
linda - TEMPO dan GATRA menempa saya untuk selalu jeli, kritis, menulis dengan jujur, dan bekerja keras. Hasilnya? Saya tidak tahu karena yang menilai tentu orang lain. Di KOMPASIANA ini saya sangat menghormati nama pemberian orang tua saya sehingga tidak perlu saya ganti dan palsukan, apalagi memalsukan wajah pada identitas diri. Blog pribadi saya, www.lindadjalil.com --- bila iseng, silakan mampir.
Dibaca: 273
Komentar: 17
1 dari 2 Kompasianer menilai menarik
Di balik gemuruh, mewah, gegap gempitanya peluncuran Kompas TV Jumat malam tanggal 9 September kemarin, ternyata penghuni Rumah Sehat Kompasiana yang hadir ada beberapa orang yang telah menjadi korban. Coba disimak ya, dan yang merasa ‘menjadi korban’ pada hari itu, silakan mengaku …
Seorang guru yang bersemangat mengikuti lomba, dan sudah sempat berada di lokasi, sebelum maghrib sudah dilarikan ke UGD karena kepala terasa pusing berat. Seorang pria berkumis tertidur pulas di kursi ruang konser di tengah hingar bingarnya musik. Ia korban rasa ngantuk yang sudah keterlaluan. Ada lagi yang kakinya keram sehingga tidak bisa berkonsentrasi menyimak pagelaran untuk ditulis secara cermat. Korban kepanikan karena telefon genggamnya nyaris rahib juga ada, sehingga senderan bangku dibolak-balik dengan waswas dan cemas amat sangat. Beberapa korban perut keroncongan juga ada lho, sehingga begitu diberitakan antara peserta lomba ada nasi kotak di samping pintu masuk, langsung sliweran turun tak perduli belum berakhirnya pertunjukan. Oya, ada juga korban kursinya diserobot orang. Ada juga yang kesal sekali karena bolpoin kesayangan hilang mental dari dalam tas gelosor ke sela-sela kursi dalam kegelapan.
Siapa sih korban-korban itu..? Kalau mau mengaku…, silakan….., yuuuk.., marrreeee…!