Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Sunset Iwieng

Pedagang Keliling yang menggemari olah raga terutama sepakbola, membaca dan peminat kompasiana.

Dagelan Hari Ini: Biasa Main keroyok kok Kena Keroyok?

REP | 26 November 2012 | 07:39 Dibaca: 584   Komentar: 6   0

Jubir FPI Munarman dikeroyok massa di Pondok Cabe, Pamulang, Tangsel. Munarman diketahui menderita luka lebam dan juga kaca mobilnya pecah. “Kata teman yang sudah bertemu dia, mukanya lebam. Ya siapa yang tidak lebam sih dikeroyok lima orang begitu,” ujar Sekjen FUI, Muhammad Al Khata kepada detikcom, Senin (26/11/2012) pagi.

Selain menderita luka lebam, lanjut Al Khata, Munarman juga harus menerima kenyataan kaca mobil miliknya dipecah oleh para pengeyoroknya itu. “Kaca mobilnya juga dipecah. Yang mengeroyok dia itu preman,” paparnya. Sebelumnya, Al Khata mengatakan Munarman dikeroyok lima orang di Pondok Cabe pada Minggu sore. Saat itu Munarman tengah terjebak kemacetan dan membunyikan klakson agar kendaraan yang ada di depannya maju ke depan.

Namun tiba-tiba saja mendekat lima orang ke arah mobil Munarman. Setelah terlibat adu mulut, mereka lantas memukuli Munarman. Menurut Al Khata, ketika Munarman membunyikan klakson, tanda itu tidak ditujukan kepada lima orang ini.

Terus mana dagelannya?

1. Korban dikenal penggerak massa mengatasnamakan Jihad dengan melakukan kekerasan seakan sebagai jagoan tanpa tanding ternyata masih bisa lebam juga….

2. Korban hanya dikeroyok 5 orang saja, padahal selama ini setiap melakukan kegiatan mereka lebih dari puluhan orang!

3. Kaca mobil korban pecah, emangnya kenapa? Selama ini beberapa korban akibat tindakan mereka mengalami kerugian lebih dari harga kaca mobil!

4. Korban beradu mulut tapi dia lupa kalo dibelakang mereka tidak ada massa pendukungnya.

5. Membunyikan klakson sampai orang lain marah? Seberapa keras klakson tersebut dan berapa lama dia tekan klakson tersebut sampai orang lain marah? Sesuatu yang lucu jika membunyikan klakson dengan sewajarnya dan bukan seenaknya sendiri maka tidak akan menyinggung perasaan dan kenyamanan orang lain.

6. Korban seharusnya Jihad di Jalan Allah dan Jihad di Jalan Macet. Hahahaha

Tulisan ini bukan sebagai hal yang serius hanya sebuah dagelan hari ini. Semoga bisa jadi renungan saya pribadi dan mudah-mudahan bermanfaat juga buat rekan-rekan yang berkenan mampir membaca. Semoga juga pihak korban segera cepat sembuh dan sehat wal afiat. Selain itu semoga korban tidak melakukan tindakan balasan dengan melakukan sweeping yang membabi buta dengan massa yang besar di tempat kejadian pengkeroyokan (TKP).

Salam Damai

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat! Surabaya Meraih Socrates Award …

Ilyani Sudardjat | | 17 April 2014 | 11:14

Warga Kecam Pemogokan Panitera …

Sutomo Paguci | | 17 April 2014 | 08:56

Fenomena Simon Santoso: Penerapan Teori XY? …

Yuniandono Achmad | | 17 April 2014 | 08:18

Sudah Dikompres tapi Masih Demam, Salahkah? …

Widhi Handayani | | 16 April 2014 | 21:59

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 8 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 8 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 9 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 9 jam lalu

Menakar Pasangan Ideal Capres - Cawapres …

Afdhal Ramadhan | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: