Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Yugoslavia

www.gudangbukukecil.org adalah website dari taman bacaan yang saya usahakan, segera Grand Opening di Bulan Oktober selengkapnya

Tarian Erotik Jalanan

OPINI | 16 February 2011 | 11:34 Dibaca: 425   Komentar: 10   0

Kemarin malam, sempet jalan-jalan ke suatu tempat.

Melihat seseorang yang sepertinya tak asing berdiri di sana.  Seseorang yang berkostum seperti spiderman, tapi kok dengan porsi lebih ???   Sedang apa beliau disana ?? Bukankah dia pejabat teras di bawah RW ??

12978530021653544770Walaupun di area umum, tapi beliau melakukan gerakan erotis yang hadyyuuhh, susyehsucenti untuk diungkapkan.

Bergerak tanpa ada musik, bergerak saat cineweni berjalan. Apalagi kalau cineweninya memakai rok mini yang tertiup angin. Gerakannya langsung seperti orang kesetrum…pppzzzttt….ppzzzttt.  Atau kalau ada ceywek yang menggunakan kaos ketat.(nenek-nenek juga termasuk-red) Beliau pun bergoyang melintir-lintir mengundang nafsu, setiap goyangannya disertai dengan rintihan. Rintihan dengan kedutan-kedutan di area pertemuan kaki.

Rupanya ada seseorang yang terpesona, melihat gerakan beliau. Seseorang yang bergaun putih dengan kaki jenjangnya, menghampiri tanpa ragu. Dengan rambut yang dikepang kuda, merekapun menari dengan gerakan yang kompak, dengan saling berhimpit-himpitan dan desak-desakan. Padahal tempat mereka menari luas, bisa untuk 100 bajaj parkir. Bergesek-gesekan bagaikan kabel merah hitam yang dijual meteran di kelontong listrik. Pandangan nakal lelaki berkostum superhero seakan memakan bulat-bulat si gaun putih. Si Gaun putihpun tersenyum sumringah…….nyes..nyes…nyessss.”…oh superheroku…”

12978537522106282793

dirty dancing

oh betapa serasinya mereka menari. Bagaikan pasangan yang sudah bertahun-tahun berlatih bersama. Padahal mereka baru saja bertemu,  sore hari hingga malam mereka menari diterangi sinar bulan purnama. Codot dan kampret pun tak mencari mangsa untuk melihat kejadian langka ini. Tak puas dengan malam yang berkesan, duet maut penari jalanan inipun melanjutkannya sampai pagi menjelang. Gerakan mereka ke kiri dan ke kanan dengan serasi. Melangkah ke depan dan ke belakang dengan kompak. Padahal hanya bunyi klakson dan deru motor serta mobil saja yang mengiringi gerakan mereka. “Oh mas Spidxy, maafkan akikah yang harus pergi. Matahari pagi tak baik bagi rambutku. Rambutku yang diatas kepala, maupun rambutku yang diatas mulut. Cukup sampai disini kita menari. Mungkin suatu saat nanti…” sambil mereka bergenggaman seakan tak rela untuk berpisah,”… may be di Next Valentine kita bisa berjumpa lagi. Aku harus pergi !!! Bus way sudah menungguku. Oh….perpisahan yang kuselaisali !!!!” si gaun putih itu berlari berjingkat-jingkat seperti anak rusa ke arah halte Busway di seberang jalan, tempat mereka menari.

Sekarang tinggal pria berbusana superhero itu meratap kepergian pasangan menarinya. Ada sesuatu yang berubah pada dirinya …..o o it’s a bird ???  it’s a balll ????

1297854836509759736

oh no. i

dan dengan tatapan sedih, pejabat bertopeng itupun merelakan “cinderelanya pergi….” tapi rupanya ada yang tertinggal dari si gaun putih….tas si gaun putih ternyata tertinggal. “Aku akan menyimpannya. Bahkan kenangan semalam di jalanan akan kusimpan didalam hatiku. Tetapi bagaimana menyimpan yang nongol ini ya …?? Oh ini suatu KEJUTAN, adekku bekerja normal lagi !! HOREEEE….Sipirili, aku harus menyusulnya dia di halte bus way…”

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jalan-Jalan Cantik ke Jepang ala Beauty …

Wardah Fajri | | 18 September 2014 | 10:16

Bapak Diberi Tenggang Tiga Kali 24 Jam untuk …

Posma Siahaan | | 18 September 2014 | 06:03

Bima Arya Sukses Menghijaukan Jalanan Kota …

Masykur A. Baddal | | 18 September 2014 | 07:20

HL Bukan Ambisi Menulis di Kompasiana …

Much. Khoiri | | 18 September 2014 | 01:35

Nangkring Bareng Paula Meliana: Beauty Class …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 10:14



HIGHLIGHT

Lolos CPNS Tanpa Sogokan …

Asri . | 8 jam lalu

Jokowi, PDIP, dan SBY Demokrat …

Forro Chandra | 8 jam lalu

Meningkatkan Guru Anak Usia Dini Lebih …

Heny Darwis | 8 jam lalu

Reformator… Jangan Pernah Lengah Mengawal …

Sjahrir Hannanu | 8 jam lalu

Akhirnya …

Rudi Kurniawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: