Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Andika

hanya orang biasa, bukan siapa siapa juga

Beruk Pintar Pariaman Pakai Black Berry

REP | 21 December 2011 | 20:08 Dibaca: 662   Komentar: 4   0

1324448833655929538

beruk sumatera barat yang pintar petik buah kelapa, foto di copy dari harian kompas

Di Sumatera Barat di banyak nagari, khusunya Pariaman orang orang sana memetik buah kelapa tidak dengan cara di panjat orang seperti di Jawa atau di daerh lain, tetapi dipetik dengan menggunakan beruk.

Beruk pemetik buah kelapa itu dilatih sejak kecil, sehingga menjadi pintar, dengan cara memberinyaupah kacang, pisang atau buah buah lain, sehingga beruk mengikuti perintah majikan,.

Beruk di Pariaman yang diceritakan dalam tulisan ini bukan saja dilatih untuk memetik buah kelapa yang sudah tua, tetapi juga bisa memetik buah kelapa muda, tergantung perintah majikan.

Mossok cuma memetik buah kelapa tua saja, harus kalah dengan beruk Thailand yang bisa juga memetik buah kelapa muda bahkan bisa membantu majikan memungut kelapa yang sudah dipetik untuk dimasukkan ke gerobak kelapa untuk dibawa pulang, hehe.

Pada waktu saya memajang foto seperti tampak didalam tulisan ini yang saya copy dari harian kompas hari Senin lalu kalau tidak salah, Pak Dokter Kusmanto, ternyata tertarik dan tanya saya di face book, pak andika beruknya bagus bener ya, dapat dari mana, apa  beruknya bisa dibeli?

Saya balas, boleh ini beruk asal Sumatera Barat yang pintar, untuk memetik buah kelapa, beruk upahan, sepuluh buah kelapa yang dipetik maka majikan beruk akan mendapatkan 2 buah kelapa sebagai upahnya. Kalau mau dibeli boleh juga, harganya bisa mencapai 50 juta rupiah……hehe.

Pak Dokter Kusmanto menjawab lagi, kalau harganya 50 juta mendianga untuk jalan jalan bersama keluarga ke eropa, hahaha. Belum tahu dia, kalau ada cerita, seperti berikut ini.

Ceritanya, sekarang zaman otonomi daerah ( tingakt dua - kabupaten ), sehingga banyak petani dari Sumatera Barat yang melakukan studi bandiang ke Kabupaten kabapaten di Yogyakarta, termasuk Kabu[aten Bantul untuk belajar bertani dan bercocok tanam dan tanan umur pendek lainnya.

Sebaliknya, para petani dari Yogyakarta juga melakukan kunjungan balik studi banding ke Sumatera Barat. Nah di Kabupaten Pariaman, ada petani kaya dari Bantul yang tertarik dengan beruk milik petani Pariaman yang namanya Somad, karena beruk ini ternyata pintar sekali memetik buah kelapa waktu dilakukan demo saat kunjungan studi banding itu.

Pak Karto petani kaya dari bantul itu, ingin sekali memiliki beruk pak Somad, untuk memetik buah kelapa di kebun miliknya di Bantul yang cukup luas, berapapun harganya pinta pak Karto kepada pak Somad akan dibayar.

Pada awalnya pak Somad tidak mau jual beruknya, karena untuk melatih beruk yang sudah berumur 5 tahun itu sejak kecil, tidak mudah selain sudah mengeluarkan biaya banyak.

Pak Karto tetap menginginkan beruk pak Somad, berapapun harganya. Orang kaya Bantul.

Oke kata pak Somad, jika pak Karto mau 50 juta boleh-lah. Pak Somad menduga pak Karto tidak akan mau, ternyata pak Somad salah duaga, harga 50 juta itu langsung disetujui dan ke esokan harinya pak Somad sudah menerima pembayaran sebesar 50 juta yang ditrsanfer langsung keluarga Pak Karto langsung dari Bantul ke rekening pak Somad di Pariaman.

Mau apa lagi, maka berukpun diserahkan dengan rasa sedih. Beruk dibawa pulang dengan cara digendong pak karto secara berhati hati menggunakan pesawat terbang , langsung dari Minagkabau International Airpot ( MIA ) ke Adisucipto International Airport di Yogyakarta.

Pak Karto ternyat tidak sabaran ingin mencoba kepintaran si beruk yang diberi nama  “Sampiliek” itu untuk memtik buah kelapa di kebunnya. Setelah istirahat dan penyesuaian seminggu, Sampiliek dibawa ke kebun untuk segera praktek memetik buah kelapa.

Begitu beruk yang dirantai kurang lebih 25 meter asli dibawa dari Pariaman itu diperintahkan memetik kelapa, setelah sampai diatas pohon, Sampiliek merontokkan semua buah kelapa, karena pak Karto hanya memerintahkan kepada Sampiliek, hayo petik hayo petik.

Sampilek tidak jelas yang  diperintakan dipetik kelapa muda atau kelapa yang tua  dipetik, maka dirontoakkanlah semua bauah termasuk yang masih pentilnya.

Pak Karto mencoba ke banyak pohon kelapa miliknya yang lain, tetap sama sampiliek merontokkan semua buah kelapa. Wadduh katanya, saya sudah ditipu oleh pak Somad…………bagaimana ini, beruk apaan ini,  mana mahal lagi. Pak karto  kemudian langsung telpon pak Somad menggunakan Black Berry-nya.

Pak Somad yang juga sudah menggunakan Balck Berry dari hasil penjualan beruk itu menjawab, ado apo-kah pak Karto sepertinyo ado soalan berat ni?

Ya pak Somad, ini beruk kenapa lagi, saya suruh dia petik buah kelapa, dia rontokkan semua buah kelapa, habis sampai yang muda muda dia rontokkan semua, cilaka ini. Bagaimana, kenapa bisa begitu pak Somad?

Pak Karto bilang apa ke beruknya waktu dia petik kelapa, tanya pak Somad.

Ya, saya hanya bilang hoyo petik petik buahnya, kan dia suadah tahu mana yang tua, mana yang muda, kenapa dirontiokkan-nya semua buah, tanya pak Karto sedih.

Wah, pak Karto tidak tanya, saya lupa juga, itu ada perintahnya ke beruk jelas pak Somad, jika salah perintah maka dia akan salah petik atau malah dirontokkannya semua.

Haa….……kata pak Karto, apa itu perintahnya?

Jika yang akan di petik buah kelapa tua, bilang konok, kalau yang akan dipetik buah kelapa muda bilang kenek, jelas pak Somad. Oh begitu. Ya jawab pak Somad lagi.

Pak Karto langsung mempraktek-kan untuk memetik lagi buah kelapa dikebunnya, tetapi Sampiliek tetap saja merontokkan semua buah, walaupun sudak dikatakan konok, konok. apa lagi tanyanya.

Pak Karto kembali menelpon pak Somad. bagaimana ini pak Somad sudah saya bilang konok konok, tetap saja beruk itu merontokkan semua buah kelapa.

Sudah mungkin suara perlu dikenal juga oleh beruk, sepertinya beruk itu belum familier dengan suara pak Karto kata pak Somad via telpon.

Sudah kalau begitu, kasihkan hape  pak Karto ke Sampiliek si beruk itu, biar saya yang bicara. Suruh dia naik ke pohon.

Setelah hape pak Karto diberikan ke Sampiliek, beruk diperintahkan naik ke atas pohon kelapa. Beruk naik  dengan cepatnya, maka pak Somad dari Pariaman, perintahkan ke sSmpiliek si beruk via hape pak Karto, nangkonok nagnkonok………maka hanya buah kelapa tua yang dipetiknya. Terbukti, nyata, hehe. Makanya saya tidak mau lagi telpon pake BB jadi ingat sampiliek

Selamat sore.

Tulisan ini hanya lelucon, semua nama nama disebut dalam tulisan ini, juga hanya untuk keperluan tulisa ini saja, maafkan jika ada yang sama, juga bukan untuk menyinggung atau melecehkan siapa siapa, humor saja.

Salam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | | 17 September 2014 | 05:23

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48

Jokowi Menghapus Kemenag atau Mengubah …

Ilyani Sudardjat | | 17 September 2014 | 13:53

Menempatkan Sagu Tidak Hanya sebagai Makanan …

Evha Uaga | | 16 September 2014 | 19:53

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam …

Hendra Makgawinata | | 17 September 2014 | 19:50


TRENDING ARTICLES

Ternyata Gak Gampang Ya, Pak Jokowi …

Heno Bharata | 9 jam lalu

Bangganya Pakai Sandal Jepit Seharga 239 …

Jonatan Sara | 10 jam lalu

Invasi Tahu Gejrot …

Teberatu | 11 jam lalu

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 13 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Hakuna Matata, Selamat Malam …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Embun Api …

Rahab Ganendra | 8 jam lalu

Hati-Hati Menggunakan Kamera Saku Digital …

Abebah Adi | 8 jam lalu

Hati Kedua …

Joshua Lie | 8 jam lalu

[Fiksi Fantasi] Kalung Lonceng Raja Lori - …

Ghumi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: