Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Hendra Makgawinata

Lahir dan besar di Jakarta. Pengangum penulis: Malcolm Gladwell, Robert Greene, Steven Levitt dan Jacob selengkapnya

7 Perbedaan Homo Sapiens dan Homo Shoppingnicus

OPINI | 27 January 2013 | 22:30 Dibaca: 485   Komentar: 0   0

Dari bangku sekolah kita tahu Homo Sapiens adalah nama latin dari manusia moderen yang telah melalui evolusi selama ribuan tahun. Namun belakangan ini hanya dalam rentang waktu kurang dari 100 tahun telah muncul spesies baru, Homo Shoppingnicus yang merupakan evolusi lanjutan dari Homo Sapiens.

Untuk tahu lebih jelasnya mengenai spesies baru ini, berikut perbedaan Homo Sapiens dan Homo Shoppingnicus:

Homo Sapiens: Membutuhkan dan memberi cinta kasih untuk hidup bahagia

Homo Shoppingnicus: Membutuhkan barang bermerek untuk hidup bahagia

Homo Sapiens: Beribadah di kuil, gereja, sinagoga, mesjid, pura, tempat suci lainnya dan memiliki kepercayaan diri dalam hidup karena dilindungi oleh Yang Maha Esa

Homo Shoppingnicus: Beribadah di mall, shopping centre dan memiliki kepercayaan diri berkat merek barang yang dipakainya

Homo Sapiens: Hormat terhadap diri sendiri dan orang lain berdasarkan karakter yang bersangkutan

Homo Shoppingnicus: Hormat terhadap diri sendiri dan orang lain berdasarkan gengsi, status sosial dan merek barang yang dipakai

Homo Sapiens: Ogah menjadi iklan berjalan gratis bagi produk-produk dengan logo merek menyolok mata kecuali dibayar

Homo Shoppingnicus: Dengan senang hati mengenakan logo merek yang menyolok mata jadi lebih mudah pamer kepada orang sekitarnya

Homo Sapiens: Hidup saya merupakan sebuah karya bagi umat manusia

Homo Shoppingnicus: Umat manusia hanyalah market bagi produk-produk dan pekerja untuk perusahaan

Homo Sapiens: Makan gak makan asal kumpul dengan orang-orang dekat, bersilah turami

Homo Shoppingnicus: Kumpul kalau ada perlunya saja dan lihat dulu tempat kumpulnya bergengsi gak

Homo Sapiens: Uang dan materi sebagai sarana untuk Aktualisasi Diri pencapaian potensi manusia

Homo Shoppingnicus: Uang dan materi sebagai sarana untuk memaksimalkan kesenangan duniawi (hedonisme)

Mudah-mudahan setelah membaca tulisan ini kita semua lebih giat melestarikan kelangsungan hidup spesies Homo Sapiens biar gak punah hehe.

Baca juga:

Kita Manusia Bukan Konsumen

12 Langkah Bergaya Hidup Konsumtif

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pecahnya “Kapal” PPP dan Upaya …

Irham Wp | | 20 April 2014 | 03:26

Bisakah Membangun Usaha Tanpa Uang? …

Maskal Novessro | | 20 April 2014 | 08:52

Ketika Rupiah Tidak Lagi Dianggap sebagai …

Dhita Arinanda | | 20 April 2014 | 05:10

Musafir; Aku Pasti Pulang …

Elkhudry | | 20 April 2014 | 06:29

[Puisi Kartini] Petunjuk Akhir Event Puisi …

Fiksiana Community | | 20 April 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Gara-gara Amien Rais Mental Prabowo dan …

Mas Wahyu | 5 jam lalu

PDI-P Sudah Aman, tapi Belum Tentu Menang …

El-shodiq Muhammad | 7 jam lalu

Rapor TimNas U-19 Usai Tur Timur Tengah dan …

Hery | 19 jam lalu

Nasib PDIP Diujung Tanduk …

Ferry Koto | 20 jam lalu

Alumni ITB Berkicau, Demo Mahasiswa ITB …

Hanny Setiawan | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: