Artikel

Humor

Yayat

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Memasyarakatkan MotoGP dan me-MotoGP-kan masyarakat

Perihbahasa Gagal


OPINI | 27 January 2012 | 15:17 Dibaca: 290   Komentar: 68   1 dari 1 Kompasianer menilai menarik

13276520431220528048

Perihbahasa (dok.inisafwan.blogspot.com)

Sebenarnya saya kepingin membuat postingan soal Valentino Rossi (seperti biasa) tapi karena tumben-tumbenan pikiran saya tidak fokus (mungkin karena terlalu galau) jadi saya bikin tulisan yang rada … (isi sendiri) seperti di bawah ini. Kali ini temanya soal peribahasa, tapi kali ini peribahasanya ya suka-suka saya.

Air beriak tanda… diobok-obok

Gajah mati meninggalkan gading harimau mati meninggalkan… anaknya, temannya, suaminya, tetangganya

Ada gula ada … saya (karena saya manis)

Semut di seberang lautan tampak, gajah di depan mata.. lebih tampak lagi (so pasti dong)

Buruk muka… gak mau pasang PP

Besar pasak… daripada bebek saya

Biar lambat… asal jangan lambat banget

Dalam lautan bisa diduga.. dalam sumur kita tahu

Daripada hujan emas di negeri orang… lebih baik hujan berlian di negeri sendiri

Datang tampak muka… pulang tidak tampak semuanya (lah… ngilang)

Hemat pangkal… pelit

Ingin hati memeluk gunung…. Apadaya dikeplak orang (ya iyalah.. gunung apa dulu)

Tak ada rotan… ya nggak papa…. terus kenapa?! Masalah?!

Mati ikan karena umpan mati saya karena…. galau (halah)

Sepandai pandai tupai melompat… akhirnya akan jalan juga (capek lompat mulu)

Sudah jatuh tertimpa…. pohon tumbang (kasiaannn hikz)

Utang emas dapat dibayar, utang budi… bayar ke istrinya

Banyak anak banyak…. banget pasti anggota keluarganya

Mulutmu….. bukan mulut saya (ya eyalaahh)

Malu bertanya sesat….. di sirkuit

Mencubit paha sendiri barulah mencubit paha… mu yang satu lagi

Keluar mulut harimau masuk mulut…. harimau lagi (semacam plin plan)

Habis manis sepah… diemut

Mati satu tumbuh…. empat enam

Tua tua keladi makin tua… makin keren (mention ke vale)

( Powered by Koplak Yo Band )

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: