Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Hazmi Srondol

Ki Semar yang sedang turun gunung utk mendampingi Ksatria Pandawa di perang Baratayudha ====== email: hazmi.srondol@yahoo.com selengkapnya

Cara Gampang Jadi Tentara Betulan

OPINI | 06 October 2010 | 17:48 Dibaca: 3740   Komentar: 38   6

Baret Merah betulan…

Baru 2 hari yang lalu HUT TNI yang ke 65 di Lapangan Udara Halim Perdanakusumah dilaksanakan dengan meriah. Berbagai jenis pesawat hilir mudik melakukan manuver yang sempat membuat reporter di TV terkaget-kaget. Belum lagi atraksi terjun payung dan tentu saja parade baris-berbaris para tentara yang terlihat sangat gagah.

Dan kegagahan inilah yang sepertinya menjadi inspirasi buat banyak orang untuk meniru. Mungkin akibat kekurangan modal fisik, otak maupun dana untuk menjadi tentara betulan lalu muncullah berbagai macam tentara abal-abal alias imitasi diseluruh pelosok negeri.

Ada yang mendompleng melalui satgas partai, satgas kepemudaan sampai satgas pribadi yang kadang nggak ada hubungannya sama sekali dengan kemiliteran. Belum lagi adanya grup-grup dari perkumpulan pistol-pistolan airsoftgun atau golongan pribadi bergaya baju Army Look. Pokoknya mereka pengen memakai baju loreng.

Padahal baju loreng atau camouflage itu diciptakan bukan hanya untuk gagah-gagahan saja. Baju model itu diciptakan sebagai alat agar sang pemakai baju tampak menyatu dengan alam atau suasana sekitarnya yang tentu saja berfungsi menyamarkan pandangan lawan atau buruannya.

Baret merah dari mana pula ini ??????

Baret merah dari mana pula ini ??????

Tentu saja warna dan motifnya akan disesuaikan, jika dihutan tropis maka motif lorengnya hijau, jika digurun bermotif coklat kakhi dan kalau di salju tentu saja berwarna putih. Lha kalau di Indonesia? Lorengnya tentara abal-abal ini aneka warna dari merah, kuning, oranye, bahkan campur aduk kayak orang habis ngecat tembok. Lha ini gimana mau buat menyamar? Malah dari jarak 2 Km malah jangan-jangan sudah kelihatan. Coba kalau dipakai perang beneran, gampang banget di dor oleh musuh dari kejauhan.

Mestinya ya yang wajar-wajar saja, kalau mau gagah mbok ya ikutan beladiri kek, mau pencak silat, karate, kempo, judo atau yang lainnya. Pasti tidak kalah gagahnya. Namun jika tetep pengen jadi tentara tapi gagal masuk SCATA, SCABA atau AKABRI aku sedikit informasi cara menjadi tentara betulan tanpa lewat ketiga jalur diatas.

..

Ah bapak ini mengada-ngada saja. Mana bisa orang jadi tentara betulan tanpa lewat tes SCATA, SCABA dan AKABRI?”, kata istriku tidak percaya.

Ada buuuk. Legal kok, sesuai undang-undang lagi”.

“Ah serius pak? Gimana caranya itu pak?”.

“Caranya gampang dan praktis”.

Iya, tapi apa?”.

Jadi saja Presiden buk. Pasti langsung jadi panglima tertinggi angkatan darat, laut dan udara. Model baju loreng tinggal pilih mana saja yang disuka dari 3 angkatan itu.”

Yee… Emang gampang apa jadi Presiden?”.

Gampang atau susah bukan urusan bapak lah, yang penting ada jalannya jadi tentara betulan kan?”.

Mboh lah pak… nglindur bapak e iki…”, kata istriku sambil bersunggut.

Aku cuman tertawa melihatnya cemberut sambil membaca UUD 1945 pasal 10 disebuah situs internet yang berbunyi :

Presiden memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.”

Mau jadi Kopassus AD, Marinir AL, Paskhas AU... Terserah, asal sudah jadi presiden, Panglima tertinggi AD, AL & AU

Mau jadi Kopassus AD, Marinir AL, Paskhas AU… Terserah, asalkan sudah jadi presiden sang Panglima tertinggi AD, AL dan AU

[Bekasi, 7 Oktober 2010] HANKAM

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bledug Kuwu, Fenomena Langka Alam Indonesia …

Agoeng Widodo | | 27 August 2014 | 15:18

Taufik Mihardja dalam Sepenggal Kenangan …

Pepih Nugraha | | 27 August 2014 | 22:34

Ini yang Harus Dilakukan Kalau BBM Naik …

Pical Gadi | | 27 August 2014 | 14:55

Cinta dalam Kereta (Love in The Train) …

Y.airy | | 26 August 2014 | 20:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Hilangnya Acara Budaya Lokal di Televisi …

Sahroha Lumbanraja | 4 jam lalu

Lamborghini Anggota Dewan Ternyata Bodong …

Ifani | 5 jam lalu

Cara Mudah Latih Diri Agar Selalu Berpikiran …

Tjiptadinata Effend... | 6 jam lalu

3 Kebebasan di K yang Buat Saya Awet Muda …

Hendrik Riyanto | 7 jam lalu

Boni Hargens cs, Relawan atau Buruh Politik …

Munir A.s | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: