Back to Kompasiana
Artikel

Film

Samandayu

......................................

Jokowi Pura-pura Tolak Filmnya Sendiri?

OPINI | 31 May 2013 | 08:57 Dibaca: 2919   Komentar: 7   0

UJUG-UJUG film bertitel Jokowi siap dirilis pada 20 Juni mendatang. Bukannya ’senang’ kisah hidupnya difilmkan, Jokowi malah menolak film yang dinilainya terlalu berlebih-an. Beneran menolak, atau ‘pura-pura’ menolak demi sebuah ‘citra’ innocent dan merakyat yang selama ini dipegang kukuh? Kenapa setelah film setelah selesai dibuat, Jokowi langsung ‘kelihatan’ menolak?


Apakah ini akal-akalan agar film laku? Ah, beliau kan, bukan sejenis Jupe Depe. Meski sang produser KK Dheeraj amat mungkin membikin promosi ‘konspiratif’ dan berbau penipuan begitu. Atau seperti yang dibilang, bahwa penolakan ini cuma ‘gertak sambal’ supaya beliau ini tidak tercitrakan sebagai orang yang ‘haus publisitas’ dengan kecenderungan mau melambaikan tangan di 2014? :P

Sampulnya mirip Sang Penari

dan Habibie & Ainun.

cineplex21.com


Film Jokowi dan KK Dheeraj

Ketika perjalanan hidup Jokowi akan difilmkan oleh KK Dheeraj, nggak hanya Joko Anwar yang ‘ngamuk’, pecinta film yang lain juga pada protes. Kok, bisa seorang ahli film yang katanya ‘kacrut’ itu bikin film biografi sosok ‘mumpuni’? Kalau saya pribadi sih, nggak segitu-gitunya hujat om KK Dheeraj. Toh saya juga nggak ngepen-ngepen amat sama Pak Jokowi, bukan orang Jakarta atau Solo sih, Xixixi .. Tapi memang ada yang amat menarik atas protes sana-sini ini.

Kata KK Dheeraj, film ini menghabiskan dana 13 miliar.

Percaya?

kapanlagi.com

Pada April 2013, terutama sang filmmaker yang ‘bacotan’ twitternya frontal-frontal kayak Joko Anwar. Orang yang seminggu kemarin sempat panas-panasan sama Marissa Haque ini juga kritik pedas KK Dheeraj yang katanya mau bikin film Jokowi. Seakan-akan tokoh ’sekaliber’ Jokowi nggak boleh dan nggak pantes dibikin sama produser kacrut.

Dan tahu-tahu, film Jokowi akhirnya selesai penggarapan. Barangkali tidak mudah membuat film jenis ini. Barangkali karena film-film Indonesia kebanyakan dibikin dengan sistem kerja ala FTV. Seba cepat, kurang pematangan dalam hal naskah, serba tahu-tahu beres, maka VOILAA! FTV eh film bioskop pun bisa disimak. Untung orang yang nggak perhitungan, duit 35 ribu demi sebuah tiket tentu tak jadi soal. Tapi untuk beberapa orang memang perlu dua kali menyempatkan waktu menonton karya anak bangsa.


‘Keanehan’ Penolakan Jokowi

Bagaimana tidak aneh, gubernur DKI ’sebesar’ beliau tidak tahu menahu soal pembuatan filmnya. Tahu-tahu film mau rilis, dan dia pun mengatakan keberatan. Lalu apa yang dia katakan, ya, dia bilang kalau dia ‘terlalu kecil’ untuk dibuatkan film biografi. Entah karena bentuk kerendahan hatinya, atau memang sebuah bentuk ‘rekayasa’. Barangkali agar filmnya terbuat seperti ‘kecelakaan’, ‘tidak sebenarnya ia inginkan’ alias ‘tak tahu menahu’. Mungkin ketidaktahuannya mengenai proyek film ni karena kesibukannya mengatur tata kota, jadi ‘mana sempat?’

Dari kompas.com pada 2 Mei 2013, dengan bahasa ‘ndeso-nya, Jokowi mengatakan, “Enggak tahu, saya belum bertemu sama yang buat. Di depan, saya ngomong kalau saya tidak mau. Saya mau ketemu, tapi enggak tahulah, wong belum mengerti. Saya ini bukan tokoh, tapi tikih kecil-kecilan.”

Sebenarnya dari kacamata seni perfilman, siapapun bisa dibuat film. Yang saya maksud tokoh dunia nyata. Entah itu Habibie dalam Habibie dan Ainun, Sang Pencerah, Sang Kiayi, atau seorang pelacur dalam Bidadari Jakarta. Toh, kepentingannya bukan buat ‘promosi’ atau mengeruk ’simpati masyarakat’ dan menyuruh implisit agar masyarakat terinspirasi oleh tokoh yang difilmkan. Jadi keberatan Jokowi sebenarnya janggal. Apalagi untuk seorang wakil rakyat yang konon punya cita rasa seni yang baik.

Apa yang dikatakannya sebagai tindakan berlebih (dengan 30 tahun perjalanan hidupnya difilmkan), mungkin saja ‘narsisme terselubung atau kegeeran’. Lagipula akan menjadi hal yang amat memberatkan kalau film tersebut melenceng dan jauh dari kenyataan hidup sebenarnya.

Trailer film ini memang menjanjikan. Apalagi dibintangi Teuku Rifnu dan Prisia Nasution. Lihat saja trailernya di youtube yang menggoda ‘iman’. KK Dheeraj bisa saja orang yang amat belingsatan melihat seberapa dielu-elukannya Jokowi. Sehingga ia tidak mau sosok yang sudah ‘ditandainya’ itu diambil produser film lain. Maka dengan proses yang ‘cepat’, ia pun membikin film yang berpotensi meraup jumlah penonton yang banyak itu.

Jokowi dan Trio Macan 2000

Katanya sih, kemenangan Jokowi itu dibekingi sekelompok orang. Itu kata akun TrioMacan2000 loh, ya. Silakan cari infonya di google atau twitter -atau udah pada tahu? :D Katanya sih, Jokowi dan Ahok ini bahkan punya ‘dana iklan’ sendiri buat promosi ’sana-sini’. Saya sebagai awam mikir, iya juga sih, sebab sempat dulu kalau nonton infotainment, Pak Jokowi ini selalu saja ada. Apa saking terkenalnya dia ya? Ampe-ampe orang dari luar daerah perlu tahu siapa dia? Entahlah .. xixixi ..

Kita lihat saja deh, ke depannya. Apa mungkin film Jokowi ini dicekal hanya kerena keberatan sang gubernur? Tidakkah yang serba paradoks ini amat bikin penasaran masyarakat? Dan mereka akan berkata, ih pengen tahu filmnya kayak apa. Jokowi bukan tikih kecil-kecilan, kok. DIA TOKOH BESAAR!

*

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ratusan Ribu Hingga Jutaan Anak Belum Dapat …

Didik Budijanto | | 31 July 2014 | 09:36

Olahraga Sebagai Industri dan Sarana …

Erwin Ricardo Silal... | | 31 July 2014 | 08:46

Espresso, Tradisi Baru Lebaran di Gayo …

Syukri Muhammad Syu... | | 31 July 2014 | 07:05

Rasa Takut, Cinta, Naluri dan Obsesi …

Ryu Kiseki | | 31 July 2014 | 03:42

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Menipu Rakyat? …

Farn Maydian | 15 jam lalu

Gandhi-Martin Luther-Mandela = Prabowo? …

Gan Pradana | 17 jam lalu

Jokowi Hanya Dipilih 37,5% Rakyat (Bag. 2) …

Otto Von Bismarck | 19 jam lalu

Jokowi yang Menang, Saya yang Mendapat Kado …

Pak De Sakimun | 21 jam lalu

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda …

Evha Uaga | 24 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: