Pada suatu hari ada suatu keluarga terdiri dari kakek, nenen nenek, dan sang anak. Selama hidup, mereka tak pernah hidup kekurangan baik materil maupun moril.
Mereka hidup dengan saling mengasihi, apabila salah satu mengalami kesulitan pasti yang lain akan membantu dengan mengorbankan apapun yang mereka punya. Walaupun sang kakek cuma buruh tani, nenek cuma pencari kayu bakar, dan si anak cuma pemetik kelapa, mereka tetap bahagia.
Satu-satunya hiburan di rumah adalah handphone si kakek pemberian dari tuannya yang berbaik hati agar kakek siap sedia kalo sewaktu-waktu oleh tuannya.
Namun sekarang justru kakek sakit, entah karena terlalu bekerja keras mencari uang atau memang sudah karena usia yang sudah mendekati kepala ekor sembilan alias kyubi delapan.
Dan kesetiaan mereka itu terbukti ketika sang kakek sakit. Dengan kasih sayang nenek dan sang anak merawat kakek. Mulai dari berobat ke tabib, kemudian dukun cabul desa, dukun beranak, ke dokter kota terdekat, bahkan ke dokter boyke, okee ini salah topik.
Nenek dan anaknya merasa pasrah karena mereka sudah berobat kemana-mana tapi si kakek tak kunjung sembuh. Akhirnya mereka tetap merawat kakek sendiri di rumah.
Namun apa dikata, penyakit kakek yang sudah parah…
“ Emaaaaaak, maaaaaaaaak coba liat bapak di depaaan maaaaak. Maaaaaaak” sambil menangis
“ Kenapa nak, bapak kenapa? “ ikut panik
“ Bapak udah gak ada nafas maak, liat maak..” menangis parah
“ Sumpeh looo? Bapaaaak, tidaaaaak, Bapaaaaaak, jangan meninggal duluaaan huks huks.. Cepet kamu panggil pak RT supaya nolongin kita “ sambil menangis mau lari ke kamar
“ Baik mak..hiks hikss hikss, Maaak, emak mau kemana kok malah mau ke kamaar” sambil tetap menangis
“ hikss huwww hiks, emak mau ngambil handphone”
“ ohh, emak mau ngabari keluargaa yang lain, cepet kabarin maak, hiks hiks” sesenggukan
“ bukaaaan…hiks hiks”
“ lalu buaat apaaa maaak, huuww, hiks hiks”
“ buat ganti info married emak di fb jadi single”*^%#^%#&^)*(^(^*&#%%@^%%&(^$%
sumber : http://fanisubhi.blogspot.com/