Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Khomsin Achmad Ar-rasyd

SAYA ADALAH MAHASISWA PALING BODOH DI KELAS…. SAYA SEDANG MENCARI ISTRI… DAN SAYA WARGA KEBUMEN ASLI selengkapnya

Kiyai Cabul!

FIKSI | 16 January 2011 | 20:41 Dibaca: 697   Komentar: 5   0

Vitroh gadis cantik yang baru beranjak dewasa. Di usianya menjelang 17 tahun dia telah dititipkan oleh orang tuanya di sebuah Pondok Pesantren bernama AL-KAFIRUN. Berharap orang tuanya agar fitroh tumbuh menjadi wanita yang shalihah.

Vitroh sungguh bahagia di beri kesempatan oleh kedua orang tuanya untuk menuntut ilmu agama dan belajar hidup mandiri di PONPES AL-KAFIRUN. Walaupun jauh dari orang tua, vitroh bahagia karena di Pondok dia memiliki banyak teman yang baik dan sopan.

PONPES AL-KAFIRUN di pimpin oleh seorang ULAMA besar kharismatik bernama ABI BAKIR BAISIR para santri biasanya memanggil dengan KIYAI BISIR. Kiyai tersebut memiliki hobi menikah dan main Fesbuk bahkan mungkin dia memiliki akun di KOMPASIANA, karena di setiap sudut kamar istri2nya sudah disediakan komputer serta jaringan internet pastinya.

Vitroh paling suka bila mengaji dengan Kiyai Bisir. Dikarekan sang kiyai ini memiliki suara lembut dan juga sangat sabar dalam mengajari santri-santrinya, namun kebaikannya itu cuma untuk santri yang cantik-cantik seperti Vitroh ini.

Di balik kebaikan kiyai Bisir ternyata memiliki maksud tertentu terhadap para santri, terutama Vitroh yang masih ranum ibarat seperti mangga di pasar yang belum tersentuh oleh calon pembeli tentunya bukan mangga busuxlah. Di suatu malam saat vitroh sedang mengaji dengan kiyai bisir, entah kenapa Sang Kiyai ini sungguh sangat HO*NY melihat kecantikan vitroh. Apalagi kebanyakan para kiyai di jawa saat mengajar ngaji cuma memakai sarung tanpa CD. Kata orang-orang sih biar adem tuch burung. Maka tidak heran bila di mesjid-mesjid kita sering menemukan bulu-bulu kriting. Mungkin tuch bulu milik burung yang ada dalam sarung.

Karena tidak kuat menahan gejolak burung sarung, akhirnya kiyai bisir mempunyai niat untuk memperkosa vitroh. Kebetulan suasana ruang mengaji sudah sangat sepi dan mendukung niat kiyai ini, disitu cuma ada kiyai bisir dan vitroh yang sedang menyimak kitab merah. Tapi, kiyai bisir tidak mau bila upaya pemerkosaannya GATOT (GAgal TOTal). Mulailah dia memegang tangan vitroh yang sedang memegang kitab. Vitroh pun tersentak kaget dengan apa yang dilakukan oleh kiyai bisir. Dia berusaha menepis tangan Sang Kiyai dengan sangat sopan dan melanjutkan membaca kitab.

Karena usaha pertamanya gagal, kiyai bisir menerapkan strategi ke dua, yaitu dengan mencuci otak fitroh menggunakan hadist buatannya. Kiyai Bisir bertanya pada vitroh “nduk, kamu tahu setan? Pastinya kamu tahu kalau setan harus dimasukan kedalam neraka” tanya kiyai. Vitroh pun menjawab sangat sopan “ya saya sungguh sangat tahu itu pak kiyai, lalu maksud dari pertanyaan kiya itu apa?” tanya vitroh. Kiyai bisir menjawab “kamu tahu kalau kelamin laki-laki itu di ibaratkan seperti setan dan kelamin perempuan itu seperti neraka dan setan harus dimasukan dalam neraka! “.
“ya saya juga tahu itu” jawab vitroh. “maka dari itu sekarang kita main kuda-kudaan yuk sekaligus memasukan setan kedalam neraka” ajak kiyai bisir.

Karena terpengaruh oleh rayuan hadist menyesatkan dari kiyai bisir, akhir fitroh mau main kuda2 an dengan kiyai bisir.

T.A.M.A.T.

Mungkin diantara para KOMPASIANER mau mencoba hadist pencuci otak milik KIYAI ABI BAKIR BAISIR!?
SILAHKAN.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Energi Alternatif, dan Upaya Kita Sejauh Ini …

Ratih Purnamasari | | 28 April 2015 | 15:28

Kisah Tambang Tinggal Gelanggang …

Dhanang Dhave | | 28 April 2015 | 10:02

[BANJARMASIN] Jelajah Non Tunai bersama Bank …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:00

Fenomena StartUp Bisnis: Asibayi.com Toko …

Rahmat El Azzam | | 28 April 2015 | 06:44

Blog Competition: Kotaku Kota Cerdas! …

Kompasiana | | 27 April 2015 | 01:52


TRENDING ARTICLES

Anggun C Sasmi Tidak Bersalah …

Pebriano Bagindo | 4 jam lalu

Indonesia Masih Berhutang ke IMF? …

Faisal Basri | 5 jam lalu

[ANALISIS BERITA] Di Balik Kecaman Sekjen …

Mas Wahyu | 6 jam lalu

Abraham Samad Ditahan, DPR dan Pansel Ke …

Susy Haryawan | 6 jam lalu

Surat Terbuka 9 Terpidana Mati untuk …

Pakde Kartono | 6 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: