Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Hento2008

Praktisi Ayur Hypnotherapy dan Neo Zen Reiki. Menulis adalah upaya untuk mengingatkan diri sendiri. Bila selengkapnya

Tiada Surga dan Neraka Ciptaan Tuhan

OPINI | 20 January 2013 | 10:57 Dibaca: 468   Komentar: 0   2

Ah masak…. Banyak yang akan memonyongan bibir dan berkata, wah pasti penulis ini tidak baca kitab suci. Bukankah dalam kitab suci sudah jelas tertulis bahwa bagi mereka yang berbuat baik diganjar surga. Sebaliknya bagi yang berbuat buruk dihukum di neraka yang panas membara.

Lha, apa urusannya bagi Tuhan menghukum yang baik dan buruk di surga atau neraka ciptaan Nya, kalau ada. Bukankah baik dan buruk itu penilaian manusia. Sama saja halal dan haram, manusia juga yang menilai. Buktinya? Ada sertifikat halal dan haram. Bukankah manusia yang memberikan label tersebut. Bagi Tuhan tidak ada urusannya label halal ataupun haram. Yang menikmati keuntungan manusia.

Memang siapa yang memperoleh uang dari sertifikat halal? Manusia juga kan? Alasan saja dengan mengunakan nama Tuhan. Ternyata demi kenikmatan duniawi manusia. Masih percaya jika makan yang sudah disertifikasi halal dijamin masuk surga? Korban pembodohan kaum intelek yang mengaku beragama.

Kembali tentang surga dan neraka. Jika dihadapan Tuhan tidak ada manusia baik atau buruk, alias sama saja, untuk apa surga diciptakan. Untuk apa menghukum manusia yang bersalah? Bersalah terhadap siapa? Terhadap Tuhan. Tidak satupun manusia yang berdosa atau bersalah terhadap Tuhan.

Bagaimana jika orang tersebut berbohong atau berdusta atau berbuat kejahatan yang merugikan orang lain? Ya dihukum sesuai dengan hukum dunia. Tidak dibutuhkan neraka untuk menghukumnya. Bukankah yang mengalami kerugian manusia? Tuhan sama sekali tidak rugi jika ada manusia berbuat kesalahan. Bagaimana jika ia tidak menyembah Tuhan? Tuhan itu tetap Agung tuan dan puan, disembah atau tidak, Dia juga tidak berkurang keagungan Nya.

Justru manusia sendiri yang bakalan merugi jika tidak menyembah Tuhan. Dia tidak. Repot amat menghukum manusia di neraka. Manusia saja telah menciptakan komputer, jika di program seperti ini, hasilnya pasti seperti ini, masak Tuhan bodoh? Manusia saja yang sok tahu bahwa Tuhan menghukum manusia berdosa di neraka dan memberikan kenikmatan surga bagi yang patuh kepada Nya. Berikan saja program pada setiap diri manusia, tidak repot mengawasi manusia….

Kesalahan yang dibuat manusia hanya merugikan manusia dan alam. Misalnya penebangan pohon sehingga mengakibatkan banjir. Manusia lah yang mengalami kerugian, banjir atau tanah longsor. Keseimbangan alam terganggu, habitat hewan juga terganggu. Berart  yang mengalami kerugian manusia dan hewan. Tuhan tetap tidak rugi. Jika demikian untuk apa neraka?

Bukankah saat melakukan kebaikan yang untung juga manusia sendiri. Untuk apa lagi Tuhan menghadiahinya surga? Membela agama Tuhan? Memang Tuhan punya agama? Nabi saja tidak beragama, apalagi Tuhan.

Marah? Karena saya bilang nabi tidak beragama? Mana ada KTP nabi yang dimiliki para nabi? Bukankah kita sekarang disebut beragama atau tidak hanya KTP. Bukan dari perilaku…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Bajaj” Kini Tak Hanya Bajaj, …

Hazmi Srondol | | 19 September 2014 | 20:47

Ekonomi Kemaritiman Jokowi-JK, Peluang bagi …

Munir A.s | | 19 September 2014 | 20:48

Bedah Buku “38 Wanita Indonesia Bisa“ di …

Gaganawati | | 19 September 2014 | 20:22

Kiat Manjakan Istri agar Bangga pada …

Mas Ukik | | 19 September 2014 | 20:36

Rekomendasikan Nominasi “Kompasiana …

Kompasiana | | 10 September 2014 | 07:02


TRENDING ARTICLES

Tidak Rasional Mengakui Jokowi-Jk Menang …

Muhibbuddin Abdulmu... | 7 jam lalu

Malaysian Airlines Berang dan Ancam Tuntut …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Awal Manis Piala AFF 2014: Timnas Gasak …

Achmad Suwefi | 12 jam lalu

Jangan Bikin Stress Suami, Apalagi Suami …

Ifani | 12 jam lalu

Ahok, Sang Problem Solving …

Win Winarto | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: