Artikel

Humor

Usman Hasan

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

seorang yang mengembara mencari...mencari... terus dan belajar terus sampai akhir hayat

Tunggu Babi Panjat Kelapa


OPINI | 01 July 2011 | 16:43 Dibaca: 158   Komentar: 4   Nihil

“Saudara-saudara rakyat yang sangat saya cintai. Saya menyatakan kegembiraan dan kebanggaan, sebab dengan saudara datang ke gedung ini menyampaikan aspirasi,,berarti saudara-saudara paham hak saudara-saudara dan memahami tugas dan fungsi kami sebagai penerima dan penyalur aspirasi rakyat Sejak kami dilantik setahun silam, sudah sepuluh kali menerima aspirasi masyarakat dan semuanya adalah kasus korupsi. Pertanyaan saya, kapan ya ada kasus gagal penen, soal nelayan yang kurang mendapatkan hasil tangkapan ikan, rusaknya irigasi, jembatan jebol, atau mungkin soal KB yang gagal, penduduk di sebuah desa bertambah dengan sangat pesat, misalnya, Saya ingin tekankan,, pertama, untuk kali lain kalau ada masalah yang saudara duga korupsi, tolong bawa demo ke Kejaksaan dan Kepolisian. Nggak usah ke sini. Kepala saya sudah pening, jangan-jangan rambut saya gugur satu persatu, jadi botak. Kedua, soal korupsi itu sudah dari zaman dahulu, ibaratnya, korupsi itu sudah jadi kerupuk dan nasi, Makanan sehari-hari yang sangat disukai orang. Ketiga, korupsi itu kejahatan yang sudah berurat akar dan susah diberantas. Kalau saudara-saudara menginginkan korupsi diberantas tuntas, maka tunggu babi bisa panjat kelapa.” Demikian kata-kata sambutan yang disampaikan oleh wakil rakyat dari Fraksi Partai Tikus Negeri Kelabu

Pemimpin demo sudah sangat berang. Wajahnya merah padam menahan amarah. Dia menunggu dengan tak sabar wakil rakyat itu menyelesaikan bicaranya. Ketika usai wakil rakyat mengucapkan sambutan, dengan cepat sang korlap menyambar pengeras suara dan berteriak lantang : “Kawan-kawan sudah dengan kan omongan wakil rakyat bebal itu. Memang cocok sekali, sebab partainya saja berlambang tikus hitam alias tikus rumah. Kalau lambangnya tikus hutan atau tikus putih ,ya.. masih lumayan. Sekarang saya beri komando kawan-kawan untuk maju dan tangkap wakil rakyat yang omongan ndak benar begitu. Tangkap, tangkap, seret dia ramai-ramai. Teriak Korlap Demo.

Ketika tukang demo sudah merengsek maju hendak menangkap wakil rakyat partai tikus, ratusan polisi dengan senjata lengkap maju menghalangi dengan melakukan pagar betis.

Apa boleh buat, pendemo hanya berjumlah puluhan orang, badannya kurus kerempeng,  belum sarapan, mana tahan menghadap popor senjata . Terpaksa mereka hanya meneriaki wakil rakyat dengan berbagai umpatan. Setelah puas, mereka membubarkan diri.

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: