Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Nur Setiono

Saya seorang pensiunan swasta, yg senang mengamati kehidupan sosial/kemasyarakatan. Sok merasa sibuk. Iseng suka tulas selengkapnya

5,4 Kg = 3,0 Kg, Rumus Matematika

OPINI | 30 June 2010 | 15:50 Dibaca: 913   Komentar: 41   1

Seorang akhli matematika, katakanlah namanya si Abal bin Lebay begitu kaget ketika mendengar khabar bahwa anak pertamanya yang baru saja dilahirkan sang istri tercinta, tenyata berbobot  abnormal, besar. Kira kira seberat 5.400 gram atau setara dengan 5,4 Kg.

Lalu dia mencoba menghubungi dokter yang menangani persalinannya tersebut.

Dari hasil pembicaraan itu, diketahui bahwa usia kandungan istrinya normal, sembilan bulan. Proses persalinanya pun baik. Tidak perlu operasi sesar segala. Ibu dan anaknya sehat wal afiat.

Namun si Abal bin Lebay tetap tidak percaya. Dia ngotot menyalahkan neraca atau timbangannya.

“Wah itu sih tibangannya saja yang “miring”, gak berfihak pada saya. Ngaco, rusak tuh. Dasar timbangan kuno !!!” ujarnya pada sang dokter, masih via HaPe barunya yang bermerk ‘mBak Merry’ type ‘Bolt+Nuts’

Kata dokter “Timbangannya bagus, akurat, gak bermasalah. Terus seharusnya bagaimana?”

“Hitung hitungan saya beratnya normal, yaitu 3.000 gram = 3,0 Kg. Kalo toh ada deviasi paling paling +/- 5 % saja” timpal si Abal. Dengan nada bicara agak meninggi.

“Hitung hitungan dari mana dan emangnya kenapa? Sang dokter bertanya lagi

“Usia perkawinan saya khan baru lima bulan. Masak bayinya segede itu?” Si Abal memberi info dokternya.

Pak dokter tanpa banyak basa basi, langsung klik…….mematikan teleponnya.

Heee…heeee. rupanya si Abal bin Lebay menggunakan rumus sbb :

[(Berat Bayi : Jumlah Usia Kandungan) X Jumlah Usia Perkawinan ] plus-minus Deviasi 5 %.

He….. he…..  gitoe aza dulu ori.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Island Getaway ala Robinson Crusoe ke Nusa …

Ivani Christiani Is... | | 25 July 2014 | 14:32

Quo Vadis Jakarta Baru? …

Shendy Adam | | 25 July 2014 | 14:41

Rilis UNDP: Peringkat Pembangunan Manusia …

Kadir Ruslan | | 25 July 2014 | 15:10

Yuk Bikin Cincau Sendiri! …

Ahmad Imam Satriya | | 25 July 2014 | 15:03

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 5 jam lalu

Kunjungan Clinton ke Aceh, Misi Kemanusiaan …

Rafli Hasan | 9 jam lalu

Demokrasi ala SBY Jadi Perhatian Pakar Dunia …

Solehuddin Dori | 9 jam lalu

Kebijakan Obama yang Bikin Ciut Nyali Orang …

Andi Firmansyah | 10 jam lalu

Mengapa Harus Jokowi yang Terpilih? …

Ryan Perdana | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: