
Dibaca: 400
Komentar: 127
8 dari 10 Kompasianer menilai aktual
Sore hari jam 15.00 WITA, pak Dosen Armand pulang dari mengajar. Dalam perjalanan pulang, pak Dosen Armand melewati sebuah jembatan. Dan betapa kagetnya dia ketika melihat di jembatan ada seorang kakek yang berdiri di tepi jembatan sepertinya mau bunuh diri. Seketika itu juga pak dosen langsung menghentikan mobilnya dan berlari menuju tempat kakek yang hendak bunuh diri.
“Hooiiiii, kakek. Ngapain disitu bahaya bisa jatuh nanti…. “ teriak Dosen Armand
“Jangan mendekat anak muda, biarkan saya mengakhir hidup ini dengan damai…..” kakek di tepi jembatan itu melarang dosen Armand untuk mendekat.
“Kakek siapa, terus kenapa mesti mau mengakhiri hidup disini. Masih banyak yang kita perbuat untuk hidup ini, jangan sia-siakan hanya karena perbuatan konyol ini..” dosen Armand masih berusaha mencegah tindakan kakek.
“Nama saya Ki Blonthank, saya sebenernya adalah seorang putri raja yang cantik jelita. Karena sesuatu hal, saya dikutuk menjadi seorang kakek tua….. Saya menunggu seorang pemuda untuk menciumku sebanyak 10 kali baru saya bisa berubah kembali menjadi putri. Tapi sampai sekarang belum ada satu pun seorang pemuda yang sudi menciumku, makanya saya memutuskan untuk mengakhiri hidup disini” kakek itu menjelaskan perihal kenapa dia mau mengakhiri hidupnya di tepi jembatan itu.
“Baiklah kek, saya akan mencium mu, tapi dengan syarat kakek harus turun dari situ dan menghentikan niat kakek untuk bunuh diri.” Pak Dosen Armand dikenal sebagai seorang yang baik hati dan suka menolong, akhirnya dia pun bersedia menjadi sukarelawan untuk mencium kakek itu. Apalagi kakek ini sebenernya adalah jelmaan dari puteri raja yang cantik jelita. Tidak ada salahnya, setelah berubah jadi putri lagi akan saya jadikan istri, begitu pikir dosen Armand dalam hati.
Akhirnya Ki Blonthank pun turun dari tepi jembatan menghampiri Dosen Armand menanti untuk dicium. Pak Dosen Armand kemudian mendekat dan mencium Ki Blonthank sebanyak sepuluh kali. Sebelum ciuman yang kesepuluh Ki Blonthank bertanya :
“Anak muda, kamu baik sekali apa pekerjaanmu, nak?”
“Saya seorang dosen kek….” jawab dosen Armand
“Ihhhh.. rempong deh. Hari gini masa dosen masih juga percaya sama cerita dongeng yang akikah buat… “ Ki Blonthank kemudian menjauhi pak Dosen sambil berjalan ala benches.
“Somprettttttttt…. dasar kakek penipu.” Pak dosen ngamuk-ngamuk.
Dari jauh si kakek menjawab, “Ihhhh… dasar lekong, siapa juga yang nawarin ciuman, .”
Pesan moral : puasa nggak boleh marah-marah


Sumber gambar : lapak pak dosen dan ki blonthank