Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Khomsin Achmad Ar-rasyd

SAYA ADALAH MAHASISWA PALING BODOH DI KELAS…. SAYA SEDANG MENCARI ISTRI… DAN SAYA WARGA KEBUMEN ASLI selengkapnya

Kiyai Cabul!

FIKSI | 16 January 2011 | 20:41 Dibaca: 675   Komentar: 5   0

Vitroh gadis cantik yang baru beranjak dewasa. Di usianya menjelang 17 tahun dia telah dititipkan oleh orang tuanya di sebuah Pondok Pesantren bernama AL-KAFIRUN. Berharap orang tuanya agar fitroh tumbuh menjadi wanita yang shalihah.

Vitroh sungguh bahagia di beri kesempatan oleh kedua orang tuanya untuk menuntut ilmu agama dan belajar hidup mandiri di PONPES AL-KAFIRUN. Walaupun jauh dari orang tua, vitroh bahagia karena di Pondok dia memiliki banyak teman yang baik dan sopan.

PONPES AL-KAFIRUN di pimpin oleh seorang ULAMA besar kharismatik bernama ABI BAKIR BAISIR para santri biasanya memanggil dengan KIYAI BISIR. Kiyai tersebut memiliki hobi menikah dan main Fesbuk bahkan mungkin dia memiliki akun di KOMPASIANA, karena di setiap sudut kamar istri2nya sudah disediakan komputer serta jaringan internet pastinya.

Vitroh paling suka bila mengaji dengan Kiyai Bisir. Dikarekan sang kiyai ini memiliki suara lembut dan juga sangat sabar dalam mengajari santri-santrinya, namun kebaikannya itu cuma untuk santri yang cantik-cantik seperti Vitroh ini.

Di balik kebaikan kiyai Bisir ternyata memiliki maksud tertentu terhadap para santri, terutama Vitroh yang masih ranum ibarat seperti mangga di pasar yang belum tersentuh oleh calon pembeli tentunya bukan mangga busuxlah. Di suatu malam saat vitroh sedang mengaji dengan kiyai bisir, entah kenapa Sang Kiyai ini sungguh sangat HO*NY melihat kecantikan vitroh. Apalagi kebanyakan para kiyai di jawa saat mengajar ngaji cuma memakai sarung tanpa CD. Kata orang-orang sih biar adem tuch burung. Maka tidak heran bila di mesjid-mesjid kita sering menemukan bulu-bulu kriting. Mungkin tuch bulu milik burung yang ada dalam sarung.

Karena tidak kuat menahan gejolak burung sarung, akhirnya kiyai bisir mempunyai niat untuk memperkosa vitroh. Kebetulan suasana ruang mengaji sudah sangat sepi dan mendukung niat kiyai ini, disitu cuma ada kiyai bisir dan vitroh yang sedang menyimak kitab merah. Tapi, kiyai bisir tidak mau bila upaya pemerkosaannya GATOT (GAgal TOTal). Mulailah dia memegang tangan vitroh yang sedang memegang kitab. Vitroh pun tersentak kaget dengan apa yang dilakukan oleh kiyai bisir. Dia berusaha menepis tangan Sang Kiyai dengan sangat sopan dan melanjutkan membaca kitab.

Karena usaha pertamanya gagal, kiyai bisir menerapkan strategi ke dua, yaitu dengan mencuci otak fitroh menggunakan hadist buatannya. Kiyai Bisir bertanya pada vitroh “nduk, kamu tahu setan? Pastinya kamu tahu kalau setan harus dimasukan kedalam neraka” tanya kiyai. Vitroh pun menjawab sangat sopan “ya saya sungguh sangat tahu itu pak kiyai, lalu maksud dari pertanyaan kiya itu apa?” tanya vitroh. Kiyai bisir menjawab “kamu tahu kalau kelamin laki-laki itu di ibaratkan seperti setan dan kelamin perempuan itu seperti neraka dan setan harus dimasukan dalam neraka! “.
“ya saya juga tahu itu” jawab vitroh. “maka dari itu sekarang kita main kuda-kudaan yuk sekaligus memasukan setan kedalam neraka” ajak kiyai bisir.

Karena terpengaruh oleh rayuan hadist menyesatkan dari kiyai bisir, akhir fitroh mau main kuda2 an dengan kiyai bisir.

T.A.M.A.T.

Mungkin diantara para KOMPASIANER mau mencoba hadist pencuci otak milik KIYAI ABI BAKIR BAISIR!?
SILAHKAN.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung Perjanjian Linggarjati: Saksi …

Topik Irawan | | 26 July 2014 | 16:11

Kompasianer Dalam Kunjungan Khusus ke Light …

Tjiptadinata Effend... | | 26 July 2014 | 18:13

Susah Move On dari Liburan? Ini Tipsnya..! …

Sahroha Lumbanraja | | 26 July 2014 | 18:08

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Saya Juga Ingin Menggugat Kecurangan Bahasa …

Gustaaf Kusno | | 26 July 2014 | 17:05


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 2 jam lalu

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 5 jam lalu

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 5 jam lalu

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 10 jam lalu

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: