Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Hazmi Srondol

Menjadi sombong itu mudah, merendah pun juga masih mudah. Yang tersulit adalah selalu bersikap biasa selengkapnya

Seri Thailand 16: Banci-Banci Cantik

OPINI | 28 November 2010 | 19:37 Dibaca: 4153   Komentar: 56   3

“Pantesan bapak semangat banget ke Thailand”, kata istriku sambil menikmati es cream dalam batok kelapa Bangkok yang unik itu.

“Kenapa emangnya?”, kataku bingung.

“Lha ceweknya banyak yang sexy gitu..”, katanya tidak jelas dan lamat-lamat.

“Kebetulan aja kali buuuk…” kataku membela diri.

……..

Asia Hotel, Calypso Show, 20:05 Waktu Thailand.

 

12909721651265432706
1400 Baht dapat 2 tiket dan ehm… 4 kursi hehehe

“Silahkan pindah disini saja pak”, kata petugas pengatur bangku.

“E… tiket saya cuman 2 pak”, kataku menunjukan tiket.

“Tidak apa-apa, khusus anda kami sediakan kursi lebih. Mumpung ada 4 bangku yang kosong”

“Oh… boleh-boleh… terimakasih. Kap Khun Kap”, jawabku girang.

Kegirangan yang beruntun. Sudah tiket diskon 50 persen, ee… Dengan bayar 1 tiket resmi dapat bangku 4 kursi. Sedeeeep beneer!. Istrikupun tampak makin bahagia, karena terbukti memang dia wanita penuh hoki seperti kata peramal jalanan sebelumnya.

Lalu acarapun di mulai, ruangan di gelapkan dan lampu sorot di tembakkan. Lalu munculah pria berjas yang membuka acara. Ada yang aneh sedikit, pria gagah itu sepertinya bermata sayu sendu.. Mungkin itu ciri-ciri calon waria Thailand disini.

 

12909724211906547557
Ex Pria…

Kemudian acara dilanjutkan dengan keluarnya penyanyi lipsync dan deretan penari-penarinya. Tariannya beraneka ragam. Ada yang heboh seperti tarian ala Broadway New York sampai tarian khas negeri Korea, Jepang dan lainnya. Bahkan ada pula yang penarinya sangat kocak dan lucu, sampai sampai ada penonton dr Jepang dia cium sampai tidak tahan menahan geli.

Istriku jadi tampak terbengong-bengong dan heran.

“Kok teteknya kayak beneran ya pak?”

“Lah itu bawahnya sudah nggak ada lagi yah?”

“Mukanya masih keliatan cowoknya juga ya pak”

“Ah.. itu kok kayak cewek banget”

Dan berderet pertanyaan pertanyaan lainnya.

Sedangkan Thole hanya tertarik saat penari kabaret berpakaian ala burung Unta. Sepertinya burung unta sangat berkesan untuknya. Cuman sayangnya, selain itu dia sudah terlihat bete dan mulai usil mengacak-acak meja yang berukuran kecil. Sesekali menunpahkan minuman berisi sprite yang merupakan bonus acara menonton. Ya mau gimana lagi, memang ini tontonan untuk dewasa.

Tontonan yang sudah dimulai sejak 17 tahun lalu ini sepertinya menjadi salah satu senjata andalan pariwisata disini, sampai sampai banyak yang mengingatkan kaum pria agar hati-hati jika bertemu dengan wanita cantik disini, khawatirnya akan salah comot. Bukannya dapat Eneng Bangkok yang cihuy, malah dapat cewek hasil ilegal loging alias penebangan ‘batang’ liar.

Padahal ya enggak juga, masih bisa dibedakan kok cewek asli dengan katoey ini. Auranya juga beda. Secantik-cantiknya juga masih tersirat aroma gagah didiri mereka. Apalagi tinggi badan mereka masih rata-rata pria. Kalau pakai sepatu hak kelihatan banget mereka terlalu ketinggian badan jika diukur dengan perbandingan cewek Asia pada umumnya.

 

12909726341732292969
Hasil bedah plastik yg sukses.. (http://www.orientalescape.com/thailand/sightseeing/bangkok/calypso.html)

Namun tetap saja ada salah seorang katoey panggung yang memang istriku akui secara fisik wajahnya cantik sekali. Sepertinya ini semakin membuat istriku percaya kalau dokter bedah operasi plastik paling canggih di Asean ada di Thailand. Tak heran dia sekarang kenapa banyak teman-temannya yang pengusaha salon sering ke Bangkok untuk operasi plastik. Memang para katoey itu etalase keahlian operasi plastik dokter-dokter bedah disana.

Saat acara selesai, akhirnya kami segera buru-buru keluar ruangan paling duluan. Bukan karena pengen segera balik ke kamar hotel, tapi istriku ingin menyempatkan diri lebih duluan untuk berfoto dengan para katoey yang menurutnya paling cantik sebelum penonton lain keluar semua dan acara berfoto jadi berantakan. Mumpung Calypso Cabaret di Asia Hotel ini tidak memungut biaya pemotretan dengan artis kabaretnya seperti pertunjukan serupa di Pattaya. Dan lagian, dedeknya Thole juga sejak acara di mulai sudah tertidur dengan pulasnya. Biar setelah itu kami bisa menidurkan dedek dengan segera.

Dan akhirnya, keterburu-buruan ini pun mendapatkan hasil foto terbaik dengan katoey terbaik sekaligus tertinggalnya botol minum susu dedek di ruang pertunjukan. Pff….

 

1290972925456271258
Cakepan mana Katoey ini dengan istri/pacar-pacar anda sekalian? heheheh

…….

“Bapak kok lama beli rokoknya, kan toko 7eleven deket”, tanya istriku di telefon.

“Anu, bapak pijet repleksi dulu buk… Kaki pegel-pegel. Murah kok, cuman 100 Baht (30 ribu)”, jawabku.

“Tukang pijetnya cewek apa cowok?”

“E…..”

“Apa paak!”

“E….”

“Buruan jawab!!!”

“E…”

“Jujur paaaak!!!”

“Cewek buk”, kataku menjawab dengan hati-hati.

“Oh ya sudah… pfff”, katanya sambil terdengar suara dengusan nafas lega.

“Kok ya sudah? Kok gak marah?”, kataku menjadi berbalik binggung.

“Ya gak papalah kalau pemijatnya cewek dan profesional. Daripada cowok tapi bapak dirayu-rayu jadi gay… hiiiiii”, jawabnya di seberang.

“Enggak lah”, kataku sambil tersenyum.

“Bener ya pak, ibuk trauma dan takut habis lihat kabaret semalam!”, katanya mengingatkan.

“Iyaaaaaaa”

Akupun menutup telefon dengan lega. Namun entah kenapa aku malah yang tiba-tiba mendadak jadi deg-degan khawatir.

“Eh, nona asli perempuan khan?”, kataku ke nona pemijat kaki.

“Iya… perlu bukti?”, jawabnya dengan senyum dan pandangan mata yang tiba-tiba berubah menjadi aneh.

Keanehan yang bertambah aneh dengan tekanan pijat dikaki dari keras mendadak melemas dan melunak.

Hadoh!

[Bekasi, 29 November 2010]

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melongok Dapur Produksi Pesawat Boeing …

Bonekpalsu | | 20 December 2014 | 07:30

Merenungkan Sungai dalam Mimpi Poros Maritim …

Subronto Aji | | 20 December 2014 | 09:46

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46

Salah Penggunaan, Bubuk Protein Potensi …

Novia Cristi | | 20 December 2014 | 07:13

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 4 jam lalu

Hati Lembut Jokowi Atas Manuver Ical …

Mas Wahyu | 5 jam lalu

Hebat, Pemerintah Sanggup Beli Lumpur …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Mau Lihat Orang Jepang Antri Di Pom Bensin? …

Weedy Koshino | 12 jam lalu

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: