Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Nur Setiono

Saya seorang pensiunan swasta, yg senang mengamati kehidupan sosial/kemasyarakatan. Sok merasa sibuk. Iseng suka tulas selengkapnya

5,4 Kg = 3,0 Kg, Rumus Matematika

OPINI | 30 June 2010 | 15:50 Dibaca: 918   Komentar: 41   2

Seorang akhli matematika, katakanlah namanya si Abal bin Lebay begitu kaget ketika mendengar khabar bahwa anak pertamanya yang baru saja dilahirkan sang istri tercinta, tenyata berbobot  abnormal, besar. Kira kira seberat 5.400 gram atau setara dengan 5,4 Kg.

Lalu dia mencoba menghubungi dokter yang menangani persalinannya tersebut.

Dari hasil pembicaraan itu, diketahui bahwa usia kandungan istrinya normal, sembilan bulan. Proses persalinanya pun baik. Tidak perlu operasi sesar segala. Ibu dan anaknya sehat wal afiat.

Namun si Abal bin Lebay tetap tidak percaya. Dia ngotot menyalahkan neraca atau timbangannya.

“Wah itu sih tibangannya saja yang “miring”, gak berfihak pada saya. Ngaco, rusak tuh. Dasar timbangan kuno !!!” ujarnya pada sang dokter, masih via HaPe barunya yang bermerk ‘mBak Merry’ type ‘Bolt+Nuts’

Kata dokter “Timbangannya bagus, akurat, gak bermasalah. Terus seharusnya bagaimana?”

“Hitung hitungan saya beratnya normal, yaitu 3.000 gram = 3,0 Kg. Kalo toh ada deviasi paling paling +/- 5 % saja” timpal si Abal. Dengan nada bicara agak meninggi.

“Hitung hitungan dari mana dan emangnya kenapa? Sang dokter bertanya lagi

“Usia perkawinan saya khan baru lima bulan. Masak bayinya segede itu?” Si Abal memberi info dokternya.

Pak dokter tanpa banyak basa basi, langsung klik…….mematikan teleponnya.

Heee…heeee. rupanya si Abal bin Lebay menggunakan rumus sbb :

[(Berat Bayi : Jumlah Usia Kandungan) X Jumlah Usia Perkawinan ] plus-minus Deviasi 5 %.

He….. he…..  gitoe aza dulu ori.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengupas Sisi Kemanusiaan Pasar Santa …

Olive Bendon | | 21 October 2014 | 05:56

Di Balik Pidato Jokowi: Stop Menuding Pihak …

Eddy Mesakh | | 21 October 2014 | 16:05

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Foto Gue Dicuri Lagi Bro, Gembok Foto Itu …

Kevinalegion | | 21 October 2014 | 07:41

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Siapa Sengkuni? Amien Rais, Anda Atau Siapa? …

Erwin Alwazir | 6 jam lalu

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 6 jam lalu

Jokowi Membuatku Menangis …

Fidiawati | 7 jam lalu

Makna Potongan Tumpeng Presiden Jokowi bagi …

Kanis Wk | 7 jam lalu

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Kopi Pahit …

Randu Setiawan | 7 jam lalu

Kapan Lagi Bisa “Berjabat …

Stefani Junita | 7 jam lalu

Terhempas #Gelombang Sang Dewi …

Marlistya Citraning... | 7 jam lalu

Cintaku, Nodamu (9) …

Sn W | 7 jam lalu

Wong Cilik dan Mental Orang Indonesia …

Failing Liberty | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: