Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Asri Pandanwangi

perempuan biasa saja, penyuka tenis, air, laga bola "big match", bacaan, humor, dan Barbra Streisand...

Sosok yang Selalu Mengundang Geli

OPINI | 16 November 2012 | 12:30 Dibaca: 776   Komentar: 0   2

Jika ditanya makhluk macam apakah yang membuat saya geli, maka jawabannya adalah bencong. Ya, bencong bagi saya merupakan makhluk yang lucu. Sosoknya hampir selalu membuat saya  tertawa geli, bahkan hingga ngakak terpingkal-pingkal. Ingat tidak sosok Betty yang diperankan Alm. Benyamin Sueb, di film “Betty Bencong Slebor” yang dirilis tahun 70-an?

13530435141636278201

Saya paling tidak tahan liat aksi  aktor favorit saya itu memerankan Betty, si bencong slebor. Penampilannya mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki benar-benar lucu. Sosok “gagah” pria yang berdandan ala perempuan; bersanggul, bibir diberi gincu merah merekah, sepatu hak tinggi jaman jebot, ditambah pula dengan suara sengau khas bencong plus gerakan-gerakan ‘gemulai’-nya.

Belum lagi ditambah aksi-aksi  khas bencong lainnya, seperti  lari terbirit-birit sambil nyeker dikejar-kejar petugas keamanan, sambil tak lupa menjinjing sepasang sepatu hak tingginya. Atau juga aksi nyanyinya yang mana  suara sengaunya itu diringi alat musik “jebred”, atau kicrikan. Juga sapaan khas-nya, “salamm mlekuuumm, sepadaa… slamet siang, tuaan…!!”, atau juga aksi toel sana, toel sini-nya sembari merayu  di sela-sela nyanyiannya,ayooo dong, tuaan.. kasih ejke gopeeek ajjaaa… kan kite udeh nyanyi ame ajojing… !!”.  Lantas juga aksi ngambek-nya kalau permintaannya tidak digubris, “dasar lu yee pelit.. gue kemplang baru tau rassyaa.. sompret!!

13530439391900773729

Aksi-aksi  khas bencong seringkali mengundang gelak tawa, dan diakui atau tidak  jadi hiburan tersendiri, bahkan juga jadi ladang duit. Banyak lelucon yang disajikan dalam program televisi atau juga film dan bacaan menyajikan  bencong sebagai salah satu materinya. Kendati tidak selalu lucu, tapi pamor bencong sebagai objek lucu-lucuan tampaknya cukup laris di pasaran. Liat saja dari sejak jaman tv hitam putih  hingga jaman teknologi touch screen seperti sekarang ini, aksi bencong tidak pernah benar-benar hilang pamornya.Dan, tidak hanya di Indonesa saja, di luar negeri juga rupanya sama.

Fenomena makhluk yang satu ini  rupanya memang merupakan  objek humor  universal. Terkadang fenomena bencong pun disisipkan dalam sebuah kisah yang  serius, baik itu drama atau thriller sekalipun. Sosok bencong ditampilkan sepertinya memang untuk ‘mencairkan’ suasana. Biasanya adegan-adegan khas bencong yang mengundang geli  ditampilkan dalam moment-moment seperti di  salon, atau (maaf)  prostitusi jalanan. Ada juga yang ditampilkan dalam bentuk lainnya, misalnya penyamaran pria sebagai wanita untuk mencapai tujuan tertentu, seperti  aksi penyamaran Robin Williams dalam film “Mrs. Doubtfire”, atau  Dustin Hoffman dalam film “Tootsie”.

1353044049964242532

Begitulah, sosok bencong bagi saya memang selalu mengundang geli. Jujur saja terkadang dalam kemasan humor  yang ’seadanya’ pun, saya suka tidak tahan untuk sekedar tersenyum geli sendiri (jika tidak, malah tergelak). Apalagi jika ada aksi kejar-kejaran, baik itu bencong yang dikejar petugas keamanan atau sebaliknya bencong yang mengejar-ngejar ‘mangsa’, seperti aksi Candil mantan vocalist Serieus Band dalam film “Tarix Jabrix I” yang berperan sebagai bencong pengamen jalanan. Atau juga aksi Aming di acara komedi Extravaganza dulu. Tak ketinggalan juga aksi (yang bisa jadi norak), seperti Tessie Srimulat dengan gerakan khas-nya, tangan ngeglosor saat hendak berpangku dagu, plus geliat-geliat kocaknya saat hendak memalingkan muka.

13530437991324941328

Saya tidak membahas urusan  gender beserta tetek bengeknya di sini, saya hanya sedang ingin menceritakan salah satu creature yang bagi saya memang  lucu dan bikin geli. Jujur saja, bagi saya aksi lucu khas mereka itu baik dalam sebuah fiksi maupun real, bikin saya terhibur. Kecuali jika sudah bertindak kriminal dan asusila atau aksi mengganggu keamanan lainnya, boro-boro pengen ketawa, yang ada malah pengen ‘ngebasmi’.. weeewww!! :d

(foto-foto diambil dari youtube, reelist.com, kapanlagi.com, google (yang tidak jelas sumbernya))

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Susahnya Mencari Sehat …

M.dahlan Abubakar | | 30 August 2014 | 16:43

Dua Puncak Lawu yang Terlupakan …

Munib Muhamad | | 30 August 2014 | 16:19

Madrid yang Tak Belajar dari Pengalaman …

Garin Prilaksmana | | 30 August 2014 | 16:19

Makna Perjalanan Adalah Menambah Sahabat …

Ita Dk | | 30 August 2014 | 13:06

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Florence Penghina Jogja Akhirnya Ditahan …

Ifani | 3 jam lalu

Ternyata Inilah Sebabnya Pendeta Paling …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Kesaksian Relawan Kerusuhan Mei …

Edo Panjaitan | 13 jam lalu

Masalah Sepele Tidak Sampai 2 Menit, Jogja …

Rudy Rdian | 14 jam lalu

Jogja Miskin, Bodoh, Tolol dan Tak …

Erda Rindrasih | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

“Florence, Anda Ditahan untuk 20 Hari …

Farida Chandra | 8 jam lalu

Deddy Corbuzier Bikin Soimah Walkout di IMB …

Samandayu | 8 jam lalu

Semua Gara-gara Air Asia …

Rinaldi | 8 jam lalu

Negeri Berutang …

Yufrizal | 8 jam lalu

Dua Wajah Manusia dalam Antologi Cerpen dan …

Alexander Aur | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: