Artikel

Humor

Arih Sinulaki

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Lelaki.Memiliki Awal dan Menuju Akhir,Humoris Normatif dan hidup apa adanya. Senang Memberikan Komentar @kompasiana

Menyikapi Fajar Kebohongan di Suatu Senja Kemunafikan !!!


OPINI | 11 August 2011 | 10:21 Dibaca: 114   Komentar: 3   1 dari 1 Kompasianer menilai inspiratif

sampean pembohong mungkin kita pernah dikatakan sedemikian orang ke kita bukan orang lain , atau memang sudah dasarnya sampean kerjanya membohongi terus menerus tanpa ada hentinya ,itu juga pernah diucapkan seseorang baik itu dalam ruang lingkup private atau ruang umum yang katanya bermartabat .saya sudah bosan deh dengan celotehan sampean sampean semua wong pada akhirnya juga akan masuk keruang adat yang sampean akan selesaikan dengan urusan saling mengenakan pokoknya kita saling menjaga dan menghormati itu sampean tak ngerti ,apalagi yang lainya akan makin parah dan tidak bisa diselesaikan seandainya kita tidak saling memahami dalam saling mengerti.

Akhirnya masalah kita rakyat tau juga tidak mengapa wong kita sudah tidak bermuka lagi kok alias sudah hilang gambaran sesungguhnya ,,,,heeheh, iaa iaa toean toean penguasa .hanya ini celotehan mereka dirungan private yang tersembunyi karena pertemuanya dalam batas pertemuan tidak resmi alias selingkuh dari para anggota anggota dewan dari gedung megah dan mempesona ,karena apabila ada kasus masuk kedalam gedung para anggota  dewan yang terhormat , selalu akan berhasil menjadi kasus abal abal alias kasusnya hasilnya mandul dan tidak bisa dilanjutken karena belum memenuhi bumbu bumbu dapur untuk dimasak menjadi makan yang sedap   jadi jangan harap akan pernah jadi masakan yang enak ,karena tidak pernah dimasak jadi kalau dimakan akan rasanya hambar.karena mereka tidak pernah bersikap dan berlaku dengan hati dan nurani manusiawi tapi sudah bersikap berbalik dari arus sesungguhnya .

Yang paling parahnya lagi  cara memasaknya juga meraka tidak paham bagaimana cara memasak yang baik dan higenis serta bagaimana tahapanya dan sifatnya  …. hanya tau dan mengerti dengan cara memasakan  pakai karbit, yang nota bene hanya  beli dipasaran yang banyak dijual oleh pedagang kakilima.karena hasilnya karbit  akan instan dan langsung nyata ,nah ini dia hasilnya sudah mateng kulitnya dan dalamnya menunggu masaknya menyusul yang tidak tahan lama  dan perlu dibisikin sedikit ,biasanya karbit jejak baunya ada dan itu tidak mungkin dapat dipungkiri ,karena keputusan mengandung unsur masakan ala karbitan dalam versi pasaran pemaksaan .

jadi memang awalnya sudah menebar kerja sama bohong akhirnya juga akan berhakhir dengan suatu langkah munafik dalam bentuk karbitan .karena harus menyelamatken keluarga dan kolega kedepan wong siapa yang yang mau di kursi persalahan dan berakhir dalam ruangan kerengkeng yang tidak mengenakan.

semoga yang terbaik yang terjadi .

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: