Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Mahaniv Esa

Jika mulut dibungkam, atau lidah tak bisa digunakan untuk bicara, bicaralah dengan pena...

Bu Tien Naik Becak

REP | 05 March 2013 | 21:25 Dibaca: 509   Komentar: 0   0

Ibu Tien Soeharto

Ibu Tien Soeharto

Sekira tahun 1997 di kampus STAIN Samarinda pernah terjadi adu humor antara dua orang dosen. Dosen pertama adalah Pak Imam (Drs. Imam Syafe’i, M.Pd), Dosen Metodologi Penelitian, sedangkan dosen kedua adalah Bu Liem (Dra. Hj. Limiyah Al-Amry), dosen Ulumul Hadits.

Suatu ketika di sebuah kantin lama (sekarang gedung perpustakaan), kedua dosen itu sedang menikmati menu Acil kantin. Pak Imam, dosen yang jago humor itu melemparkan joke teka-teki kepada Bu Liem.

Pak Imam: “Ayo Bu Liem, saya punya teka-teki, sampean bisa jawab nggak?” tantang Pak Imam.

Bu liem: “Ayo ha, boleh coba, siapa takut” timpal Bu Liem.

Pak Imam: “Gimana cara membedakan uang asli dan palsu?” tanya Pak Imam.

Bu Liem: “Ah gampang, tinggal diraba, di terawang sudah kelihatan palsu atau nggaknya” jawab Bu Liem.

Pak Imam: “Salah, ada yang lebih praktis lagi” ujar Pak Imam

Bu Liem: “Mana ada, itu gin sudah paling praktis” protes Bu Liem tidak mau kalah

Pak Imam: “Gimana Bu, nyerah?”

Bu Liem: “oke deh, gimana lagi caranya?” tanya Bu Liem penasaran

Lalu Pak Imam mengeluarkan uang pecahan lima puluh ribuan yang ada gambar Pak Harto dan ditunjukkannya di depan Bu Liem.

Sambil memegang uang tersebut Pak Imam berkata: “Sampean kibas-kibaskan aja uang yang ada gambar Pak Harto pakai peci ini Bu, kalo peci yang dipakai Pak Harto ini lepas berarti uang ini palsu” ujar Pak Imam.

Bu Liem: : “Huu.., kirain serius Pak!, sudah sekarang gantian saya” tantang Bu Liem balik.

Pak Imam: “ayo.., satu kosong “

Sejurus kemudian Bu Liem ganti mengeluarkan uang pecahan Rp. 500 dan bertanya: “Sampean percaya nggak kalau uang ini jika diterawang ada gambar Bu Tien lagi naik becak?” tanya Bu Liem penuh semangat

Pak Imam: “Ah…, mana ada, 100% saya nggak percaya!” jawab Pak Imam

Sampai tiga kali Bu Liem meyakinkan Pak Imam bahwa dalam pecahan uang Rp. 500,- itu ada gambar Bu Tien sedang naik becak. Entah kenapa, akhirnya Pak Imam pun penasaran dan meminta uang yang dipegang Bu Liem sambil diamati berkali-kali.

Pak Imam: “Nah, benar kan nggak ada gambar Bu Tiennya naik becak?” bantah Pak Imam

Bu Liem: “Ya memang nggak ada Pak, wong becaknya sudah belok” sergah Bu Liem tidak mau kalah

Pak Imam: ….?????

(Humor ini saya dedikasikan buat dosen favorit saya, Pak Imam Syafe’i dan Ibu Limiyah Al-Amry)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

TV-One Mencatut 3 Foto Karya Saya …

Harja Saputra | | 01 February 2015 | 09:33

Bedanya Menyisihkan dengan Menyisakan (Uang) …

Rokhmah Nurhayati S... | | 01 February 2015 | 09:26

Mengejar Potensi Ekonomi (Selain) Dari Batu: …

Unggul Sagena | | 01 February 2015 | 00:25

Mengejar Jodoh Ala Anak Muda Saudi …

Mariam Umm | | 31 January 2015 | 19:56

Anggota DPR Dilarang “Ngartis”, …

Kompasiana | | 30 January 2015 | 12:24


TRENDING ARTICLES

Mitologi Jawa dalam Kepemimpinan Jokowi …

Musri Nauli | 14 jam lalu

Sebab Senyapnya KMP di Kegaduhan …

Pebriano Bagindo | 15 jam lalu

Titik Temu, Catatan Kritis untuk Mata Najwa …

Mahi Baswati | 20 jam lalu

Siapa Adu Domba Jokowi dan Megawati? …

Nusantara Link | 21 jam lalu

Menyorot Sisi Humanitas Kisruh Sawito, Samad …

Nararya | 22 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: