Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Hendra Makgawinata

Lahir dan besar di Jakarta, saat ini tinggal di Sydney. Topik tulisan: - pesonal finance - Bela selengkapnya

7 Perbedaan Homo Sapiens dan Homo Shoppingnicus

OPINI | 27 January 2013 | 22:30    Dibaca: 533   Komentar: 0   0

Dari bangku sekolah kita tahu Homo Sapiens adalah nama latin dari manusia moderen yang telah melalui evolusi selama ribuan tahun. Namun belakangan ini hanya dalam rentang waktu kurang dari 100 tahun telah muncul spesies baru, Homo Shoppingnicus yang merupakan evolusi lanjutan dari Homo Sapiens.

Untuk tahu lebih jelasnya mengenai spesies baru ini, berikut perbedaan Homo Sapiens dan Homo Shoppingnicus:

Homo Sapiens: Membutuhkan dan memberi cinta kasih untuk hidup bahagia

Homo Shoppingnicus: Membutuhkan barang bermerek untuk hidup bahagia

Homo Sapiens: Beribadah di kuil, gereja, sinagoga, mesjid, pura, tempat suci lainnya dan memiliki kepercayaan diri dalam hidup karena dilindungi oleh Yang Maha Esa

Homo Shoppingnicus: Beribadah di mall, shopping centre dan memiliki kepercayaan diri berkat merek barang yang dipakainya

Homo Sapiens: Hormat terhadap diri sendiri dan orang lain berdasarkan karakter yang bersangkutan

Homo Shoppingnicus: Hormat terhadap diri sendiri dan orang lain berdasarkan gengsi, status sosial dan merek barang yang dipakai

Homo Sapiens: Ogah menjadi iklan berjalan gratis bagi produk-produk dengan logo merek menyolok mata kecuali dibayar

Homo Shoppingnicus: Dengan senang hati mengenakan logo merek yang menyolok mata jadi lebih mudah pamer kepada orang sekitarnya

Homo Sapiens: Hidup saya merupakan sebuah karya bagi umat manusia

Homo Shoppingnicus: Umat manusia hanyalah market bagi produk-produk dan pekerja untuk perusahaan

Homo Sapiens: Makan gak makan asal kumpul dengan orang-orang dekat, bersilah turami

Homo Shoppingnicus: Kumpul kalau ada perlunya saja dan lihat dulu tempat kumpulnya bergengsi gak

Homo Sapiens: Uang dan materi sebagai sarana untuk Aktualisasi Diri pencapaian potensi manusia

Homo Shoppingnicus: Uang dan materi sebagai sarana untuk memaksimalkan kesenangan duniawi (hedonisme)

Mudah-mudahan setelah membaca tulisan ini kita semua lebih giat melestarikan kelangsungan hidup spesies Homo Sapiens biar gak punah hehe.

Baca juga:

Kita Manusia Bukan Konsumen

12 Langkah Bergaya Hidup Konsumtif

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mencari “Menara” di Tanah …

Imam Rahmanto | | 29 May 2015 | 20:36

Mengurai Wajah Surabaya bersama Risma …

Wildan Hakim | | 28 May 2015 | 18:01

[Blog&Photo Competition] Saatnya Non …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48

Makin Solid karena Pasien Sakit …

Rinta Wulandari | | 29 May 2015 | 19:56

Rahim Melorot, Siapa yang Paling Bertanggung …

Nanang Diyanto | | 28 May 2015 | 20:58


TRENDING ARTICLES

Gagal Jadi Mualaf …

Yo | 13 jam lalu

Managerial Meeting Berlangsung Alot, Timnas …

Af Yanda | 15 jam lalu

Nasib Pelapor Beras Plastik …

Pical Gadi | 15 jam lalu

Petral Ternyata Tidak Berdosa, Bukan Sarang …

Asaaro Lahagu | 15 jam lalu

Gambar Cibiran terhadap FIFA Meramaikan …

Ardiansyah | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: