Back to Kompasiana
Artikel

Film

Imana Tahira

Penyuka Sastra, Penyuka Karinding, Penyuka Kopi. Mahasiswi Ilmu Komuikasi Uin Sunan Kalijaga 2013

99 Cahaya Di Langit Eropa, 99 Semangat di hatiku

REP | 04 December 2013 | 20:47 Dibaca: 203   Komentar: 1   2

Selasa, 3 Desember 2013 di Gedung Multi Purpose Uin Sunan Kalijaga dalam acara Seminar Beasiswa ke Eropa dan Talkshow Film 99 Cahaya di Langit Eropa bersama Hanum Salsabila Rais dan Fatin Shidqia Lubis yang merupakan jebolan X-Factor 2013 ini sangat riuh gembira. Keantusiasan para peserta seminar sangat kental terasa dengan padatnya setiap sudut Gedung Multi Purpose (MP) yang terisi penuh.

99 Cahaya di Langit Eropa ini merupakan novel dari seorang dokter gigi sekaligus penulis dan merupakan putri dari Amien Rais; Hanum Salsabila Rais yang menceritakan perjalanannya bersama suami di 4 Negara benua Eropa.

Eropa dan Islam. Mereka pernah menjadi pasangan serasi. Kini hubungan keduanya penuh pasang surut prasangka dengan berbagai dinamikanya. Pencarian cahaya Islam di Eropa yang kini sedang tertutup awan saling curiga dan kesalahpahaman.

Selain ke kota Paris yang merupakan Ibukota Peradaban Eropa, Mbak Hanum pun mengunjungi Tembok Berlin, Konser Mozart, Stadion Sepakbola San Siro, Colloseum Roma, atau gondola gondola di Venezia. Tak di sangka ternyata Eropa sesungguhnya juga menyimpan sejuta misteri tentang Islam.

Di Austria, Mbak Hanum bertemu dengan seorang perempuan muslim; Fatma Pasha yang telah mengajarkannya untuk menjadi bulir-bulir yang bekerja sebaliknya. Menunjukkan pada Eropa bulir cinta dan luasnya kedamaian Islam. Seorang muallaf dari Paris menunjukkan, bahwa Eropa juga merupakan pantulan cahaya kebesaran Islam. Eropa menyimpan harta karun sejarah Islam yang luar biasa berharganya. Muallaf itu membuatnya jatuh cinta lagi kepada Islam. Islam sebagai sumber pengetahuan yang penuh damai dan kasih.

Islam dulu pernah menjadi sumber cahaya terang benderang ketika Eropa diliputi abad kegelapan. Islam juga pernah bersinar sebagai peradaban paling maju di dunia, ketika dakwah bisa bersatu dengan pengetahuan dan kedamaian, bukan dengan teror atau kekerasan.

Perjalanannya menjelajah Eropa adalah sebuah pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan oleh Islam di benua ini. Cordoba, Granada, Toledo, Sicilia dan Istanbul.

Proses pembuatan Film dari Novel Mbak Hanum ini sebelumnya mengalami perbedaan pendapat dengan suaminya; Rangga. Mbak Hanum ingin karya novelnya di filmkan nanti-nati saja sekitar 4 atau 5 tahun lagi, tetapi sang suami ingin mencoba memfilmkannya sekarang, mengingat banyak produser-produser yang menawarkan untuk membantu dalam proses pembuatan filmnya. Dan pada saat itu, Mbak Hanum dan Mas Rangga pun meminta pendapat Amien Rais. Dan dengan hati yang bangga, Amien Rais menyetujui rencana menantunya itu, asal dengan niat untuk menyebar luaskan syiar Islam di dunia, khususnya Eropa.

Di dalam castingnya pun, Mbak Hanum dan Mas Rangga sangat menyeleksi calon-calon pemain untuk filmnya itu. Ia meminta agar para pemain adalah pemain film yang benar-benar profesional dan tidak pernah berurusan dengan polisi dalam kasus apapun.

Film ini merupakan film Indonesia pertama yang syuting di bukit menara eifel, dan mengosongkan sepanjang jalan menara eifel, guna untuk kelancaran proses pengambilan gambar.

Mbak Hanum mengaku bahwa sebelumnya ia bukan seorang perempuan yang berjilbab, tapi setelah ia menjelajah di Eropa dan menemukan cahaya keIslaman disana, ia langsung yakin bahwa ia ingin berjilbab dan akan beristiqomah menjaga mahkotanya.

99 Cahaya di Langit di Eropa ini akan rilis pada tanggal 5 Desember 2013 serentak di seluruh bioskop Indonesia. Mereka pun berencana untuk memutar dan merilis filmnya di negara Eropa mengingat usulan dari Bapak Presiden; Susilo Bambang Yudhoyono.

Ya, jika Mbak Hanum menemukan 99 Cahaya di langit Eropa, saya justru menemukan 99 Semangat di dalam hati. Saya sangat begitu tergugah dan terinspirasi dengan jalan cerita dalam novel tersebut. Dan saya semakin semangat untuk bisa menemukan 99 atau bahkan 100 cahaya di langit-langit yang lain.

Ya, semoga.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 7 jam lalu

Tentang 6 x 4 …

Septin Puji Astuti | 8 jam lalu

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 9 jam lalu

PPP dan Kudeta Marwah …

Malaka Ramadhan | 10 jam lalu

Cak Lontong Kini Sudah Tidak Lucu Lagi …

Arief Firhanusa | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Waspada, Ancaman Katup Jantung Bocor pada …

Yuni Astuti | 8 jam lalu

United Kalah, Wujud Kerinduan Hairdryer …

Aristo Setiawan | 8 jam lalu

Kolaborasi Rasa …

Puji Anto | 8 jam lalu

Ramping Itu Artinya Wamen dan Staff Ahli …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Jadzab, Istimewa atau Abnormal? …

Mahrus Afif | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: