Back to Kompasiana
Artikel

Gosip

Luhur Satya Pambudi

Seorang lelaki sederhana yang suka menulis cerpen, soal sepak bola, dan bisa pula perihal lainnya.

Mengenang Permen Tahun 80-an

OPINI | 04 April 2010 | 12:37    Dibaca: 1749   Komentar: 20   1

Permen rasa mint alias rasa pedas atau semriwing yang ngetop di tahun 80-an, antara lain adalah Strepsils, Davos, dan Tic Tac. Almarhum bapakku adalah penggemar berat Strepsils dan Davos, sementara anak-anaknya lebih suka Tic Tac yang mungil bentuknya, jadi tak terlalu pedas. Aku sempat tidak pernah memerhatikan apakah Strepsils masih ada, tapi ternyata masih eksis dan ada iklannya pula sekarang. Sementara Davos dan Tic Tac jelas masih dijual. Tapi saat ini seperti sudah ada duplikatnya, yaitu : Permen Woods (Strepsils), Boom(Davos), dan Frozz(Tic Tac).

Permen rasa kopi paling populer di tahun 80-an tentu saja adalah Chelsea dengan kotak kemasannya yang khas banget dan sekarang mungkin kedudukannya sudah digantikan oleh Kopiko.

Permen rasa buah yang mungil dan berwarna-warni, yang jadi favorit anak-anak tahun 80-an adalah Cocorico. Masih ada tidak ya permen ini, atau mungkin ada produk yang jadi duplikat Cocorico jaman sekarang ini?

Aku terinspirasi membuat tulisan ini saat lagi makan permen Woods rasa lemon, yang membuatku terkenang pada Strepsils rasa lemon, yang sering kuminta pada bapakku saat masih bocah dulu. Aku juga baru sadar bahwa kegemaranku mengonsumsi permen rasa mint ternyata sama dengan kebiasaan almarhum bapakku.

(tulisan ini aslinya kutulis pada tahun 2008, sempat terpajang di blog fs dan note fb-ku)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Berita Foto] Duel 7500 Pendekar Silat di …

Hendra Wardhana | | 01 June 2015 | 08:39

Menyemai Jiwa Wirausaha Selagi Muda …

Isson Khairul | | 01 June 2015 | 09:01

[Blog&Photo Competition] Saatnya Non …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48

FIFA Tutup Mata Bola Dikuasai Mafia Politik …

Edo Media | | 01 June 2015 | 04:11

Mengemas Curhat jadi Tulisan Bermanfaat …

Listhia H Rahman | | 31 May 2015 | 23:22


TRENDING ARTICLES

Tidak Ada Ruginya Sanksi FIFA …

Rifki Radifan | 1 June 2015 07:04

Jokowi dan Reformasi Sepak Bola Indonesia …

Suyono Apol | 1 June 2015 06:20

Buwas Dipecat …

Axtea 99 | 1 June 2015 03:05

Bella Shofie, Resmi Dinikahi dengan Dokumen …

Seneng Utami | 1 June 2015 00:42

Perang Opini Pemerintah vs PSSI Menyangkut …

Erwin Alwazir | 1 June 2015 00:35


Subscribe and Follow Kompasiana: