank?

Ya, awalnya dugaan saya bahwa Joe Taslim, karena tampil jadi penjahat, cuma jadi tukang pukul pula…paling hanya tampil setengah film, terus mampus mobil nya terbalik kecelakaan akibat mencoba-coba keahlian Dom Toretto (Vin Diesel) dan akawan-kawan.

Ternyata dalam film ini, Jah yang diperankan Joe Taslim adalah tokoh berkarakter Die Hard alias susah banget matinya.

Bahkan dalam satu scene digambarkan bahwa Jah mampu menumbangkan keroyokan dari Han (Sung Kang) dan Roman (Tyrese) yang merupakan tokoh jagoan dalam film ini, dalam adegan kejar-kejaran dan perkelahian di Waterloo Station.

1369627714567555327

Adegan perkelahian di Waterloo Station dalam Fast 6 (www.vimeo.com)

Terus terang saya rasa bukan hanya bagi penonton Indonesia yang memang menonton FF 6 buat lihat aksinya Joe Taslim….bahkan bagi warga seluruh dunia pun, perkelahian di Waterloo Subway Station London tersebut merupakan salah satu fight scene atau adegan perkelahian yang paling berkesan dalam film tersebut, selain perkelahian di bagian akhir film, dan adegan kejar-kejaran di flyover Tenerife, Spanyol yang menggunakan tank.

Adapula adegan kejar-kejaran mobil yang memorable di flyover Tenerife, Spanyol yang menggunakan tank, itupun pengemudi tank nya adalah …..lagi-lagi si Jah alias Joe Taslim.

Berkali-kali dipukul, diserang, dicelakakan, bahkan sempat tertangkap oleh tim Fast 6 nya Dom Toretto, tidak membuat tokoh Jah mudah tewas. Benar-benar somekinda die hard asshole….hehehe.

1369627794941230846

Joe dan para pemeran Fast and Furious 6 (www.merdeka.com)

Terlepas dari peranannya yang hanya sebagai penjahat dalam film ini, Joe berhasil memposisikan dirinya sendiri sebagai tokoh yang “menarik perhatian” penonton, bukan karena dia sekedar aktor Indonesia, namun karena juga akting nya yang kalo saya perhatikan, memang orang ini sepertinya lebih mantap kalo main film dalam logat Ingrris daripada Indonesia sebagaimana dalam film The Raid.

Hal ini tambah diperkuat dengan kemampuan beladirinya (mantan juara SEA GAMES Judo tahun 1999) dan wajah yang menurut ukuran internasional adalah “Asian Good Looking” sekelas Bruce Lee, Jet Li dan Jackie Chan.

Bahkan ada penonton Indonesia yang bilang bahwa Joe sebenarnya lebih tampan dan macho daripada pemeran Han yaitu Sung Kang yang dalam film Fast 6 mendapatkan rejeki nomplok jadi kekasih aktris jelita Israel Gal Gadot yang berperan sebagai Giselle.

Jika dalam film the Raid, saya sering merasa mendengar logat bahasa Indonesia yang terburu-buru dan kurang jelas dari mulut Joe, tapi dalam film Dead Mine dan Fast 6 ini saya merasa antara gesture tubuh dan akting Joe lebih mantap jika berbicara dalam bahasa Inggris.

Film beriku yang sedang dikerjakan oleh Joe kembali berpasangan dengan Mad Dog Yayan Ruhian dan sutradara Gareth Evans (yang kali ini hanya sebagai co-director) dari sutradara utama Timo Tjahjanto, yaitu film berbahasa Inggris , The Night Comes For Us

Hayo, mana nih Iko Uwais, tokoh utama The Raid….kok masih berkutat dengan film-film nya Gareth Evans terus. Kalah go international dari Joe.

Memang sempat dikabarkan bahwa Iko pun tampil sebagai tokoh antagonis dalam film beladiri pertama besutan aktor Hollywood Keanu Reeves, Man of Taichi.

Namun gema film tersebut sepertinya tidak akan sepopuler film Fast and Furious 6. Padahal Iko lebih dahulu go international melalui film Merantau (2009) yang juga arahan sutradara Gareth Evans.

Sepertinya masalah kemampuan Bahasa Inggris Iko yang kalah dari Joe cukup berperan.

Dapat kita lihat dalam cuplikan wawancara-wawancara selama promo film The Raid tahun 2011-2012 lalu, untuk interview wartawan media asing menggunakan bahasa Inggris, Joe lebih mampu menjawab pertanayaan wartawan dibanding Iko.

Semoga Iko dapat segera mengejar ketertinggalannya dari Joe, tokh selain sering bekerja untuk sutradara dari negara yang berbahasa Inggris, yaitu Gareth Evans, ia juga kini beristrikan wanita yang berasal dari keluarga yang cukup familiar dengan bahasa Inggris yaitu penyanyi Audy Item.

Pokoknya semakin banyak aktor aktris Indonesia yang go to Hollywood akan semakin menarik dan baik buat nama perfilman Indonesia.

Sebab jika sekedar banyak bermain dalam film garapan luar negeri, sebenarnya Ayu Azhari dan Christine Hakim sudah banyak mendahului kedua aktor laga di atas.

Namun belum ada yang tampil di box office sekelas The Raid dan Fast 6 seperti Iko, dan Joe.

Bahkan gross sales nya film Eat, Pray and Love (2009) yang dibintangi Christine Hakim bersama Julia Roberts kalah dari film The Raid, apalagi Fast and Furious 6.

Christine Hakim pun sempat menjadi tokoh ibunda Iko Uwais dalam film Merantau.

Maju terus perfilman Indonesia, saatnya dunia film kita “keluar kandang”.

Bukan hanya sineas-sineas asing yang kini mulai banyak membuat film di Indonesia seperti Eat, Pray and Love, Java Heat, Dead Mine dan lainnya.

Namun juga saatnya aktor-aktris Indonesia bermain dalam film Hollywood, karena memang sebagaimana yang dikatakan oleh pengusaha Chairul Tanjung dan Menperindag Gita Wirjawan….mata dunia kini sedang mengarah ke Indonesia setelah perekonomiannya bertahan bahkan melesat di saat krisis ekonomi dunia 2008-2011.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Google Street View, Akankah Disalahgunakan? …

Deliana Setia | | 21 August 2014 | 23:02

Pembantu Kalahkan Mahasiswa, Apa Bisa? …

Seneng Utami | | 22 August 2014 | 01:24

Sharing Profesi Berbagi Inspirasi ke Siswa …

Wardah Fajri | | 21 August 2014 | 20:12

Hati-hati Minum Jamu Pemberian Paranormal …

Mas Ukik | | 21 August 2014 | 20:15

Mau Ikutan Diskusi Bareng Anggota DPR Komisi …

Redaksi Kompas.com | | 21 August 2014 | 13:59


TRENDING ARTICLES

Pernyataan Politik Bermata Banyak …

Hendra Budiman | 10 jam lalu

Ikhlas Menerima Jokowi-JK Sebagai Pemimpin …

Topik Irawan | 11 jam lalu

Belum Ada Ucapan Selamat dari Prabowo-Hatta …

Revaputra Sugito | 11 jam lalu

Rusuh MK, Sudirman-Thamrin Mencekam …

Mawalu | 13 jam lalu

Ditolak MK, Pendukung Prabowo Berduka …

Samandayu | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: