Back to Kompasiana
Artikel

Humor

(Humor) Rahasia Pedagang Siomay Laris

OPINI | 26 January 2012 | 21:48 Dibaca: 818   Komentar: 4   0

Alkisah dimayapada paijo yang pekerjaan sehari-harinya adalah penjual siomay, di depan sekolah SMA Yahut kota Penuh Harapan.

Rasa resah gundah gulana hinggap di pikiran paijo, bagaimana tidak dagangan sama rasa pun tak jauh beda namun kenapa siomay paijo kalah bersaing dari siomey tomen.

akh.. rasa resah gelisah membuat paijo tidak tahu apa kelebihan siomey tomen. rasa penasaran mencari prihal sebab membuatnya terhempas kealam mimpi dimalam dingin gerimis.

“hai jo, ngelamun aje”, sapa tetangga paijo bernama ijah (bukan ikatan janda adu hai )

“eh elu jah, ngagetin ajah, huft”.

“elo ya kerja kok bengong mulu kesambet low,” sambil ngambil pentol di gerobak paijo

“aduh gue bingung deh jah, itu tu tomen kok laris ya, perasaan tidak jauh beda siomenya dengan siomeyku, mungkin dia pake dukun ya jah”, paijo keheranan

“husstt ngawur jangan asbun tau, gini aja tuh yang beli teman ane, gue wawancara dulu sebentar elo disini ajah”, kata ijah sambil mengacungkan jempol tanda beres persoalan

setelah 10 menit berlalu

“gimana jah, apa rahasianya”,

“katanya, plastiknya tomen plastik buram, sedangkan plastik elo kan bening,”

“loh apa hubungannya dengan plastiknya jah?”.

“kalo plastik bening itu mudah pecah n ndak kuat ntar kalo pecah bisa-bisa ngenai bajunya, kan susah hilanginnya”

“ohh begono” sambil manggut manggut

“hu um” jawab paijah singkat

hari pun berganti di gerobak paijo ditulisi “Udah pake Plastik Buram lo, kuat tahan lama”,

“eh jo”, kata paijah keras sambil menepuk pundak paijo

“eit eit ett”, gaya cimande paijo pun diperlihatkan

“eh elo jah, ngagetin ajah” lega hati paijo ternyata ijah yang menepuk

“hahhaha, gila tulisan di gerobak elo kayak iklan yang biasa muncul tiap 1 desember”, menurut paijah tulisan di gerobak paijo seperti alat pencegah kehamilan.

“eh gue udah njalani ritual yang elo kasih, udah plastik buram tapi teteeeeepppp aja sepi :|”,

“ok, tunggu sebentar gue reportase ketempat kejadian dulu”, kata ijah menenangkan paijo

10 menit kemudian


“gimana jah”, paijo yang penasaran

“menurut teman ane, katanya siomay elo kuarang panas, siome si tomen lebih panas kan bisa juga dibawa pulang jadi panasnya masih terasa”,

“ok, thx your information tetangga”,

“oyi tok wes tetangga’,

Lembar hari berganti kini arang pemanas pun dtambah sampai berkobar namun tetap saja sepi, lebih laku jualan tomen, muncul ijah kembali dan menjadi mata-mata tomen, di temui kekurangan lagi yaitu kecapnya pake yang gambar burung bukan gambar huruf,

Hari berganti kembali,masih tetap sama sepi, dan masih juga ada kekurangan yaitu sambalnya buat sendiri jangan beli yang kemasan. hari berikutnya pun berlanjut ternyata ada anak yang suka gerobak warna pink.

sampai akhirnya warna gerobak paijo di cat pink, dan warna wani tulisan memenuhi geobak paijo

paijo, pedagang siomay dengan plastik buram kuat siomay panas 24 jam higienis tidak mengandung borak penjual selalu senyu ramah, baik hati suka pada anak kecil, dermawan, taat pada pancasila, masih singgle loh, bintang capricorn, taat beribadah, siap antar jaga ( emangx ada yang mau melahirkan), dan yang pasti HALAL.

semua usaha telah diperbuat namun tetep tiada hasil, akhirnya plustaslah si paijo, dan hari ini tidak jualan, dia hanya jalan-jalan di dekat sekolah SMA Yahut, betapa kagetnya dia mendapati ijah juga membeli siomey tomen, di cegatlah di depan sekolah ketika bell berbunyi,

“jah”, tomen menepuk pundak ijah

“eh paijo”, mimik bibir gemetar aroma sesuatu ketakutan

“hu um”, sorot mata paijo menembus dasar pikiran ijah

“hehehehe, elo kok ngak jualan jo”, sambil menyembunyikan siomey

“jujur aja jah, apa yang salah dengan siomey saya”,

“kamu ngak marah ya janji”, jari tunjuk dan jari tengah di acungkan keatas “piss”

“ia”, senyum disertai anggukan paijo

“soalnya tomen lebih ganteng dari kamu”, (tlink) lari ijah bagai kilat lenyap di kerumunan anak SMA masuk kelas

“asem”kata paijo

13275673411881381421

Google.com

Ternyata jawabannya simple mereka lebih suka siomey tomen karena tomen lebih ganteng, bukan alasan lainnya.

Ketika seseorang suka denganmu tidak akan banyak alasan, akan tetapi ketika dia tidak menyukaimu akan ada banyak persyaratan sebagai alasan saja.

.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Taman Balekambang, Bukti Cinta Orangtua …

Agoeng Widodo | | 30 September 2014 | 15:39

Gedung DPR Dijual …

Hendra Budiman | | 30 September 2014 | 11:55

Bahkan Macan Asia pun Butuh Demokrasi …

Yudhi Hertanto | | 30 September 2014 | 12:16

Langkah Kecil, Meninggalkan Jejak yang …

Ngesti Setyo Moerni | | 30 September 2014 | 15:07

Kamukah Pemenang Sun Life Syariah Blog …

Kompasiana | | 29 September 2014 | 09:44


TRENDING ARTICLES

Kumpulan Berbagai Reaksi Masyarakat …

Elvis Presley | 6 jam lalu

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 8 jam lalu

People Power Menolak Penghapusan Pilihan …

Daniel Setiawan | 9 jam lalu

Hobi Berbahaya Anak Muda di Saudi …

Umm Mariam | 10 jam lalu

Inilah Cara SBY Membatalkan UU Pilkada …

Rullysyah | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Layanan Kesehatan Harus Ramah dan Terbuka …

Baihaqi | 7 jam lalu

Bogor Islamic Book Fair 2014 …

Adi Setiadi | 7 jam lalu

“Indonesia Tanah Air Beta”, Kata …

Elvini Effendi | 7 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 7 jam lalu

Orang Indonesia Itu Baik-baik Semua …

Den Bhaghoese | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: