Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Wijaya Kusumah

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta selengkapnya

Mohon Pamit dari Kompasiana

REP | 20 April 2010 | 10:12 Dibaca: 1445   Komentar: 260   6

Omjay

Sumber: Omjay

Tanpa terasa sudah begitu banyak tulisan mengalir di blog keroyokan ini. Semakin bertambah pula teman dalam komunitas yang saling membahagiakan ini.

Membuat saya  merasakan begitu banyak sahabat yang sangat baik menerima saya apa adanya. Terkadang ada juga sih yang nakal. Tapi nggak apalah namanya juga berteman, pastilah ada selek-selek sedikit. Mungkin dengan begitu kita bisa menjadi sahabat sejati, senasib sepenanggungan.

Ngomong-ngomong, sudah banyak sekali cerita dan berita saya baca di sini. Membuat saya bertambah pengatahuan dan pengalaman hidup. Ada tawa, ada canda, dan terkadang ada duka.

Duka yang waktu itu serasa sangat mendalam adalah ketika ada seorang kompasianer yang tiba-tiba meninggal karena kanker payudara. Cerita puri membuat saya berempati dan membuat tulisan saya tiba-tiba mengalir begitu saja untuk memberikan duka cita. Namun ternyata, cerita puri adalah cerita dusta dan membuat geger kompasiana. Saya pun merasa tertipu, tapi itulah dunia. Penuh sandiwara.

Banyak kenangan ada di sini. Banyak kenarsisan terlihat pada saat acara kopi darat. Buat saya kopi darat yang pertama di bentara budaya adalah kopi darat yang sangat mengesankan. Dimana untuk pertama kalinya saya bertemu wajah dengan teman-teman kompasiana.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tanpa terasa sudah hampir dua tahun usia kompasiana. Banyak anggota baru datang dan banyak juga anggota lama hilang satu persatu secara alamiah. Ada yang betah dan ada yang merasa ogah. Inilah sebuah pilihan, admin kompasiana tidak bisa memaksa.

Tapi entah kenapa ya. Rasanya saya sulit melepaskan rumah sehat ini, bahkan untuk pindah ke lain hati pun saya sangat sulit. Sudah begitu banyak blog komunitas saya ikuti, tetapi entah kenapa di sini begitu berbeda. banyak makhluk unik dan antik berkumpul di sini. Banyak orang hebat menyatu dan menempati rumah kosnya masing-masing.

Ehem…. !!! Oleh karena itu, saya mohon pamit dari kompasiana. Bukan karena apa-apa tetapi tiba-tiba saja ada sesuatu terjadi dalam perut saya yang bundar. tiba-tiba saja saya ingin pergi ke belakang, karena perut saya mules dan harus pergi ke kamar mandi. Saya pamit dulu ya!

Nanti saya lanjutkan kembali kalau hajat saya sudah selesai dari kamar mandi. Where is toilet?

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haji Warto tentang Lumpur Lapindo …

Windu Andhika | | 17 April 2014 | 14:58

Introspeksi Pascapemilu (Kado buat Caleg …

Nurjanah Nitura | | 17 April 2014 | 11:14

Tahan Nafas di Kereta Gantung Ngong Ping …

Eddy Roesdiono | | 17 April 2014 | 15:42

Parkir Sebabkan PAD Bocor …

Eta Rahayu | | 17 April 2014 | 14:54

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 8 jam lalu

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 16 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 16 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 16 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 17 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: