Back to Kompasiana
Artikel

Film

Yk Saja

Penulis amatiran

5 Film Terbaik India yang Tidak “Happy Ending”

OPINI | 04 July 2013 | 13:10 Dibaca: 6471   Komentar: 3   1

Oleh : @ykwaria

Tak semua film Bollywood selalu berakhir bahagia, diiringi lagu dan tarian meriah. Setidaknya ada lima film terbaik yang berakhir dengan tragis, alias tidak “Happy Ending” karena tokoh utamanya meninggal.

1. Devdas (2002)

Devdas merupakan film karya sutradara Sanjay Leelha Banshali, yang memborong banyak sekali penghargaan di ajang bergengsi Filmfare Awards, salah satunya dinobatkan sebagai film terbaik tahun 2003. Film yang dibintangi Shahrukh Khan, Aishwarya Rai, dan Madhuri Dixit ini diadaptasi dari novel “Devdas”, dan berkisah tentang cinta terlarang antara pria bangsawan dengan gadis berkasta rendah di tahun 1920-an. Film yang menyuguhkan dekorasi artistik yang sangat indah dan mahal, karena bersetting kota Kalkuta pada tahun 1920-an ini cocok bagi penggemar film drama art. Karena diangkat dari novel bertemakan cinta terlarang, skenario film mau tidak mau harus mengikuti alur cerita dalam novel, meskipun cerita filmnya harus berakhir dengan tragis.

Dikisahkan Devdas (Shahrukh Khan), anak bangsawan kaya raya, menderita penyakit yang cukup parah karena kecanduan alkohol, setelah putus cinta dengan Paro (Aishwarya Rai), anak tetangganya yang dipaksa menikah dengan duda kaya raya oleh keluarganya. Perseteruan keluarga Devdas dan Paro, serta perbedaan kasta di antara mereka lah yang menjadi jurang pemisah cinta keduanya, yang terjalin sejak mereka masih kecil. Hingga akhirnya Devdas meninggal dunia persis di depan pintu gerbang istana Paro. Dan tragisnya Paro dilarang keluar oleh suaminya meskipun ia sudah berlari meninggalkan istananya dengan terus berteriak memanggil nama Devdas. Paro akhirnya meratapi kepergian Devdas, cinta sejatinya, dalam tangisan di balik pintu gerbang istananya.

137291564288227679513729156661645934868

Menurut saya pribadi, bagian akhir film Devdas (2002) merupakan adegan terakhir terbaik dari semua film Bollywood yang pernah saya tonton. Sutradara Sanjay Leela Banshali sangat pintar menghidupkan emosi yang sangat tragis pada bagian akhir filmnya. Apalagi musik karya Ismail Darbar yang sangat luar biasa mengiringinya, mampu membuat penonton merinding.

2. Omkara (2006)

Omkara merupakan film karya sutradara Vishal Bhardwaj yang dirilis tahun 2006, dan didaptasi dari novel tragis karya William Shakespeare yang berjudul Othello. Film ini dibintangi Ajay Devgan, Kareena Kapoor, Saif Ali Khan, Konkona Shen Sharma, Vivek Oberoi, dan Bipasha Basu. Omkara banyak menuai pujian dan kritikan positif di berbagai ajang penghargaan film nasional di India. Aktris Kareena Kapoor berhasil memenangkan Aktris Terbaik 2007, sedangkan Saif Ali Khan memenangkan Aktor Antagonis Terbaik di ajang Star Screen Award 2007.

Ajay Devgan dan Kareena Kapoor di Film Omkara

Ajay Devgan dan Kareena Kapoor di Film Omkara

Dikisahkan Omkara (Ajay Devgan) adalah ketua geng yang sangat berpengaruh di daerahnya, yang nekad menjalin hubungan asmara dengan gadis lugu bernama Dolly (Kareena Kapoor), meskipun ayah Dolly tak merestui mereka. Omkara dan Dolly lalu kawin lari, dan tinggal di rumah orang tua Omkara di desa. Disana Dolly berkenalan dengan Desdemona (Konkona Sen Sharma), adik perempuan Omkara, dan Lago (Saif Ali Khan) suami Desdemona yang selalu berpikiran licik. Dolly juga berteman dengan Casio (Vivek Oberoi), adik angkat Omkara yang menjadi kepercayaan Omkara, dan akan dijadikan penerusnya.

Kedekatan Omkara dengan Casio, membuat Lago iri. Lago merasa sebagai adik ipar Omkara, lebih berhak menjadi penerus Omkara nantinya untuk memimpin geng di daerahnya, ketimbang Casio yang bukan siapa-siapa. Lago yang licik akhirnya menjebak Dolly dan Casio. Dengan bantuan Bianca (Bipasa Basu), seorang gadis penari penghibur, Lago akhirnya bisa mempengaruhi pikiran Omkara bahwa Dolly dan Casio menjalin hubungan terlarang. Omkara yang terus-terusan dihasut Lago, akhirnya naik pitam dan tega membunuh Dolly dengan menyekap mulut dan hidungnyanya menggunakan bantal, di malam pengantin mereka.

1372915994990048109

Adegan Omkara Setelah Membunuh Dolly di Malam Pengantinnya

Setelah Dolly meninggal, Desdemona datang dan akhirnya fitnah yang ditebarkan Lago, suami Desdemona sendiri terbongkar. Omkara yang dihantui penyesalan, karena telah membunuh Dolly yang tidak bersalah, akhirnya bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri. Sedangkan Desdemona yang tak rela kakak dan kakak iparnya tewas dengan tragis karena fitnah suaminya, berlari mencari suaminya sendiri (Lago) dengan membawa pisau besar, lalu membunuhnya dengan tragis.

3. Fanaa (2006)

Fanaa yang berarti berkorban, merupakan film karya sutradara Kunal Kohli, yang dirilis tahun 2006, dan dibintangi Aamir Khan bersama Kajol. Film Fanaa menjadi film kembalinya Kajol, setelah lima tahun vakum dari industri perfilman Bollywood karena menikah. Di ajang bergengsi Filmfare Awards 2007, film Fanaa berhasil memenangkan penghargaan Aktris Terbaik, untuk akting Kajol.

137291675012068254341372916776168895245013729167941264364759137291681917990988761372916859242552352

Tragisnya film ini karena Zooni (Kajol) harus mengorbankan cintanya, dengan membunuh Rehan (Aamir Khan), suaminya sendiri yang seorang teroris dan berencana membom nuklir negara India untuk memerdekakan Khasmir. Zooni harus memilih antara cinta atau negaranya, hingga akhirnya dia memilih untuk menyelamatkan India dari bom nuklir. Padahal Rehan adalah suami yang baru dinikahinya, ayah dari anaknya, dan “kekasih misterius” yang delapan tahun sebelumnya pernah ia temui di New Delhi saat peringatan hari kemerdekaan India.

Kutipan dari film Fanaa : “Mudah untuk memilih antara yang baik dan yang buruk. Tapi sulit untuk memilih diantara dua hal yang baik, atau di antara dua hal yang buruk, dan itulah pilihan hidup ini.”

4. Gupt : The Hidden Truth (1997)

Gupt merupakan film misteri pembunuhan arahan sutradara Rajiv Rai, yang dirilis tahun 1997, dan dibintangi Bobby Deol, Kajol, serta Manisha Koirala. Film ini mengantarkan Kajol, sebagai aktor wanita pertama yang memenangkan penghargaan Aktris Antagonis Terbaik di ajang Filmfare Awards dan Zee Cine Awards 1998.

Kajol Aktor Wanita Pertama yang memenangkan Filmfare Awards sebagai Aktris Antagonis Terbaik untuk film Gupt

Kajol Aktor Wanita Pertama yang memenangkan Filmfare Awards sebagai Aktris Antagonis Terbaik untuk film Gupt

Kenapa film ini tidak happy ending? Karena ternyata pemeran utama dalam film ini adalah “musuh” tersembunyi yang akhirnya tewas di akhir cerita.

Adegan Bobby Deol Berseteru dengan Ayah Tirinya

Adegan Bobby Deol Berseteru dengan Ayah Tirinya

Dikisahkan Sahil Sinha (Bobby Deol) selalu berkonflik dengan ayah tirinya yang seorang gubernur, terlebih saat ayah tirinya itu menentang pertunangan Sahil dengan Isha (Kajol), putri sekretarisnya sendiri. Ayah tiri Sahil sudah menjodohkan Sahil dengan Sheetal (Manisha Koirala) yang berasal dari keluarga kaya. Hingga di suatu malam, ayah tiri Sahil tewas terbunuh di kantornya, dan polisi menemukan sidik jari Sahil disana. Sahil pun dipenjara, namun ia lalu kabur dan dibantu Isha bersembunyi di suatu tempat.

Adegan Sebelum Kajol Mencoba membunuh Manisha Koirala dalam film Gupt

Adegan Sebelum Kajol Mencoba membunuh Manisha Koirala dalam film Gupt

Dengan bantuan Isha dan Sheetal, Sahil berusaha menyelidiki dan mencari siapa pembunuh ayah tirinya yang sebenarnya. Namun satu per satu orang yang berusaha memberi kesaksian, dibunuh oleh pelaku yang sama. Hingga akhirnya Sahil menemukan titik terang dari kalung liontin yang digenggam ayah tirinya saat terbunuh. Dari liontin itulah diketahui bahwa Isha lah pembunuh berantai yang sebenarnya. Isha menderita sakit jiwa karena terobsesi pada Sahil dan dendam pada ayah tirinya karena pertunangan mereka tak direstui. Isha juga berusaha membunuh Shital, namun akhirnya dia sendiri yang tewas terbunuh.

5. Dil Se (1998)

Dil Se merupakan film karya sutradara Mani Ratnam yang dirilis pada tahun 1998, dan dibintangi Shahrukh Khan, Manisa Koirala, dan Preity Zinta. Salah satu lagunya yang paling fenomenal di Indonesia berjudul Chaiya Chaiya, sempat menjadi video parodi oleh seorang mantan oknum polisi.

Shahrukh Khan dan Manisha Koirala dalam Film Dil Se

Shahrukh Khan dan Manisha Koirala dalam Film Dil Se

Film ini bercerita tentang Amar (Shahrukh Khan), seorang reporter dan produser eksekutif stasiun radio di India yang jatuh cinta dengan Meghna (Manisha Koirala), gadis misterius yang ternyata seorang teroris. Di saat Amar sudah dijodohkan dengan Preeti (Preity Zinta), Meghna yang sebelumnya menghilang, kembali muncul di kehidupan Amar. Cinta sejati membuat keduanya buta akan kehidupan. Amar rela mati bersama Meghna dengan memeluknya saat akan meledakkan bom bunuh diri. Hingga di akhir film, keduanya mati bersama.

Sumber Gambar :

Gambar Devdas : Youtube, Scene Final-Devdas-Hindi, http://www.youtube.com/watch?v=PzsC8MewD0A

Gambar Omkara 1 : Outlook India, http://www.outlookindia.com/article.aspx?281025

Gambar Omkara 2 : Youtube, Jag Ja Song - Omkara, http://www.youtube.com/watch?v=gh6_FgZpQvA

Gambar Fanaa : Youtube, Fanaa Last Scene, http://www.youtube.com/watch?v=09z00vHEUcw

Gambar Kajol Award : http://the-queen-kajol.de.tl/Awards.htm

Gambar Gupt 1 : http://imageshack.us/photo/my-images/198/vlcsnap2011120415h26m51.png/

Gambar Gupt 2 : http://www.ahashare.com/torrents-details.php?id=82943

Gambar Dil Se : Get Filmy (Wordpress Blog), Ain’t No Love Like Bollywood Love, http://getfilmy.wordpress.com/2012/02/13/aint-no-love-like-bollywood-love/

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemuda Papua Unjuk Kreativitas Seni ‘Papua …

Viktor Krenak | | 28 November 2014 | 11:45

Harusnya Nominal Subsidi Tetap 1500 Perak, …

Dhita A | | 28 November 2014 | 13:34

Terpana Danau Duma …

Lukman Salendra | | 28 November 2014 | 12:25

Senangnya Terpilih Menjadi Host Moderator …

Edrida Pulungan | | 28 November 2014 | 13:43

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46



HIGHLIGHT

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | 7 jam lalu

Tata Bangunan Kota Banda Aceh …

Rahmat Syah | 8 jam lalu

Komando Nelayan, Sebuah Pemikiran untuk …

Wahyudi Sebatik | 8 jam lalu

Naiknya Harga BBM Memaksa Gerak Lebih Cepat …

Muthiah Alhasany | 8 jam lalu

Menembus Batas-batas Pikiran …

Wira Dharmapanti Pu... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: