Back to Kompasiana
Artikel

Film

Anton Dwisunu Hanung Nugrahanto

Direktur Pemberitaan : Kluget.Com

Film Despicable Me dan NH Dini

OPINI | 08 July 2013 | 21:18 Dibaca: 2360   Komentar: 4   7

1373292434655191768

(Film Despicable Me 2, Film Animasi Terlaris Mengalahkan Toy Story Sumber Gambar : Wikipedia)

Dunia sinema Indonesia patut berbangga karena akhir-akhir ini banyak sekali kisah-kisah sukses baik film dan aktor/aktris yang namanya merebut perhatian internasional, seperti Christine Hakim dalam film “Eat, Pray and Love” yang dibintangi Julia Roberts, atau Joe Taslim dalam film Fast and Furoious 6. Kini orang Indonesia walaupun berwarga negara Perancis muncul dengan film animasi yang keren Despicable Me adalah keturunan Indonesia, bernama Pierre Coffin,  menariknya lagi dia adalah anak kedua dari NH Dini, salah satu sastrawan Indonesia terbesar.

13732928172032367050

(Pierre Coffin, Blasteran Indonesia-Perancis Putera NH Dini, Pencipta Film Despicable Me Sumber Photo : Word Cinema))

1373292703918467196

(NH Dini, Penulis Besar Indonesia Sumber Photo : Vimeo.com)

Siapakah NH Dini, mungkin bagi banyak generasi muda sekarang asing dengan nama NH Dini. Di jamannya NH Dini merupakan raja dalam dunia penulisan fiksi. NH Dini bukan saja penulis yang amat aktif, tapi dia menciptakan sejarah penulisan baru yang membongkar sisi keperempuanan dalam tulisan seorang perempuan. Bila sebelum NH Dini penulisan soal-soal perempuan digarap oleh penulis laki-laki maka di tangan NH Dini-lah penulisan soal perempuan direbut oleh perempuan.

Tulisan NH Dini baik novel maupun cerita-cerita pendeknya bergaya fotografis realisme, NH Dini mampu membangun sebuah cerita biografis dengan mencampurkan fakta dan fiksi dengan amat menarik, tarik-tarikan inilah yang kemudian menjadi kecemerlangan NH Dini dalam menulis, sentral dalam penulisan NH Dini tentang dunia perempuan berkisar pada ‘rahasia tersembunyi perempuan soal seksual, suara terdalam naluri perempuan dan bagaimana perempuan berpikir dengan nada halus-nya’.

Karya-karya terkenal NH Dini seperti “Pada Sebuah Kapal” yang ditulis tahun 1972 dan meledak di pasaran, kemudian “Namaku Hiroko” yang ia rilis pada tahun 1977 mampu membentuk aliran baru dalam dunia sastra Indonesia, kisah kehidupan bisa digarap manis dalam satu hidangan yang runtut dan membawa pembaca mengalami pencerahan bagaimana seorang perempuan memandang dunia.

Banyak tulisan-tulisan NH Dini yang lain seperti “Pertemuan Dua Hati” tahun 1986 dan “Hati yang Damai” tahun 1988.Selain menulis Novel dan Cerita Pendek, NH Dini sangat berminat dengan kebudayaan terutama budaya Jawa, ia mempelajari keris dan arsitektural dari sebuah keris. Ia bahkan bersahabat dengan empu keris kenamaan di Semarang.

Jadi bila anda menonton Despicable Me, ingatlah NH Dini salah satu ikon sastra terbesar Indonesia, karena anak lelaki-nya menggarap film kelas dunia itu.

-Anton DH Nugrahanto-

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wisata ke Perbatasan Surga dan Neraka di …

Taufikuieks | | 17 December 2014 | 11:24

Melahirkan Cesar Versi Saya dan Ashanty …

Mariam Umm | | 17 December 2014 | 13:39

Mau Operasi Kanker Tulang Kemaluan Atau …

Posma Siahaan | | 17 December 2014 | 19:17

The Hobbit: The Battle of the Five Armies …

Iman Yusuf | | 17 December 2014 | 21:02

Nangkring Parenting bersama Mentari Anakku: …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Seniman, antara Profesi dalam Angan dan …

Christian Kelvianto | 7 jam lalu

Sadisnya Politik Busuk Pilpres di Indonesia …

Mawalu | 9 jam lalu

Kalah Judi Bola Fuad Sandera Siswi SD …

Dinda Pertiwi | 9 jam lalu

Mas Ninoy N Karundeng, Jangan Salahkan Motor …

Yayat | 10 jam lalu

Jiwa Nasionalis Menteri yang Satu Ini …

Adjat R. Sudradjat | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Sopir “Pinoy” Philippines Makin …

Sayeed Kalba Kaif | 8 jam lalu

Aksi dan Reaksi dari Larangan Becak hingga …

Susy Haryawan | 8 jam lalu

Resolusi Sering Gagal? Begini Caranya …

Gwendolynbetsy@gmai... | 8 jam lalu

Perjuangan Mahasiswa Indonesia di Belanda …

Untung Wahyudi | 8 jam lalu

Presiden Jokowi, Mesti Kita Nasehati …

Thamrin Sonata | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: