Back to Kompasiana
Artikel

Film

Toto Soegriwo

Saya suka film. Bergaul dengan orang-orang film karena "kecemplung" dan tak sengaja. Tahun 1988 mulai selengkapnya

Festival Film Indonesia 2013

REP | 29 September 2013 | 22:59 Dibaca: 532   Komentar: 0   0

Festival Film Indonesia (FFI) merupakan ajang penghargaan tertinggi bagi dunia perfilman di Indonesia. FFI pertama kali diselenggarakan pada tahun 1955 dan berlanjut pada tahun 1960 dan 1967 (dengan nama Pekan Apresiasi Film Nasional), sebelum akhirnya mulai diselenggarakan secara teratur pada tahun 1973.

Mulai penyelenggaraan tahun 1979, sistem Unggulan (Nominasi) mulai dipergunakan. FFI sempat terhenti pada tahun 1992, dan baru diselenggarakan kembali tahun 2004. Pada perkembangannya, diberikan juga penghargaan Piala Vidia untuk film televisi.

Pada tahun 1966 mulai diberikan Piala Citra kepada pemenang penghargaan. Piala Citra yang dipergunakan hingga FFI 2007 ini merupakan hasil rancangan dari seniman patung (Alm) Sidharta. Ketika FFI yang semula diselenggarakan Yayasan Film Indonesia (YFI) diambil alih oleh pemerintah, tahun 1979, Piala Citra pun disahkan oleh Menteri Penerangan masa itu, yaitu Ali Murtopo.

Citra sendiri yang berarti ‘bayangan’ atau ‘image’ awalnya adalah sebuah sajak karya Usmar Ismail. Sajak ini kemudian dijadikan sebagai karya lagu oleh Cornel Simanjuntak. Berikutnya Usmar Ismail menjadikannya sebagai sebuah film. Dalam tradisi FFI, Citra kemudian dijadikan nama piala sebagai simbol supremasi prestasi tertinggi untuk bidang perfilman.

Sebelumnya ada beberapa nama yang diusulkan untuk Piala ini yaitu:

Citra (Bayangan Wajah)
Mayarupa (Bayangan yang Terwujudkan)
Kumara (Cahaya Badan)
Wijayandaru (Cahaya Kemenangan)
Wijacipta (Kreasi Besar)
Prabangkara (Nama Ahli Sungging Majapahit)
Mpu Kanwa (Nama Sastrawan Majapahit)

Pada FFI 2008 mulai digunakan Piala Citra bentuk baru. Sejumlah seniman seni rupa dan seni patung bekerja membuat rancangan Piala Citra dengan memodifikasi desain Piala Citra yang terwujud selama ini yaitu Heru S. Sudjarwo, S.Sn (Kordinator), Prof. Drs. Yusuf Affendi MA, Drs. H. Dan Hisman Kartakusumah, Indros Sungkowo dan Bambang Noorcahyo, S.Sn.[2] Rancangan baru ini menjadi simbol bagi semangat baru penyelenggaraan FFI.

Setiap kali penyelenggaraan FFI, selalu memiliki tema. Pada perhelatan FFI 2013 kali ini mengambil tema “BERSAMA KITA BISA MAJUKAN FILM INDONESIA”. Dengan tema tersebut diharapkan para insan perfilman dapat terus bersatu dan bersama-sama membangun perfilman Indonesia menjadi lebih baik.

Pada FFI 2013 ada 5 kategori Kompetisi:

1. Kompetisi Film Bioskop

2. Kompetisi Film Televisi

3. Kompetisi Film Pendek

4. Kompetisi Film Dokumenter

5. Kompetisi Film Animasi Pendek

Kompetisi Film Animasi Pendek merupakan jenis Kompetisi yang baru dibuka pada FFI 2013 dan belum pernah secara khusus dibuka pada penyelenggaraan FFI sebelumnya.

Pendaftaran film peserta telah dimulai dan akan ditutup tanggal 31 Oktober 2013. Formulir pendaftaran dapat diunduh di sini

https://www.facebook.com/groups/525562134188588/?fref=ts

Pengumuman Unggulan Piala Vidia akan dijadwalkan dilaksanakan pada tanggal 23 November 2013, sementara Penganugerahan Piala Vidia pada tanggal 27 November 2013. Sedangkan Malam Anugerah Piala Citra akan digelar di Marina Convention Center - Semarang Jawa Tengah.13804702782105991517

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Jalan, Super Admin Kompasiana! …

Nurul | | 27 August 2014 | 11:44

Bledug Kuwu, Fenomena Langka Alam Indonesia …

Agoeng Widodo | | 27 August 2014 | 15:18

Tukang Ojek yang Membawa Perdamaian di Kota …

Uwais Azufri | | 27 August 2014 | 14:30

Artis Cantik Penginjak Bendera ISIS …

Den Hard | | 27 August 2014 | 12:26

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Boni Hargens cs, Relawan atau Buruh Politik …

Munir A.s | 10 jam lalu

Pak Jokowi, Buka Hubungan Diplomatik dengan …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Persaingan Para Istri Bersuamikan WNA …

Usi Saba Kota | 11 jam lalu

“Tuhan, Mengapa Saya Kaya?” …

Enny Soepardjono | 12 jam lalu

DPRD Jakarta Belum Keluar Keringat, tapi …

Febrialdi | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: