Back to Kompasiana
Artikel

Gosip

Ari Nuraya

Tinggal di Jakarta. Bekerja di Jakarta. Lahir di Jakarta tahun 1994...eh, 1974.

Etika di Toilet Umum

OPINI | 08 January 2010 | 10:16 Dibaca: 503   Komentar: 14   2

Barusan hujan turun, mendadak dan langsung deras. Udara juga mendadak jadi lebih dingin. Nah, biasanya kalau udara dingin seperti ini membuat kita jadi “rindu” sama yang namanya toilet. Apalagi urusannya kalau bukan “throw small water” alias buang air kecil.
Hajat yang satu ini memang suka gak kenal waktu dan tempat. Bisa dimana saja dan kapan saja. Sering kita terpaksa harus melakukan aktivitas yang satu ini di tempat umum (toilet umum maksudnya, bukan smoking area ya..).Yang menyebalkan kalau toiletnya kotor alias jorok. Maklum, yang pake banyak dan macam-macam orang pula.

Berikut etika (versi saya) dalam menggunakan toilet umum :

  1. Ketika hendak masuk, buka pintu perlahan-lahan. Jangan main dorong begitu saja karena sangat mungkin ada orang lain di belakang pintu yang hendak keluar (saya sudah dua kali kejedut pintu ketika hendak keluar toilet !).
  2. Apabila ingin buang air kecil di toilet duduk, angkat dudukan toilet agar dudukan tetap kering dan bersih.
  3. Jika tengah berada di dalam bilik, jangan pernah lupa untuk mengunci pintu. Bete banget loh ngeliat orang sesama jenis duduk dalam posisi “pasrah”.. apalagi kalo pintunya agak jauh jadi cuma bisa teriak-teriak aja minta pintunya ditutup.
  4. Selalu siram apabila telah selesai.
  5. Jaga supaya toilet tetap kering karena akan lebih nyaman.
  6. Sesudah cuci tangan di wastafel, tak ada salahnya untuk bersihkan handle keran dengan menggunakan sedikit sabun. Anda akan merasa nyaman juga kan apabila keran yang notabene harus kita sentuh selalu dalam keadaan bersih? Terutama di wastafel restoran, sering saya temui wastafel yang handle kerannya berminyak dan bak-nya kotor penuh dengan sisa-sisa makanan.
  7. Terakhir, ketika hendak membuka pintu untuk keluar, badan jangan terlalu dekat dengan pintu, karena mungkin saja ada orang yang hendak masuk dan salah-salah anda bisa kejedut lagi seperti saya.

Selamat mencoba..!! :D

Note: Kalau ada yang kurang ya tolong ditambahin ya… Makasih.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Johannes Karundeng Mengajari Kami Mencintai …

Nanang Diyanto | | 21 September 2014 | 15:45

Kompasianers Jadi Cantik, Siapa Takut? …

Maria Margaretha | | 21 September 2014 | 16:51

Kaizen dan Abad Indonesia …

Indra Sastrawat | | 21 September 2014 | 15:38

Kucing Oh Kucing …

Malatris | | 21 September 2014 | 16:00

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Logika aneh PKS soal FPI dan Ahok …

Maijen Nurisitara | 7 jam lalu

Usai Sikat Malaysia, Kali ini Giliran Timor …

Achmad Suwefi | 11 jam lalu

Warga Menolak Mantan Napi Korupsi Menjadi …

Opa Jappy | 11 jam lalu

Warisan Dapat Jadi Berkah untuk …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

Jokowi Tak Pernah Janji Rampingkan Kabinet …

Felix | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Sebuah Persembahan untukmu Gus…. …

Puji Anto | 8 jam lalu

Omne Trium Perfectum dan Tri-PAR …

Sam Arnold | 8 jam lalu

Saat R-25 Menjawab Hasrat Pria …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 8 jam lalu

Sombong Kali Kau …

Ian Ninda | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: