Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Hendra Makgawinata

Lahir dan besar di Jakarta, saat ini tinggal di Sydney. Topik tulisan: - pesonal finance - Bela selengkapnya

7 Perbedaan Homo Sapiens dan Homo Shoppingnicus

OPINI | 27 January 2013 | 22:30 Dibaca: 529   Komentar: 0   0

Dari bangku sekolah kita tahu Homo Sapiens adalah nama latin dari manusia moderen yang telah melalui evolusi selama ribuan tahun. Namun belakangan ini hanya dalam rentang waktu kurang dari 100 tahun telah muncul spesies baru, Homo Shoppingnicus yang merupakan evolusi lanjutan dari Homo Sapiens.

Untuk tahu lebih jelasnya mengenai spesies baru ini, berikut perbedaan Homo Sapiens dan Homo Shoppingnicus:

Homo Sapiens: Membutuhkan dan memberi cinta kasih untuk hidup bahagia

Homo Shoppingnicus: Membutuhkan barang bermerek untuk hidup bahagia

Homo Sapiens: Beribadah di kuil, gereja, sinagoga, mesjid, pura, tempat suci lainnya dan memiliki kepercayaan diri dalam hidup karena dilindungi oleh Yang Maha Esa

Homo Shoppingnicus: Beribadah di mall, shopping centre dan memiliki kepercayaan diri berkat merek barang yang dipakainya

Homo Sapiens: Hormat terhadap diri sendiri dan orang lain berdasarkan karakter yang bersangkutan

Homo Shoppingnicus: Hormat terhadap diri sendiri dan orang lain berdasarkan gengsi, status sosial dan merek barang yang dipakai

Homo Sapiens: Ogah menjadi iklan berjalan gratis bagi produk-produk dengan logo merek menyolok mata kecuali dibayar

Homo Shoppingnicus: Dengan senang hati mengenakan logo merek yang menyolok mata jadi lebih mudah pamer kepada orang sekitarnya

Homo Sapiens: Hidup saya merupakan sebuah karya bagi umat manusia

Homo Shoppingnicus: Umat manusia hanyalah market bagi produk-produk dan pekerja untuk perusahaan

Homo Sapiens: Makan gak makan asal kumpul dengan orang-orang dekat, bersilah turami

Homo Shoppingnicus: Kumpul kalau ada perlunya saja dan lihat dulu tempat kumpulnya bergengsi gak

Homo Sapiens: Uang dan materi sebagai sarana untuk Aktualisasi Diri pencapaian potensi manusia

Homo Shoppingnicus: Uang dan materi sebagai sarana untuk memaksimalkan kesenangan duniawi (hedonisme)

Mudah-mudahan setelah membaca tulisan ini kita semua lebih giat melestarikan kelangsungan hidup spesies Homo Sapiens biar gak punah hehe.

Baca juga:

Kita Manusia Bukan Konsumen

12 Langkah Bergaya Hidup Konsumtif

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kursi Taman di Portsmouth Inggris …

Ardi Dan Bunda Susy | | 01 April 2015 | 09:53

5 Tipe Manusia Paling Rentan Terkena …

Ilyani Sudardjat | | 01 April 2015 | 10:28

Daftar dan Tonton KompasianaTV di …

Kompasiana | | 13 February 2015 | 14:17

Peranan Pupuk ZA dalam Pembuatan Nata De …

Rahmad Agus Koto | | 01 April 2015 | 02:34

Masih Terasa Berat Berasuransi? Bagikan …

Kompasiana | | 19 March 2015 | 18:31


TRENDING ARTICLES

Polri Tolong Buktikan Ini Kriminalisasi atau …

Fadli Zontor | 8 jam lalu

Siap Menggendong Istri? Harus Siap… …

Cahyadi Takariawan | 8 jam lalu

Pelajar Dipaksa Berbuat Mesum & Direkam …

Bambang Setyawan | 12 jam lalu

Hasil Angket Nyatakan Ahok Langgar …

Axtea 99 | 13 jam lalu

Tiba-Tiba Ical dan JK Nonton Bareng. Ada …

Imam Kodri | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: