Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Pecel Tempe

apalah arti sebuah nama

Ciri-Ciri Gadis Perawan.

OPINI | 07 June 2011 | 05:12 Dibaca: 7361   Komentar: 18   3

Hasil penelitian Komnas Anak  beberapa waktu lalu sungguh sangat mencengangkan, betapa tidak,  62,7% remaja SMP sudah tidak perawan lagi.  Yang paling mengerikan adalah fakta bahwa anak remaja SMP yang mengaku melakukan hubungan seks di rumahnya sendiri di ruang televisi. Beberapa waktu lalu tv-tv sudah banyak yang mengekspos tentang prostitusi anak-anak SMP yang di germoi oleh temannya sendiri.  Mungkin saja budaya yang menjunjung tinggi moral sudah mulai luntur atau mungkin saja kaum lelaki sekarang sudah tidak menuntut harus mendapat gadis pilihan pendamping hidup yang masih perawan.  Banyak cara untuk mengetahui apakah seorang gadis masih perawan atau tidaknya. Dalam lingkup kerja kita misalnya, pada umumnya gadis yang sudah tidak perawan lebih berani dan lebih agresive dalam bekerja dan jauh dari rasa was2.  Mengapa, jawabannya cukup simple karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan dijaga lagi.

Jika anda mempunyai seorang gadis pilihan yang hendak dinikahi, untuk mengetahui perawan tidaknya sebetulnya cukup mudah.  Biasanya, jika seorang wanita merasa simpati maka dia merasa nyaman disentuh oleh kita.  Seorang gadis yang masih perawan akan membiarkan tangan kita bertindak nakal bahkan menikmati, membiarkan tangan kita sampai menyentuh bagian yang paling sensitive. Kenapa ?  Karena memang dia baru merasakan dan tidak ada yang dirahasiakan.  Sebaliknya, gadis yang sudah tidak  perawan justru sangat menjaga jarak jika dia memang jatuh cinta. Akan selalu mengatakan tunggulah sampai kita menikah. Kenapa ?. Kalau ketahuan sudah tidak perawan takut gagal menikah.  Namun, secara umum sebetulnya tidak sulit melihat ciri gadis masih  perawan.

Cara berjalan.

Biasanya gadis yang masih perawan jalannya menunduk sebab pikirannya selalu terfokus pada keperawanannya sehingga matanya sering melihat kebawah mengawasi keperawanannya.

Raut Wajah.

Gadis masih perawan umumnya kulit wajahnya kencang tanpa kerutan yang menandakan ketenangan karena masih terjaga kesuciannya. Sebaliknya, wanita yang sudah tidak perawan umumnya wajahnya berkerut, dahinya bergaris, hidungnya sering kembang kempis, napas sering tersengal2, rambut ubanan, cucunya banyak.

Payudaranya.

Payudara dapat berkembang karena hormon dan juga karena lelaki. Namun normalnya, gadis yang masih perawan memiliki payudara yang kencang sedangkan jika sudah tidak perawan umumnya akan berkembang sesuai proses alamiah seperti membesarnya kelenjar yang membuat payudara menjadi kendur. Juga dapat dilihat pada saat berlari, gadis perawan akan berlari tanpa beban sedangkan yang sudah tidak perawan, payudaranya yang kendur harus dipegang agar tidak kocar kacir.

Celana Dalam.

Biasanya gadis perawan menyukai warna celana dalam berwarna putih sebab putih adalah lambang kesucian dan kesahajaan. Sedangkan yang tidak perawan biasanya akan menyukai warna hitam, hitam indentik dengan kegelapan  dimana dibalik kegelapan tersebut tersembunyi sesuatu yang masih misteri sehingga mengundang gairah.

Tags: humor

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Supermaterial yang Akan Mengubah Wajah Dunia …

Rahmad Agus Koto | | 23 November 2014 | 11:02

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 8 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 16 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 18 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


HIGHLIGHT

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | 10 jam lalu

Di bawah Alunan Malam …

Arrizqi Titis Anugr... | 11 jam lalu

Cenderamata Kompasianival 2014 …

Mabate Wae | 11 jam lalu

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | 11 jam lalu

Benarkah Reformasi Birokrasi Harus Dipaksa? …

Efendy Naibaho | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: