Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Kandar Tjakrawerdaja

Anggota Koplak Yo Band nomor urut 15. Walaupun orangnya pemalu tapi jarang loh tidak mempermalukan selengkapnya

[Humor] Anak-anak TK Koplak Yo Band

OPINI | 20 September 2012 | 19:00 Dibaca: 1727   Komentar: 69   11

1348123607467715145

Keluarga Besar KYB (dok. Mbak Dessy/Babeh Helmi)

Di sebuah ruang kelas TK A yang dikelola Yayasan Keluarga Yang Berbahaya Berbahagia (Yayasan KYB)…

“Anak-anak, siapa yang bisa sebutkan nama alat transportasi?” tanya Ibu Guru Itje Juitje kepada murid-muridnya yang setiap hari bertingkah aneh dan lucu.

“Saya, Ibu Guru!” teriak seorang anak perempuan yang selalu membawa botol minuman hadiah dari sebuah pabrik oli. “Nama alat transportasi yang paling hebat adalah EMPAT ENAM….” jawabnya kemudian.

“Loh, kok EMPAT ENAM? Apa itu?”

“Itu loh Bu, mobil yang jumlah penumpangnya di sebelah sini ada EMPAT dan di sebelah sana ada ENAM, trus di kaca belakangnya ada gambar motor balap nomor EMPAT ENAM….”

“Oh gitu, ya? Itu namanya mikrolet, anak-anak sekalian…. Sekarang, siapa yang tau nama binatang yang lucu?”

13481239761186156224

Pelukan gorila… (Sumber: bldqkdum.com/kaskus.co.id)

Seorang lagi murid perempuan, yang hari ini berangkat ke sekolah menggendong sebuah tas hadiah dari kartu perdana berlambang kartu remi, mengacungkan jarinya dengan semangat menggebu-gebu. “Aku tau! Aku tau! Binatang yang paling lucu menurut aku adalah GORILA…”

“Loh, kok, gorila? Apanya yang lucu, Sayang?” tanya Ibu Guru penasaran.

Dengan polos gadis cilik berambut panjang itu menjawab, “Soalnya, waktu aku main ke kebun binatang, gorilanya nggak mau aku kasih makan kacang atau pisang. Waktu aku kasih risoles, eh, dianya malah tepuk tangan sambil julur-julurin lidah gitu. Lucu, deh. Trus, waktu aku sodorin lontong, eh dianya guling-gulingan di tanah trus ciumin pipi aku. Lucu banget pokoknya….”

Seorang murid perempuan bernama Umi yang tubuhnya menjulang tinggi ikut nimbrung. “Iya tuh, lucu banget gorilanya. Kalau doyan sama lontong dan risoles, tuh gorila sama persis dengan kita-kita dong. Berani tarohan deh, gorilanya pasti suka makan jengkol juga.… Hihihi….”

Tanpa diduga, Ibu Kepala Sekolah mengawasi aktifitas kelas tersebut. Dia tampak kagum dan bangga dengan anak-anak didiknya. Ibu Kepsek lalu masuk ke ruang kelas.

“Selamat Pagi, anak-anak! Wah, Ibu bangga deh dengan kalian yang pintar-pintar. Ibu jadi ingin bertanya juga kepada kalian,” ujar Ibu Kepsek. “Bu Itje silakan istirahat dulu, kelas saya ambil alih sebentar…”

“Baik, Bu. Saya minta ijin ke restoran sebelah, mau beli Jus Terong kegemaran saya,” jawab Ibu Itje Juitje kenes. Dia keluar kelas sambil berlenggak-lenggok dan senyum-senyum sendiri.

Ibu Kepsek berbinar-binar matanya menatap wajah murid-murid berperilaku unik itu. Setelah dua kali berdehem dan menggosok-gosok kedua telapak tangannya, Ibu Kepsek memulai pembicaraannya.

“Sebelumnya Ibu mau meralat jawaban dari ananda Rossiatun dan ananda Jatmikaningsih. Jawaban yang tadi itu keliru ya. Yang benar ya jawaban dari Ibu nanti. Kalo kalian semua tidak nurut sama Ibu, nanti Ibu hukum kalian mencuci motor-motor ojek punya Ibu. Paham?”

“Paham, Ibu Kepala….” jawab murid-murid secara bersamaan.

“Baik. Mengenai alat transportasi yang paling hebat, jawabannya adalah kereta api. Alasannya karena rodanya tidak pernah kempes. Coba kalau mikrolet dan motor 46, sekali rodanya ketusuk paku, pasti langsung cesssss… bocor deh, hihihihi….”

Para murid tertegun dan terpincuk demi melihat kepala sekolah mereka mengikik genit.

Lanjut Ibu Kepsek, “Lalu, binatang apa yang paling lucu, jawabannya adalah kecoa. Mengapa? Begini, Ibu kan sering bikin Jus Pare. Sudah tau rasanya pahit getir dan nggak enak, eh, ternyata banyak kecoa yang suka ikut numpang minum juga. Sering loh, anak-anakku sekalian, belasan kecoa merubung gelas isi Jus Pare punya Ibu, malah beberapa ada yang kecemplung. Lucunya, waktu Ibu minum….”

Hoeeek! Murid-murid mendadak muntah berjamaah.

Sekarang giliran Ibu Kepsek yang terpincuk.

1348123737842398786

Buah Aprikot (Sumber: www.kids-cooking-activities.com/apricot-facts.html)

Untuk mengobati anak didiknya yang tiba-tiba keliyengan, Ibu Kepsek memakai strategi Ibu Guru Itje Juitje yaitu melontarkan beberapa pertanyaan kepada para murid agar suasana kelas normal kembali.

“Anak-anak, coba sebutkan nama buah yang pohonnya tumbuh di sekitar kita!” Ibu Kepsek mulai menjalankan taktiknya.

Murid-murid kembali segar bugar. Seorang anak laki-laki pindahan dari TK Pertiwi Brussel bernama Jean Pierre mengacungkan tangannya.

“Apel, Madame!” jawabnya tegas.

“Piiiir….” teman di sebelahnya tidak mau kalah.

“Buah Kiwi!” seru seorang bocah dari bangku belakang.

“Anggur Hijau…”

“Aprikot!”

“Strooooberiiiii….”

“Blueberry!!”

“Blackberry!!!!!!” tiba-tiba seorang anak berambut gondrong berteriak sangat keras. Biasa dipanggil dengan nama Dul, siswa yang juga baru pindah dari TK Bustanul Athfal Paramaribo terkenal sebagai murid yang tengil, kemlinthi, namun gaptek berat.

Teriakan Dul membuat teman-temannya kaget. Ibu Kepsek ikut kaget. Seekor kucing belang hitam tua-hitam muda yang sedang melintas juga kaget dan lantas melongokkan kepalanya ke dalam kelas. Gambar sesosok pahlawan yang menempel di tembok lebih kaget lagi, sampai-sampai beliau marah lalu menghunus pedangnya. Rossiatun bahkan terbatuk-batuk 46 kali.

Seiisi ruangan melotot beramai-ramai ke arah Dul. Si gaptek itu cuma bisa menundukkan kepalanya karena tak kuat menahan bully-an massal tersebut.

Ibu Kepsek marah besar mendengar jawaban bocah-bocah itu. Arghhhhh! Terdengar suara gemeletuk giginya pertanda dia menahan emosi.

“Kalian semua sengaja mau meledek Ibu, heh??? Sengaja mau bikin marah Ibu? Mana ada pohon apel, aprikot, kiwi, stroberi tumbuh di dekat sekolah kita! Dan kamu, Dulkampret, sejak kapan blekberi jadi nama buah?” semprot Ibu Kepsek kesal.

Murid-murid tunduk terdiam.

Ibu Kepsek menyambung omelannya, “Nih, supaya kalian tambah puas, Ibu kasih tau nama buah yang jelas-jelas ada di sekitar kita, yaitu BUAHMAD !! Puas? Puas?? PUAAAAAAAAS???!”

Murid-murid serempak mengangkat wajahnya, terkesiap campur ndlongop.

Tanpa diduga, tiba-tiba seorang siswa laki-laki berdiri lalu mengacungkan tinjunya kepada Ibu Kepsek. “Gue aduin sama bokap gue lo….” teriaknya sambil berlari keluar kelas.

Beberapa saat kemudian tampak di kejauhan anak itu berjalan menggandeng seseorang yang ternyata ayahnya. Semakin lama semakin kelihatan roman muka si ayah yang merah padam dengan sepasang tanduk yang mulai tumbuh di kepalanya. Dia berjalan tergopoh-gopoh sambil menenteng sebilah clurit yang memendarkan cahaya berkilat-kilat….

Postingan ini dipetik dari kebon @KoplakYoBand

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | | 25 October 2014 | 12:30

Rafting Tidak Harus Bisa Berenang …

Hajis Sepurokhim | | 25 October 2014 | 11:54

10 Tanggapan Kompasianer Terhadap Pernikahan …

Kompasiana | | 25 October 2014 | 15:53

Dukkha …

Himawan Pradipta | | 25 October 2014 | 13:20

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 13 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 14 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 14 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Resep Kerupuk Seblak Kuah …

Dina Purnama Sari | 8 jam lalu

“Sakitnya Tuwh di Sini, di …

Handarbeni Hambegja... | 8 jam lalu

Kabinet Stabilo …

Gunawan Wibisono | 8 jam lalu

Sofyan Djalil dan Konsep yang Belum Tuntas …

Edy Mulyadi | 8 jam lalu

Dikelilingi Nenek-nenek Modis di Seoul, …

Posma Siahaan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: