Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Cerita Seorang Pemburu, Burung dan Semut

OPINI | 25 January 2011 | 04:26 Dibaca: 848   Komentar: 8   1

Apa yang paling disukai pemburu?

Yang paling disukai pemburu bukanlah karena senjata yang ia miliki atau peluru timah yang bagus tapi yang disukai pemburu adalah ketika ia berhasil mengenai buruanya dengan senapan dan pelurunya. Selanjutnya mau diapakan hasil buruanya bisa dipikirkan nanti. Sedangkan yang paling dibenci oleh pemburu adalah ketika tak ada target untuk diburu atau ketika buruan tak bisa di dor atau bisa juga dikarenakan buruan tak menghembuskan nafas terakhir dipangkuanya walau buruan sebenarnya sudah dikenai timah panas.

Suatu hari ada seorang pemburu yang baru datang dari kota menuju sebuah areal hutan untuk berburu. Lama ia mencari buruanya tapi tak ditemukan. Tak lama berselang dari itu, pemburupun merasa lega karena pada akhirnya ia akan menembak untuk pertama kalinya. Tepat di atas pohon tak jauh didepanya hinggaplah seekor burung yang lumayan besar yang memiliki bulu yang indah. Sang pemburupun mencari tempat terbaik untuk mengeker burung itu. Ia berputar kesana kemari tapi tak juga mendapatkan penglihatan yang baik untuk menembak karena sangkin lebatnya dedaunan pohon itu. Sementara sang burung tetap saja berkicau dengan bahagianya diatas pucuk pohon itu.

Coba kesana kemari akhirnya sang pemburu mendapat sudut yang baik untuk menembak. Iapun memejamkan matanya sebelah untuk mengeker sang burung dan siap menarik pelatuk. Tapi sesaat sebelum ia menembak jatuhlah seekor semut merah yang cukup besar di mukanya dan langsung menggigitnya, akibatnya sasaranpun meleset jauh.Hal ini membuat sang burung kaget dan akhirnya terbang entah kemana. Suara yang dihasilkan senapan pemburu itu malah jadi membangunkan seisi penghuni hutan itu. Kebetulan sang pemburu itu tak memakai peredam suara. Tak ada buruan lagi yang ditemukan, pemburupun pulang dengan tangan kosong plus rasa kecewa dihati.

Udara yang dingin dan sinar matahari yang hangat rasanya memberikan si burung tadi untuk terbang dengan senangnya ditambah lagi rasa syukur karena nyawanya masih tetap aman dari sang pemburu. Nah saat ia terbang tak disengaja ia melihat kearah danau. Ia melihat seekor semut merah sedang berenang setengah mati mencapai daratan. Kenal akan sang semut, sang burungpun akhirnya menjatuhkan sebuah daun besar yang mampu membawa semut kedaratan. Paham akan maksud si burung, sang semutpun berterima kasih padanya. Tapi sang burung hanya tersenyum karena ia paham benar apa yang telah terjadi diantara mereka..bye!!!

Salam,

Buku SMA

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 4 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 4 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 5 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 8 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Tips COD (Cash on Delivery) an untuk Penjual …

Zanno | 10 jam lalu

DICKY, Si Chef Keren dan Belagu IV: Kenapa …

Daniel Hok Lay | 10 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 11 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 11 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: