
Dibaca: 290
Komentar: 68
1 dari 1 Kompasianer menilai menarik
Perihbahasa (dok.inisafwan.blogspot.com)
Sebenarnya saya kepingin membuat postingan soal Valentino Rossi (seperti biasa) tapi karena tumben-tumbenan pikiran saya tidak fokus (mungkin karena terlalu galau) jadi saya bikin tulisan yang rada … (isi sendiri) seperti di bawah ini. Kali ini temanya soal peribahasa, tapi kali ini peribahasanya ya suka-suka saya.
Air beriak tanda… diobok-obok
Gajah mati meninggalkan gading harimau mati meninggalkan… anaknya, temannya, suaminya, tetangganya
Ada gula ada … saya (karena saya manis)
Semut di seberang lautan tampak, gajah di depan mata.. lebih tampak lagi (so pasti dong)
Buruk muka… gak mau pasang PP
Besar pasak… daripada bebek saya
Biar lambat… asal jangan lambat banget
Dalam lautan bisa diduga.. dalam sumur kita tahu
Daripada hujan emas di negeri orang… lebih baik hujan berlian di negeri sendiri
Datang tampak muka… pulang tidak tampak semuanya (lah… ngilang)
Hemat pangkal… pelit
Ingin hati memeluk gunung…. Apadaya dikeplak orang (ya iyalah.. gunung apa dulu)
Tak ada rotan… ya nggak papa…. terus kenapa?! Masalah?!
Mati ikan karena umpan mati saya karena…. galau (halah)
Sepandai pandai tupai melompat… akhirnya akan jalan juga (capek lompat mulu)
Sudah jatuh tertimpa…. pohon tumbang (kasiaannn hikz)
Utang emas dapat dibayar, utang budi… bayar ke istrinya
Banyak anak banyak…. banget pasti anggota keluarganya
Mulutmu….. bukan mulut saya (ya eyalaahh)
Malu bertanya sesat….. di sirkuit
Mencubit paha sendiri barulah mencubit paha… mu yang satu lagi
Keluar mulut harimau masuk mulut…. harimau lagi (semacam plin plan)
Habis manis sepah… diemut
Mati satu tumbuh…. empat enam
Tua tua keladi makin tua… makin keren (mention ke vale)
( Powered by Koplak Yo Band )